Kisah AKP Jubelina, Wanita Papua yang Jadi Kapolsek di Perbatasan RI

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 09 Sep 2021 06:00 WIB
AKP Jubelina Wally Foto: Dok. Polres Jayapura Kota
Jakarta -

Semakin banyak wanita yang dipercaya untuk memimpin dalam kepolisian. AKP Jubelina Wally adalah salah satunya. Ia diangkat sebagai Kapolsek Muara Tami di Jayapura, Papua. Jubelina sendiri adalah orang asli Papua yang pengabdiannya pada masyarakat sudah tak perlu diragukan.

AKP Jubelina Wally, SH, MH adalah Kapolsek Muara Tami yang bekerja di daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini sejak 2019. Tugas tersebut tentu tidaklah mudah karena ada beberapa permasalahan khusus yang rentan terjadi di sana. Beberapa kasus yang pernah dihadapinya, seperti penyelundupan ganja hingga pergerakan kelompok separatis.

Dilansir Antara, Jubelina sendiri memulai pendidikan Seba Polwan di 1991. Ia juga mengikuti Secapa pada 2008 dan Sespima di 2016. Sedangkan untuk memperdalam ilmunya sebagai seorang polisi, wanita tersebut melanjutkan ilmu hukum di Universitas Cendrawasih hingga menyandang gelar MH.

Jubelina adalah wanita yang dianggap sebagai Kartini modern di Papua. Wanita kelahiran Kampung Ayapo di tepian Danau Sentani, Jayapura tersebut merupakan satu dari sedikit wanita di daerahnya yang bekerja jadi polisi. Tak hanya berhasil mendobrak kebiasaan, Jubelina sukses mencapai posisi tinggi.

AKP Jubelina WallyAKP Jubelina Wally Saat Bagi-bagi Takjil di Hari Kartini Foto: Dok. Polres Jayapura Kota

Sebelumnya mantan Kapolsek Bandara Sentani Tahun 2013 itu tentu pernah ditempatkan di berbagai posisi. Bisa dibilang Jubelina sudah malang melintang dalam bertugas mulai dari menjadi Kabag Perencanaan Polres Jayapura Kota, Kanit Dikmas Subdit Dikyasa, Kanit Lantas Polsek Abepura, hingga Kapolsek Bandara Sentani. Tak heran memang mengingat ia memegang prinsip bahwa semuanya dipelajari.

"Tidak ada yang tidak bisa bila mau belajar," kata ibu dua anak tersebut.

Selain pendidikan, pengalaman pun membentuknya menjadi pribadi yang kuat, termasuk untuk menjalani tugasnya sebagai pemimpin di kepolisian. "Saat melaksanakan pengamanan demo, di situ mental, fisik, bahkan psikis diuji, agar bisa meredam emosi baik massa maupun diri sendiri," kata Jubelina.

(ami/ami)