ADVERTISEMENT

Kisah Pendiri Nona Rara Batik, Sukses Jual Ribuan Baju Sebulan Karena Pandemi

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 20 Okt 2022 19:30 WIB
Nona Rara Batik Foto: Instagram/@nonararabatik
Jakarta -

Bisnis batik saat ini masih menjadi salah satu peluang usaha yang cukup potensial. Sebagai salah satu ciri khas Indonesia, batik hingga saat ini masih banyak dipakai untuk pergi bekerja ataupun ke acara-acara formal. Namun terkadang tak mudah untuk memperoleh baju batik yang memiliki desain modern dan up to date. Hal itu yang juga dirasakan oleh pendiri Nona Rara Batik (NRB).

Merasa kesulitan menemukan baju batik dengan desain yang modern dan tetap fashionable, akhirnya kakak beradik Atiek Octarina dan Pipiet Tri Noorastuti memutuskan untuk mendirikan usaha bisnis batik. Saat itu Atiek dan Pipit membuka toko offline pertamanya di ITC pada 11 November 2011.

"Memiliki usaha baju batik awalnya karena kebutuhan pribadi. Baik Pipiet dan Atiek dulu adalah pegawai kantoran yang membutuhkan baju batik untuk kerja. Namun, mereka kurang suka dengan pilihan yang tersedia, yang cenderung formal, sehingga mereka membuat baju untuk diri sendiri. Lalu teman-teman mulai memesan dan berkembang terus. Ada juga dorongan latar belakang. Sebagai bagian dari keluarga pengusaha batik, kakak adik ini terpanggil untuk mengembangkan usaha baju batiknya. Setelah krisis moneter 98 dan banyak pembatik kehilangan pekerjaan, mereka mengembangkan usaha dan kembali bisa memberikan order kepada para pembatik," terang pihak NRB saat diwawancarai Wolipop.

Untuk desain dari baju-baju batik yang dijualnya hingga saat ini masih dirancang oleh Atiek dan Pipiet dengan bantuan desainer Hypefeast. Tak hanya terpaku pada satu jenis batik atau paken tertentu, batik NRB juga menggunakan banyak variasi, termasuk wastra lain seperti tenun dari berbagai daerah.

Baju-baju batik yang dijual di Nona Rara Batik sendiri kebanyakan ditujukan untuk para perempuan yang bekerja. Namun saat ini sudah ada 'anak brand' yang juga menyediakan baju batik untuk anak muda dan laki-laki.

Sayangnya untuk saat ini NRB tidak menyediakan layanan request model, kecuali untuk pemesanan seragam. Model yang bisa di-request pun terbatas, tergantung pada apa yang bisa dikerjakan oleh para penjahitnya.

Proses pembuatan dari baju batik NRB pun cukup sederhana. Pertama-tama pihak NRB akan membeli kain ke pengrajin batik lalu membawanya ke para penjahit dan dijahit. Sebelum masuk ke gudang dan siap dipasarkan baju-baju batik tersebut akan dicek kualitasnya terlebih dahulu. Kerumitannya sendiri terletak pada proses pembuatan kain di pembatik.

"Kerumitannya terdapat pada proses pembuatan kain di pembatik. Proses pembuatan kain, karena batik tulen, perlu sekitar 3 bulan. Itupun kalau tidak terkendala cuaca, kondangan, keperluan keluarga, dan lainnya dari para pengrajin. Lainnya adalah tidak mudah mencari pembuat kain batik yang bisa membuat motif sama dalam jumlah banyak. Pembatik terbiasa membuat kain satuan dan unik, sehingga perlu keterampilan tersendiri untuk bisa membuat kain motif dan kualitas sama dalam jumlah banyak," terang pihak NRB.

Setiap bulannya biasanya Nona Rara Batik merilis setidaknya 2 koleksi baru. Masing-masing koleksi bisa terdiri dari 20 hingga 50 model. Namun untuk masing-masing model hanya terdapat 30 buah yang membuatnya jadi eksklusif dan tidak pasaran.

Walaupun pandemi sempat membuat seluruh toko offline Nona Rara Batik ditutup karena penurunan penjualan drastis, namun karena Pandemi juga NRB bisa berhasil menjual sekitar 3 ribu baju batik per bulannya. Hal itu dikarenakan NRB banting setir dengan melakukan penjualan secara online.

"Angka ini sebenarnya tidak bisa kami buka secara gamblang tetapi kalau kisaran, kami bisa menjual sekitar 3000 buah baju sebulan. Angka ini justru bisa dicapai akibat pandemi, ketika penjualan harus berfokus pada online. Penjualan ini bisa menjangkau pasar yang lebih luas dari offline semata," jelas pihak NRB.

Harga baju batik yang dijual di NRB dijual dengan kisaran harga Rp 275 ribu hingga Rp 600 ribu. Harga tersebut tergantung pada jenis batik atau wastra yang digunakan serta banyaknya bahan yang digunakan. Semakin banyak bahan dan warna maka harganya akan semakin mahal.

Saat ini untuk jenis batik yang paling banyak diminati oleh para konsumen Nona Rara Batik adalah klasik sogan atau warna-warni. Batik warna-warni banyak diminati karena masih jarang, terutama dalam bentuk baju.



Simak Video "Wanita Indonesia Ini Konsisten Kenalkan Batik ke Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)