Kisah Monica Oudang, Lebarkan Misi Sosial Gojek Lewat Yayasan Anak Bangsa Bisa

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 05 Mei 2021 11:30 WIB
Yayasan Anak Bangsa Bisa Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Monica Oudang yang sebelumnya dikenal sebagai Chief HR Gojek kini mengambil tantangan baru sebagai Chairperson Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB). Dikatakan punya 'spirit' yang sama dengan Gojek, Monica mengambil kesempatan baru ini sebagai upaya melebarkan dampak sosial kepada lebih banyak masyarakat Indonesia. Selama pandemi YABB pun telah menyumbangkan ratusan ribu sembako dan jutaan voucher makanan tanpa biaya distribusi.

Dalam wawancara virtual dengan Wolipop beberapa waktu lalu, Monica Oudang menceritakan peran barunya sebagai Chairperson YABB. Sejak Februari tahun ini, wanita tersebut telah menyandang posisi yang dikatakannya lebih menantang itu. Mengenai YABB, Monica mengatakan jika yayasan tersebut sudah sejak lama direncanakan tapi dipercepat karena banyaknya orang yang butuh bantuan selama pandemi Corona.

"Gojek sebagai perusahaan sudah membawa massive transformation kepada masyarakat Indonesia. Salah satu thought process-nya adalah bagaimana kami bisa membawa dampak misi sosial kami kepada masyarakat lain yang bukan ekosistem Gojek.

Yayasan Anak Bangsa BisaYayasan Anak Bangsa Bisa Foto: Dok. Gojek

"Jadi sudah ada pembicaraan sebelumnya tapi di 2020 COVID-19 tiba-tiba hadir mempengaruhi kehidupan kita semua dan salah satu hal yang kami lihat dengan sangat nyata dalam ekosistem kami sendiri adalah kebanyakan dari mereka bergantung dari penghasilan sehari-hari begitu juga dengan 80% pekerja di Indonesia yang bekerja di informal sector jadi kita melihat dampaknya sangat besar pada kehidupan mereka," ungkapnya.

Tak butuh banyak waktu Monica kemudian membentuk yayasan dan mulai mengumpulkan dana. Dalam dua minggu, mereka bisa mengumpulkan Rp 120 miliar yang mulai didistribusikan di minggu ketiga kepada orang-orang terdampak dan mereka yang ada di garda terdepan. "Apa yang kita banggakan adalah kami menggunakan teknologi dan network saat itu di mana dalam tiga minggu kita berhasil set up our operation and distribution at zero cost. Semua dana yang dikumpulkan disalurkan untuk sembako, tidak ada yang terbuang," kata Monica.

Selain dalam bentuk makanan, YABB juga berusaha untuk membantu dalam jangka panjang dengan program Bersama Bisa. YABB fokus pada memastikan anak-anak yang membutuhkan agar tidak putus sekolah dengan memberikan tablet, kuota, dan bimbingan dari 'anak-anak' Gojek. Tujuan utamanya adalah mengubah pola pikir untuk membangun rasa percaya diri hingga kemampuan komunikasi.

Yayasan Anak Bangsa BisaYayasan Anak Bangsa Bisa Foto: Dok. Gojek

Di masa yang akan datang, YABB akan fokus pada memberikan akses dan kesempatan pada 'change makers' untuk nantinya bisa memecahkan masalah global. Karena itu, diluncurkanlah program Generasi Gigih. Sejalan dengan program pemerintah, program difokuskan untuk anak-anak SMK untuk membuat mereka siap bekerja di industri teknologi setelah di-training enam bulan.

"Pendaftarannya dibuka sampai 7 Mei jadi kami provide anak-anak yang tertarik dan end game-nya kita ingin provide mereka dengan kesempatan kerja jadi mereka diberikan mentorship dan internship oleh pengajar dan fasilitator dari Gojek yang berpartisipasi dengan harapan mereka siap pakai (di industri teknologi)," jelas ibu dua anak itu.

Mitra driver Gojek sedang mendapatkan sosialisasi program #bersamaBISA dari Yayasan Anak Bangsa BisaMitra driver Gojek sedang mendapatkan sosialisasi program #bersamaBISA dari Yayasan Anak Bangsa Bisa Foto: Dok. Yayasan Anak Bangsa Bisa

Pindah ke pekerjaan yang bisa dibilang berbeda dengan sebelumnya, Monica mengungkap keputusan di baliknya. Ia mengaku jika tawaran untuk memimpin YABB mengingatkannya pada titik awal ketika pertama kali bergabung dengan Gojek. Monica selalu tergugah dengan tujuan lebih besar saat mengambil pekerjaan yang dampaknya bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

"Tantanganya berbeda sebelumnya I really enjoyed it karena berhubungan dengan orang, begitu juga dengan yang sekarang. Tapi the impact i wanna create is different. Purpose-nya sama helping people dan helping people finding their purpose and their potential. Sekarang sangat challenging dan proses pembelajaran buat aku karena sesuatu yang sangat-sangat baru, but i found it as my playground that stimulates me untuk berpikir," kata Monica.

(ami/ami)