ADVERTISEMENT

Profil Iestri Kusumah, Mentor yang Sering Bagi Tips Karier di Media Sosial

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 15 Jun 2022 19:30 WIB
Iestri Kusumah Foto: Instagram
Jakarta -

Di zaman ini para pelamar mungkin lebih sulit mendapat pekerjaan. Tapi kita paling tidak bisa lebih mudah mencari saran dan cara-caranya dari internet dan media sosial. Apalagi kini di Twitter, Instagram hingga TikTok banyak mentor karier yang menawarkan tips dan triknya mereka secara cuma-cuma. Salah satu konten kreator yang sering mengungkap ilmu dan pengalaman kerjanya adalah Iestri Kusumah.

Iestri Kusumah, S.Psi., CBC adalah seorang mentor karier yang sering membagikan konten di media sosial. Berbekal pengalamannya sebagai HRD dan pendidikan ilmu psikologi, Iestri kerap menjawab pertanyaan netizen atau klien yang sedang kebingungan terkait pekerjaan, perkuliahan, psikologi hingga kesehatan mental.

"Awalnya karena dulu pernah memiliki pengalaman bekerja sebagai HRD, sehingga mulai tertarik dengan bidang psikologi industri. Selama menjadi HRD pun aktif membuat konten di social media seputar tips karir dan psikologi, dan dari situ mulai banyak pihak yang mengundang sebagai pemateri,"

[Gambas:Instagram]



"Kemudian dengan banyaknya audience di social media yang semakin mengenal dan banyaknya permintaan untuk konsultasi pribadi, mulailah ada ketertarikan untuk sharing ilmu seputar psikologi dan karier tidak hanya melalui webinar atau seminar, tapi juga memberikan layanan berupa mentoring," kata wanita yang juga brand ambassador platform @psytalkindonesia kepada Wolipop.

Selain membagi tips kepada para netizen, wanita yang berdomisili di Sukabumi, Jawa Barat tersebut juga membuka kelas mentoring. Dalam sesi tersebut, ia membagi berbagai tips dan trik profesional untuk mereka yang masih di bangku sekolah hingga sudah jadi karyawan. Diakuinya jika generasi muda di zaman sekarang sudah banyak berpikir soal masa depan.

"Karena para gen z di era digital sekarang ini masuk ke dalam sandwich generation alias generasi kejepit ya haha. Jadi banyak yang kebingungan untuk menentukan karier ke depannya, kebingungan dalam mencari identitas diri, sehingga pada akhirnya menimbulkan kegelisahan dan rasa tidak percaya diri untuk mengembangkan diri," ujarnya.

Bagaimana dengan para wanita karier yang secara usia lebih matang? Mereka pun juga sering datang kepada Iestri dengan berbagai permasalahan, mulai dari dominasi tempat kerja hingga pelecehan seksual.

[Gambas:Instagram]



"Kapan seseorang membutuhkan jasa mentoring karier? Ketika mengalami keadaan stuck dan tidak tahu harus bertanya pada siapa, ketika ingin menemukan solusi dari permasalahan, ketika ingin menambah pengetahuan dan skill, ketika ingin mencari seorang mentor untuk membimbing," jelas wanita 24 tahun tersebut.

Kini lebih fokus Iestri pada mentoring karier dan belum kembali bekerja sebagai HRD di perusahaan. Ia pun tengah berkecimpung di dunia bisnis dengan mengembangkan sebuah platform edukasi. Meski menikmati apa yang dilakukannya, Iestri mengaku kadang kesulitan untuk menemukan ide hingga dana untuk mengembangkan program-programnya.

"Dalam mencari ide konsep untuk meng-upload konten setiap hari menjadi hal yang bisa dikatakan cukup sulit. Terkadang kehabisan ide, kadang merasa lelah, stuck, dan ada beberapa yang mungkin tidak setuju dengan konten yang dibuat sehingga memberikan komentar yang menyinggung. Tapi alhamdulillah banyak audience yang men-support untuk berkembanganya platform ini," kata lulusan S1 Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung itu.

[Gambas:Instagram]



(ami/ami)