Liputan Khusus Bangkit dari Corona

Kisah Pria Kehilangan Pekerjaan karena Corona, Kini Jual Tanaman Hias

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 27 Jun 2021 20:00 WIB
Kisah Miftakhur Rokman terdampak pandemi, kini sukses menjalani bisnis taaman hias. Foto: Dok. pribadi Miftakhur Rokman.
Gresik -

Pandemi Corona telah mempengaruhi berbagai sektor, khususnya perekonomian. Ekonomi menjadi lesu dan banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

Salah satunya Miftakhur Rokman. Sebelum pandemi Corona ia mempunyai usaha di bidang landscaping atau seni pertanaman. Ia sudah menekuni pekerjaan tersebut sekitar 10 tahun.

Semenjak awal Corona dan mulai diberlakukan PSBB pada Maret 2020, usahanya terdampak. Permintaan pembuatan taman baik yang sudah berjalan atau yang akan datang disetop.

"Usaha saya terdampak maupun yang akan dikerjakan (surat perintah kerja sudah turun tinggal menunggu DP untuk memulai pekerjaan tersebut). Bahkan beberapa pekerjaan perencanaan semunya dicancel oleh pemberi pekerjaan (owner) hingga sampai waktu tak ditentukan," ungkap Mifta saat diwawancara Wolipop Kamis (24/6/2021).

Kisah Miftakhur Rokman terdampak pandemi, kini sukses menjalani bisnis taaman hias.Kisah Miftakhur Rokman terdampak pandemi, kini sukses menjalani bisnis taaman hias. Foto: Dok. pribadi Miftakhur Rokman.

Tak mau menyerah dan pasrah karena pandemi, ia memutar otak agar tetap bisa bertahan hidup. Ia sempat bekerja separuh waktu dengan menjadi pengawas proyek dan membantu menggambar pola.

"Bahkan mengantarkan orang ke bandara alias jadi Gocar pun saya lakoni. Dengan adanya kondisi tersebut dan dibarengi kondisi ayah saya yang waktu itu juga lagi sakit (stroke), mau tidak mau saya standby di rumah untuk menjaga beliau," jelasnya.

Manfaatkan Lahan Kosong Samping Rumah

Ketika harus lebih banyak di rumah, Mifta menghabiskan waktu untuk membersihkan lahan kosong yang ada di samping rumahnya sedikit demi sedikit. Pria yang tinggal di Gresik, Jawa TImur itu pun terkejut ketika melihat lahan tersebut ternyata cukup luas.

"Awalnya sempit dan semrawut ternyata lebar setelah dibersihkan. Maka saya lanjutkan untuk membangun pergola beratap bening dan beberapa rak untuk meng-ekspose tanaman. Dengan dana yang mulai habis serta luas lahan yang terbatas (4x10 meter persegi) tersebut," tambahnya.

Mencoba bangkit setelah terdampak pandemi Corona, dia membulatkan tekad untuk mulai mencoba berbisnis tanaman hias. "Kadang ketika pulang mengantarkan orang ke Surabaya, saya mampir ke beberapa toko tanaman langganan proyek dulu untuk kulakan tanaman yang sesuai budget," ujarnya.

[Gambas:Instagram]



Mifta memutuskan untuk membuka taman yang menjadi tempatnya menjual tanaman hias tersebut untuk umum. Dia pun mempromosikannya melalui media sosial ataupun dari mulut ke mulut. Dia memberikan nama toko 'Taman Pinggir Kali', karena lokasinya berada di selokan besar mirip sungai.

"Beberapa pelanggan suka mampir dan cangkrukan alias duduk-ngobrol sambil menyeruput kopi hanya untuk mendengarkan derasnya suara air. Mereka bilang enak ya suasananya, teduh dan rindang seperti di pegunungan, ada air terjunnya lagi," tutur Mifta menirukan ucapan pelanggannya.

Mifta memutuskan menjual tanaman hias berdasarkan hobi. Sehingga dia pun menjalani pekerjaan barunya ini dengan senang hati. Ia juga menjual penunjang kebutuhan tanaman hias seperti pot, pupuk dan obat-obatan. Omzetnya saat ini masih fluktuatif, per minggu antara Rp 500 ribu - Rp 700 ribu.

"Jenis tanaman hias yang saya jual ada yang indoor dan outdoor. Baik untuk koleksi pribadi maupun untuk proyek. Harga mulai dari Rp 8.000 (jenis sirih, bakung, soka, aralia, keladi, phillo dan lain-lain). Ada juga yang harganya hingga Rp 10 juta (monstera borsigiana)," tuturnya.

Bagi kamu yang terdampak pandemi dan kehilangan pekerjaan tetap, Mifta mencoba memberikan semangat. Pastinya jangan berhenti berusaha.

"Di masa pandemi yang efeknya menyerang ke semua sektor usaha, baik kecil maupun besar. Yang pasti tetaplah bertahan kencangkan ikat pinggang dan berhemat! Mulailah membuat konsep rencana-rencana ke depan. Jangan berhenti usaha. Jeli membaca peluang usaha serta memanfaatkan teknologi yang ada, misalnya internet untuk strategi pemasarannya," pungkasnya.

Kisah Miftakhur Rokman terdampak pandemi, kini sukses menjalani bisnis taaman hias.Kisah Miftakhur Rokman terdampak pandemi, kini sukses menjalani bisnis taaman hias. Foto: Dok. pribadi Miftakhur Rokman.
(gaf/eny)