Kisah Wanita Jadi Perias Mayat Gratis, Sering Dapat Bisikan dari Jenazah

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 23 Feb 2021 13:47 WIB
Foto: Instagram @gloriaelsa_hutasoit Foto: Instagram @gloriaelsa_hutasoit
Jakarta -

Gloria Elsa Hutasoit mendedikasikan hidupnya untuk berbuat kebaikan. Salah satunya adalah dengan jadi perias jenazah tanpa bayaran. Menurutnya, setiap orang berhak untuk terlihat layak dan cantik di hari terakhir mereka. Ia sendiri mencari penghasilan dengan melakukan berbagai macam hal, mulai dari ngamen hingga julan ikan cupang.

Belum lama ini Gloria menceritakan kisahnya sebagai perias jenazah kepada 20detik. Wanita itu mengaku terinspirasi dari kebaikan yang diberikan Tuhan dan ingin membalasnya dengan menolong dan menjadi bagian dari orang yang berduka. "Karena saya mau mengembalikan apa yang Tuhan pernah kasih dalam kehidupan saya di mana ada satu titik waktu itu saya pernah dibantu Tuhan pada saat suami saya sakit dan kita dalam keadaan sudah," kata Gloria dalam wawancara.

Menjadi perias jenazah tentu bukan hal yang mudah. Gloria harus bisa membuat mereka tampak layak dengan segala kondisi yang dialami sebelumnya. Tak jarang ia pun menggunakan hal-hal tak biasa dalam makeup seperti lem hingga tanah liat untuk membuat makeup menempel hingga menutup luka terbuka. Karena itu, menurutnya perias jenazah harus berpikir cepat untuk menanganinya.

gloria elsa hutasoitgloria elsa hutasoit Foto: 20detik

Selain itu, tentunya perias jenazah harus siap berhadapan dengan kemistisan. Gloria sendiri tentu pernah mengalami hal-hal aneh yang bahkan membuatnya sampai sakit ketika merias orang terkena santet. Ia pun mengaku memang jadi lebih sensitif setelah sering merias mayat.

"Saya pernah ngerias orang yang sakit karena disantet itu pada saat saya datang, foto banyak gerak dan jatuh, tangannya meringkuk. Kalau orang meninggal kan dingin ya, ini panas. Jadi saya bisikin, saya doain. Pulang dari situ saya demam, tidak bisa tidur, panas, dan mencekam banget sih waktu merias itu. Banyak banget suara yang saya dengar, suara yang menyeramkan, auman singa, dan lain-lain," kata Gloria.

Bahkan tak jarang Gloria juga menjadi perantara antar jenazah dan keluarga. "Ketika aku merias, aku berbicara secara roh dengan roh. Biasanya aku dapat pesan khusus dari orang yang sudah meninggal untuk orang yang masih hidup. Keluarga yang ditinggalkan dan aku sampaikan karena orang meninggal punya hal yang belum sempat diwariskan,"

Tak hanya gratis merias jenazah, Gloria juga aktif dalam kegiatan bersifat amal lainnya. Ia mengajar makeup untuk difabel dan mengorganisir produk-produk kosmetik kadaluarsa untuk perias jenazah di kawasan terpencil. Program yang disebutnya sebagai Maraton Kebaikan itu ternyata peninggalan suaminya yang meninggalkan karena diabetes.

[Gambas:Video 20detik]


Apa itu Maraton Kebaikan yang dimaksud Gloria soal merias jenazah? KLIK HALAMAN SELANJUTNYA.

Selanjutnya
Halaman
1 2