Kisah Wanita Menang Pertarungan MMA 6 Minggu Setelah Berhenti Jadi Stripper

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 24 Jan 2022 12:45 WIB
Vanessa Demopoulos Foto: Instagram @lilmonsterdemo
Jakarta -

Petarung MMA bernama Vanessa Demopoulos baru saja meraih kemenangan pertamanya Sabtu lalu. Vanessa sendiri bisa dibilang baru dalam dunia ini. Sebelumnya wanita tersebut berprofesi sebagai seorang penari strip tease. Enam minggu fokus di dunia olahraga, dedikasinya pun berbuah manis setelah akhirnya bisa mengalahkan lawan di babak prelimanary.

Vanessa Demopoulos berhenti jadi stripper yang sudah dijalaninya selama 13 tahun. Ia kemudian beralih ke profesi yang tak terduga yakni sebagai petarung MMA. Enam minggu latih keras, Vanessa akhirnya mendapat kemenangan pertama di UFC 270 prelim. Hampir KO oleh lawannya Silvana Gomez Juarez di babak pertama, ia akhirnya memenangkan pertandingan setelah kalah dalam debutnya.

Vanessa DemopoulosVanessa Demopoulos Foto: Instagram @lilmonsterdemo

Wanita yang dijuluki 'Stipper Bible' tersebut kini sudah resmi masuk UFC dan berniat fokus di bidang ini. Vanessa pun tidak ingin menutupi masa lalunya yang pernah menjadi penari seksi. "Aku tidak berpikir itu rahasia lagi. Aku dulu penghibur eksotik selama 13 tahun. Dan aku dulu tidak dengan lantang menyuarakannya tapi aku akan mengatakannya sekarang. Aku telah berhenti menjadi stripper untuk melanjutkan latihan ini,"

"Aku berhenti menari sejak enam atau delapan minggu lalu sehingga aku bisa fokus pada MMA, benar-benar serius di gym setiap hari," ungkapnya dilansir The Sun.

Meski MMA dan menari adalah dua hal yang berbeda, ia mengaku keduanya punya persamaan. Dengan pengalamannya menari bertahun-tahun, Vanessa mengaku jadi lebih baik dalam latihan jiu-jitsu Brazil yang digunakan dalam laga MMA.

"Menari tiang membutuhkan banyak kelincahan, harus banyak sadar akan tubuh, banyak ketangkasan dan kelenturan, dan kamu harus cepat bereaksi. Itu rasanya sama dengan jiu-jiutsu tapi dalam jiu-jitsu kamu punya pilihan untuk menepuk (lawan) jadi kamu bisa aman ketika kamu jatuh (kalah)," ungkapnya.

Bedanya ketika menari tiang seseorang bisa jatuh ketika salah bergerak sedikit. "Kalau menari tiang, ada perasaan yang menantang maut karena kamu benar-benar menggantung, seperti anggota tubuh, satu gerakan salah, kamu selesai. Rasanya seperti jatuh dari lantai dua dan selesai. Kamu hanya bisa jatuh sekali," kata Vanessa.

Mengenai profesi barunya, ia mengaku senang bisa merasa seperti seorang bintang. Meski banyak mata tertuju padanya, wanita tersebut tidak ingin membebani diri sendiri karena tidak ingin menjadi 'sesuatu'.

(ami/ami)