Ini Atlet Tertua di Olimpiade Tokyo 2020, Nenek dengan 4 Cucu

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 07 Agu 2021 08:00 WIB
AUCKLAND, NEW ZEALAND - JANUARY 31:  Australian Mary Hanna shows rthe gold medal she won on Mosaic II in the Volvo Pacific World Cup Dressage Final at the rTipapa indoor equestrian centre, saturday.  (Photo by Ross Land/Getty Images) Foto: Getty Images/Ross Land
Jakarta -

Banyak atlet muda di Olimpiade Tokyo yang jadi atensi karena punya prestasi cemerlang di usia belia. Tapi semangat atlet yang usianya sudah berumur matang pun patut dapat perhatian. Salah satunya adalah atlet berkuda yang menjadi peserta tertua dalam gelaran pesta olahraga akbar tersebut. Adalah Mary Hanna yang berusia 66 tahun dan punya empat cucu.

Kebanyakan orang seusia Mary Hanna sudah pensiun atau memilih untuk menikmati hidup tanpa banyak bergerak. Namun atlet asal Australia tersebut masih bertekad untuk tetap menjalani hobi sekaligus pekerjaannya dan rajin berkompetisi di berbagai ajang. Mary pun merasa jika usianya tak jadi penghalang.

"Aku tidak berpikir tentang usia karena ada banyak orang lebih tua yang menunggang kuda dan melakukannya dengan baik. Tua atau muda, itu tidak ada bedanya. Jika kamu sehat dan bugar, kamu bisa terus melakukannya," ungkapnya dilansir Everything Zoomer.

AUCKLAND, NEW ZEALAND - JANUARY 31:  Australian Mary Hanna shows rthe gold medal she won on Mosaic II in the Volvo Pacific World Cup Dressage Final at the rTipapa indoor equestrian centre, saturday.  (Photo by Ross Land/Getty Images)AUCKLAND, NEW ZEALAND - JANUARY 31: Australian Mary Hanna shows rthe gold medal she won on Mosaic II in the Volvo Pacific World Cup Dressage Final at the rTipapa indoor equestrian centre, saturday. (Photo by Ross Land/Getty Images) Foto: Getty Images/Ross Land

Dikatakan jika atlet berusia senja justru lebih banyak ditemukan belakangan ini. Atlet berkuda lain yang dikenal tetap aktif di umur matang adalah Ian Millar. Pria 74 tahun sayangnya telah pensiun di 2019 setelah mengikuti 10 kali Olimpiade. Mary Hanna sendiri merupakan atlet berkuda wanita tertua kedua dalam sejarah Olimpiade setelah Lorna Johnstone. Tahun ini merupakan kesempatan keenamnya berlaga di ajang prestis tersebut.

Ketika ditanya mengenai motivasi, ia mengaku tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan selain berkuda. Mary pun sudah pernah mencoba olahraga lain seperti pentathlon dan berlayar tapi kembali lagi pada kuda.

"Aku tidak tahu apa lagi yang bisa dilakukan. Aku sudah melakukan ini sangat lama. Dan lihatlah berkuda menjadi salah satu olahraga di mana orang tidak mempedulikan usia atau gendermu," katanya.

Mary Hanna memang sudah menunggang kuda sejak kecil yang merupakan hobi turunan dari keluarga. Keluarganya bahkan menggunakan kuda untuk bepergian sehari-hari. "Seperti jika kamu tidak menunggang kuda kamu tidak akan diberi makan. Kami menunggang untuk melakukan pekerjaan, itu bagian dari hidup" ungkap wanita yang mulai berkompetisi sejak menikah itu.

Jadi atlet tertua pun tak menyurutkan tekadnya untuk terus berkompetisi. Mary Hanna mengaku tengah bersiap untuk kejuaraan Olimpiade Musim Panas di Paris pada 2024. "Hanya tiga tahun lagi. Kecuali tubuhku benar-benar hancur. Aku tentu menargetkan Paris," ujarnya.

(ami/ami)