Aung San Suu Kyi Ditangkap, Miss Universe Myanmar Serukan Penyelamatan

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 01 Feb 2021 14:15 WIB
Candy Thuzar Foto: Instagram @thuzar_wintlwin
Jakarta -

Aung San Suu Kyi tengah ditahan oleh militer Myanmar. Diduga jika penangkapannya dan beberapa pemimpin Myanmar lain adalah usaha untuk melakukan kudeta. Dalam seminggu belakangan, politik di negara tersebut memang sedang bergejolak. Pihak militer pun telah memberikan pernyataan bahwa itu dilakukan sebagai tanggapan atas adanya kecurangan dalam pemilu tahun lalu.

Beberapa waktu ini terjadi ketegangan antara pemerintah sipil dan militer yang mengkhawatirkan. Tak lama setelahnya militer mulai mengambil alih kekuasan yang menimbulkan kondisi darurat. Dunia pun dikejutkan dengan penangkapan Aung San Suu Kyi yang telah lama dianggap sebagai simbol HAM dan harapan di negaranya.

Myanmar leader Aung San Suu Kyi watches the vaccination of health workers at hospital Wednesday, Jan. 27, 2021, in Naypyitaw, Myanmar. Health workers in Myanmar on Wednesday became the country's first people to get vaccinated against COVID-19, just five days after the first vaccine supply was delivered from India. (AP Photo/Aung Shine Oo)(AP Photo/Aung Shine Oo) Foto: AP Photo

Ditahannya Aung Sang Suu Kyi yang merupakan pemimpin de facto Myanmar mengundang simpati dari banyak pihak, termasuk Miss Universe Myanmar 2020. Dalam unggahan terbaru, ratu kecantikan bernama Candy Thuzar itu mengunggah postingan untuk mengkampanyekan pembebasannya.

"Tolong pemimpin kami Daw Aung San Suu Kyi," tulis Candy yang meminta penyelamatan atas pemimpin negaranya itu.

[Gambas:Instagram]



Bentuk dukungan Miss Universe Myanmar Candy Thuzar untuk pembebasan Aung San Suu Kyi juga ditunjukkan dalam beberapa postingan yang lain. Dalam sebuah unggahan Insta Story, ia juga membagi pernyataan dari Gedung Putih yang mengaku ikut memonitori keadaan dan mendukung warga Myanmar.

Aung San Suu Kyi yang merupakan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang mendominasi pemerintahan dikenal sebagai aktivis HAM. Anak dari pahlawan kemerdekaan Myanmar itu sejak awal menentang militer karena kekejaman mereka selama memerintah. Ia sendiri pernah dianugerahi Nobel Perdamaian ketika menjadi tahanan rumah.

Wanita yang pernah ditahan selama 15 tahun ini pada 2015 akhirnya menjadi pemimpin NLD yang kemudian memenangkan pemilu setelah 25 tahun. Aung San Suu Kyi yang pernah menikah dengan pria asal Inggris Michael Aris tersebut memang bukan presiden Myanmar tapi dianggap sebagai pemimpin de facto.

Meski dielu-elukan karena perjuangan sebagai aktivis HAM dan demokrasi, Aung San Suu Kyi yang punya gelar 'Nyonya' ini juga pernah mendapat kritik karena masalah Rohingya. Ketika itu, Suu Kyi dianggap menutup mata dengan berbagai masalah yang dihadapi etnis minoritas beragama muslim tersebut hingga membuat mereka berniat untuk melarikan ke Bangladesh.

(ami/ami)