13 Kata 'Ketinggalan Zaman' yang Perlu Dihapus dari CV Atau Surat Lamaran

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 18 Sep 2021 08:00 WIB
Quarantine Young asian woman wearing smart casual clothes work at home in living room using laptop and drinking hot coffee and croissant while city  lockdown for covid-19 corona virus pandemic. Foto: Getty Images/iStockphoto/vichie81
Jakarta -

Sekarang ini mencari pekerjaan memang perlu usaha ekstra. Untuk bisa menonjol di antara pelamar lainnya kamu bukan hanya butuh kemampuan dan pengalaman. Diperlukan pula 'cara menjualnya' yang tepat agar terlihat potensial dan meyakinkan. Salah satunya adalah dengan meninggalkan kata-kata yang ketinggalan zaman dalam CV atau surat lamaran kerja.

Setiap pelamar memang disarankan untuk bisa mempromosikan diri dengan baik lewat CV, surat lamaran atau cover letter. Umumnya mereka berusaha meyakinkan calon bos atau tim HRD menggunakan kata-kata sifat seperti 'pekerja keras', 'loyal', atau 'dinamis'. Tapi menurut pakar itu sudah tidak relevan dan tidak lagi cocok diterapkan.

Menurut pakar, kata-kata sifat yang membanggakan diri justru terlalu pasaran dan kesannya tidak personal. Dengan menggunakan kata-kata tersebut, surat lamaran kamu bisa terdengar seperti menyontek contoh-contoh di internet. Dari pada memakai 'pekerja keras', kini perekrut lebih suka melihat kata atau kalimat kerja seperti 'ingin mengembangkan diri'.

Mark Smith selaku Managing Director di agensi rekruitmen people2people pun memberikan sarannya. Mengenai cara penulisan di CV atau surat lamaran, ia berpendapat jika penggunaan kata-kata sifat terasa kurang bermakna dan klise. Para manajer dan HRD pun telah lelah melihatnya.

"Klise memberi sangat sedikit nilai, jadi spesifiklah mengenai kualifikasi dan pencapaianmu. Jika kamu menginisiasi sebuah pengembangan program bisnis baru misalnya lalu apa hasilnya?" kata Mark dilansir Dailymail.

Banyak orang yang ingin meyakinkan perekrut bahwa mereka akan berkontribusi pada perusahaan lalu menggambarkan diri sebagai 'dinamis'. Tapi kata tersebut perlu dihindari karena dianggap tidak berarti apa-apa. Daripada menulis dinamis lebih baik jelaskan apa yang telah kamu capai atau kelola di pekerjaan sebelumnya.

"Pastikan pula kamu membaca iklan lowongan pekerjaannya dengan hati-hati, identifikasi kemampuan-kemampuan dan kata kerja yang relevan dan masukkan ke dalam cover letter dengan bagaimana dan mengapa itu relevan dengan kamu," ujar Mark.

Kata-kata yang sebaiknya dihindari:

1. Loyal/setia
2. Enerjik
3. Tepat waktu
4. Termotivasi
5. Bekerja/Pekerja Keras
6. Pekerja Tim
7. Saya percaya
8. Bisa diandalkan
9. Dinamis
10. Gaji
11. People-person (mudah bergaul)
12. Inisiatif
13. Luar biasa

Kata-kata kerja yang lebih berdampak:

1. Berkembang/mengembangkan (Saya ingin mengembangkan kemampuan baru)
2. Mencapai (Saya selalu berusaha untuk mencapai target)
3. Mengelola (Saya membantu mengelola tim)
4. Menginisiasi (Saya yang menginisiasi program tersebut)


(ami/ami)