Kisah Ranomi Kromowidjojo, Atlet Berdarah Jawa Wakil Belanda di Olimpiade

Vina Oktiani - wolipop Senin, 02 Agu 2021 06:10 WIB
Ranomi Kromowidjojo Ranomi Kromowidjojo (tengah). Foto: Instagram/@ranomikromo
Jakarta -

Kenalan dengan Ranomi Kromowidjojo, atlet dengan nama belakang khas Indonesia ini menjadi perenang yang mewakili Belanda di Olimpiade Tokyo 2020. Seperti apa sosoknya?

Ranomi Kromowidjojo mencuri atensi usai dirinya berhasil masuk ke babak final 50 meter gaya bebas putri di Olimpiade Tokyo 2020. Namanya yang khas Indonesia membuat penasaran. Belakangan diketahui dia merupakan atlet Belanda keturunan Jawa.



Berikut fakta-fakta menarik sosok Ranomi Kromowidjojo:



Ayah Ranomi Orang Jawa

[Gambas:Instagram]






Atlet renang gaya bebas Belanda ini lahir di Sauwerd, Belanda pada 20 Agustus 1990. Dia memiliki darah keturunan Jawa dari sang ayah, Rudi Kromowidjojo. Rudi kemudian menikah dengan wanita asli Belanda, Netty Deemter. Dari pernikahan tersebutlah lahir Ranomi dan saudara laki-lakinya, Chjanoy Kromowidjojo.



Debut Ranomi Kromowidjojo

Ranomi KromowidjojoRanomi Kromowidjojo Foto: Instagram/@ranomikromo



Ranomi Kromowidjojo melakukan debut pertamanya dalam pertandingan Internasional ketika dirinya menjadi salah satu peserta di Kejuaraan Renang Eropa 2006 di Budapest. Saat itu Ranomi menjadi peserta estafet renang gaya bebas 4x100 meter.



Prestasi Ranomi Kromowidjojo



Ranomi telah menorehkan sejumlah prestasi. Dia memperoleh gelar juara dalam Kejuaraan Renang Jarak Pendek Eropa 2007, Kejuaraan Renang Eropa 2008, dan Kejuaraan Renang Jarak Pendek Dunia 2008.

Ranomi KromowidjojoRanomi Kromowidjojo Foto: Instagram/@ranomikromo



Ranomi juga pernah menjadi juara Olimpiade Beijing 2008 bersama dengan timnya Inge Dekker, Femke Heemskerk, dan Marleen Veldhuis. Pada tahun selanjutnya, Ranomi kembali menorehkan prestasi dengan membawa pulang emas di kejuaraan dunia 2009 di Roma, Italia. Lalu pada Olimpiade London 2012, Ranomi dan timnya berhasil membawa pulang medali perak.

Hingga saat ini Ranomi telah mengantongi sekitar 37 medali emas, 20 perak, dan 12 perunggu untuk level internasional.



Ranomi Kromowidjojo Pernah Sakit Meningitis



Ranomi sempat menderita meningitis saat berlatih dengan tim nasionalnya di Kepulauan Canary pada Juli 2010. Namun untungnya dia berhasil pulih dan bisa mengikuti Kejuaraan Dunia di akhir tahun 2010 itu.



Pencapaian Ranomi Kromowidjojo di Olimpiade Tokyo 2020

[Gambas:Instagram]





Pada babak final perorangan 50 meter Olimpiade Tokyo 2020, Ranomi Kromowidjojo belum berhasil meraih medali. Dia menyelesaikan pertandingan di urutan keempat. Ranomi terpaut 0,09 detik dari peraih medali di nomor 50 meter gaya bebas.



Melalui akun Instagramnya @ranomikromo, Ranomi mengungkapkan perasaannya usai berlaga dan menempati urutan keempat. Dia mengaku tetap bahagia dan bersyukur.

"Aku sangat bahagia dan bersyukur untuk ketiga kalinya berada di final 50 meter gaya bebas Olimpiade. Setelah menang medali emas sembilan tahun lalu, aku tidak pernah lebih bangga pada diriku dan bersyukur berada di posisi empat hari ini. Itu luar biasa. Itu luar biasa dan akan selalu luar biasa. Aku rasa aku adalah pemenang keempat yang senyumnya paling lebar. Bahkan pulang dengan gelar posisi keempat Olimpiade tanpa medali tidak akan membuatku sedih sedikit pun. Aku sangat bahagia karena aku sudah melakukan terbaik yang aku bisa," tulis Ranomi Kromowidjojo panjang lebar.



Simak Video "Gaya Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Beri Penghormatan pada One Piece"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)