Viral Pemandangan Unik Satu Keluarga Asal Banyumas yang Diwisuda Bareng

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 09 Mar 2021 13:15 WIB
Bapak-ibu dan anak sekeluarga asal Brebes ini kompak wisuda bareng di lapangan Mas Mansoer, Kampus I UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Purwokerto, Sabtu (6/3/2021). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Jakarta -

Keluarga bisa menjadi suporter terbesar seorang anak untuk melanjutkan pendidikan akademis. Bukan hanya berupa dukungan materi dan nasehat tapi juga contoh nyata yang memotivasi. Seperti seorang mahasiswa asal Banyumas yang kuliah bersamaan dengan kedua orangtuanya. Beberapa waktu lalu, mereka satu keluarga bahkan diwisuda berbarengan di Brebes, Purwokerto.

Satu keluarga asal Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak perempuan baru saja wisuda kelulusan universitas. Ketiganya datang dari kampus yang sama yakni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Adalah pasangan suami istri Muhammad Daswalidin dan Heni Mei Deviyani beserta putri sulung mereka, Aniestria Ahshaina Aghnat yang menampilkan pemandangan langka.

Ketiganya pun lulus dengan gelar dan jurusan yang berbeda. Ibu dan ayah lulus pascasarjana sedangkan anak mereka resmi menjadi sarjana. Dilansir Antara, keluarga tersebut mengaku senang bisa melangsungkan prosesi wisuda bersama pada Sabtu, (6/3/2021).

"Alhamdulillah hari ini bisa melaksanakan prosesi wisuda baik pascasarjana maupun sarjana berjalan dengan baik dan lancar, dengan mematuhi protokol kesehatan secara sempurna. Kami merasa bersyukur pada Allah SWT dan berbahagia pada kesempatan hari ini kami satu keluarga dapat mencapai target pendidikan," kata Muhammad Daswalidin didampingi istri dan putrinya setelah acara yang dilangsungkan daring dan luring itu.

Tak hanya bisa wisuda berbarengan, keluarga ini juga mendapat nilai yang cukup memuaskan. Daswalidin lulus dari Magister Manajemen dengan IPK 3,7 sedangkan Heni lulus dari Magister Pendidikan dengan IPK 3,9. Adapun putrinya yang kini menjadi Sarjana Farmasi mendapat IPK 3,17. Dikatakan jika Aniestria berniat untuk melanjutkan studi Profesi Apoteker sehingga bisa berwirausaha secara mandiri.

"Kami saling menyemangati. Ketika mengerjakan sendiri-sendiri dan saling berbagi," kata wanita yang kini menjadi guru SD Negeri Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Aniestria sendiri mengaku momen ini sangat berkesan untuknya karena tidak bisa dialami semua orang. "Pastinya momentum yang sangat langka yang tidak smeua orang mungkin bisa merasakan wisuda bersama," kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.

(ami/ami)