Kisah Hidup Politisi Inggris yang Dulu Miskin, Pernah Diberi Makanan Anjing

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 25 Sep 2021 21:30 WIB
Angela Rayne Foto: Twitter Angela Rayne
Jakarta -

Seorang politisi Inggris baru-baru ini menarik perhatian publik karena kisah masa lalunya. Adalah Sekretaris Negara Bayangan Angela Rayner yang mengaku dulu hidup dalam kemiskinan. Bisa dibilang ia kurang mendapat perhatian hingga pernah diberi makanan anjing hingga busa untuk bercukur karena keteledoran orangtua.

Angela Rayner yang dianggkat sebagai Sekretaris Negara sejak 2020 mengungkap pengalamannya hidup dalam kemiskinan. Kisah hidupnya pun dikatakan menjadi acuan dalam menjalani posisi barunya. Ia mengaku jika saja keadaannya dulu terjadi di hari ini, keluarganya pasti sudah dibawa oleh pelayanan sosial.

Wanita 41 tahun itu bercerita soal keluarganya yang hidup dalam kemiskinan. Dalam sebuah podcast dengan James O'Brien, wanita itu mengaku memiliki ibu dengan masalah mental. Ditambah dengan situasi finansial yang tidak mendukung membuatnya punya masa kecil yang serba kekurangan.

Angela RayneAngela Rayne Foto: Twitter Angela Rayne

"Aku pikir kalau itu terjadi sekarang, pasti kami sudah tidak ada. Tapi nenekku membelikanku seragam jadi dia akan membawa kita ke toko amal untuk mendapatkan seragam. Ibuku tidak memasak, maksudnya semuanya masuk ke penggorengan (tapi tidak dimasak dengan baik). Makanannya keripik dan keripik, keripik dan sosis, benar-benar semuanya masuk ke penggorengan," kata Angela.

"Ibuku dulu pernnah memberikan kita jelly dan krim cukur karena dia hanya melihat gambarnya. Dia tidak tahu makanan apa itu. Kamu tahu kami pernah makan daging untuk makanan anjing karena dia pikir itu steak semur karena dia tidak bisa membaca," lanjutnya.

Untungnya nenek Angela mau memperhatikan dan merawat mereka. Untuk mandi pun, mereka sering menumpang di rumah neneknya karena tidak mampu membayar untuk air panas. Ia mengaku semua pengalaman itu membuatnya lebih mengerti masyarakat ketika terjun ke dunia politik.

"Semua orang tidak mengerti apa yang terjadi, cukup membingungkan bagi mereka tapi bagi saya 'itulah saya waktu dulu, itulah kehidupan anak kelas buruh dalam rumah tangga yang berantakan dan tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya' cukup normal bagi saya," tutur Angela.

(ami/ami)