Pekerja Konstruksi Cantik Jadi Viral, Dikritik Plester Tembok Pakai Kuku Palsu
Wanita bernama Hannah Uddin sering mendokumentasikan kesehariannya sebagai pekerja konstruksi. Profesinya ini memang bisa dibilang unik karena biasanya lebih didominasi lelaki. Hannah pun jadi sorotan terlebih karena penampilannya yang menarik dan tak ragu untuk berdandan cantik. Sayangnya karena itu ia pun jadi sering dikritik.
Hannah Uddin menceritakan kisahnya bekerja di bidang konstruksi. Ia mengaku sering disebut cari sensasi hingga mengambil lahan pria karena berprofesi sebagai pekerja bangunan. Wanita itu juga mendapat kritik ketika memvideokan dirinya sedang memplaster dinding dengan kuku yang panjang dan dihias cantik. Apalagi Hannah juga bekerja dengan full makeup meski profesinya melibatkan kerja fisik.
Wanita 18 tahun itu pun mengaku jika ia adalah mahasiswa di jurusan konstruksi. Hannah terinspirasi bekerja di bidang ini karena ayahnya sering mengajaknya ke situs pembangunan sejak usia 12. Di kampusnya sendiri, Hannah sering dibilang tidak cocok bekerja atau belajar di jurusan tersebut. Tapi dengan tekad juga dukungan dari keluarga dan para guru, ia bersungguh-sungguh untuk terjun ke dunia itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
hannah uddin Foto: TIkTok via The Sun |
"Hanya karena aku pakai makeup dan berkuku panjang, itu tidak mencegahku melakukan apa yang aku suka. Itu adalah poin dari videonya," ungkapnya di video yang viral.
Banyak yang menyangsikan pekerjaan Hannah karena kuku palsu yang dipasangnya. Mengenai itu, ia ternyata sudah terbiasa. "Yang aku lihat, jika aku terlihat menarik, aku merasa cantik, maka aku bisa bekerja dengan baik. Aku suka memasang kuku seperti ini sejak usia 13, jadi sudah normal bagiku sekarang. Aku bisa bekerja dengan kuku.
"Kukuku pernah pantah sebelumnya ketika sedang membawa kantung plester tapi itu tidak membuatku kesal atau apa. Itu hanya terjadi sesekali," jelasnya dilansir The Sun.
hannah uddin Foto: TIkTok via The Sun |
Sejak sering unggah video di TikTok dan jadi viral, Hannah mengaku banyak orang yang mengiriminya pesan tentang bagaimana ia bisa bekerja di konstruksi. Banyak orang yang ingin mengikuti jejaknya dan meninggalkan pesan-pesan positif. Meski begitu ada saja beberapa negatif dari pria yang mengkritik.
"Ada yang berkata aku kena lebih banyak plester daripada dindingnya, bahwa tidak mungkin bekerja dengan kuku (panjang). Mereka juga bertanya mengapa aku kerja pakai full makeup. Aku pikir banyak komentar itu datang dari pandangan stereotip. Banyak pria melakukan pekerjaan itu, dan beberapa dari mereka, tidak biasa melihat wanita melakukannya. Aku pikir itu menyakiti ego mereka juga," kata Hannah.
Hannah menyatakan jika pekerjaan sebagai tukang plester sekarang dijalaninya lebih karena hobi. Ia sendiri bercita-cita untuk nantinya bekerja di bidang real estate.
(ami/ami)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab












































hannah uddin Foto: TIkTok via The Sun
hannah uddin Foto: TIkTok via The Sun