Kisah Wanita Merintis Bisnis, Naik Turun Gunung untuk Cari Ladang Vanili

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 28 Jan 2021 19:30 WIB
Lidya Rinaldi Foto: Dok. Lidya Rinaldi
Jakarta -

Indonesia memiliki banyak sumber dalam alam potensial yang belum dikembangkan secara maksimal. Salah satunya adalah vanili. Tak banyak yang tahu bahwa Indonesia adalah penghasil vanili terbesar karena kebanyakan orang membeli hasil jadinya dari luar. Seorang wanita bernama Lidya Rinaldi pun berniat untuk mengeksplor vanili hasil negeri sendiri menjadi produk-produk siap pakai yang halal dan sehat. Kini bisa dibilang sukses, ia telah melewati banyak tantangan mulai dari cari ladang hingga ditipu petani.

Lidya merupakan salah satu pemenang dari Diplomat Success Challenge XI yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Wismilak Foundation. Berkat ide bisnisnya untuk brand La Dame in Vanilla, wanita 34 tahun itu mendapat hibah modal usaha senilai Rp 300 juta. Melalui program yang menganggat tema #BikinGebrakan tersebut, Lidya mengaku mendapat banyak ilmu dan pembelajaran untuk mempertajam bisnisnya.

Lidya awalnya menekuni bisnis vanili karena hobi membuat kue. Saat suatu hari ingin mengikuti sebuah resep, wanita yang menetap di Bali itu tidak bisa menemukan ekstrak vanili di toko kue. Sedangkan di gerai import, ia hanya mendapati produk yang mengandung alkohol. Dari situ, Lidya terpikir untuk bikin sendiri kemudian memulai menjualnya. Tapi sayangnya di lima bulan pertama, pemilik brand La Dame in Vanilla itu masih belum bisa menggaet pelanggan.

Lidya RinaldiLidya Rinaldi Foto: Dok. Lidya Rinaldi

"Saya sempat nangis karena tiga bulan pertama tidak ada pelanggan karena orang Indonesia tahunya vanilla itu bersih putih padahal aslinya warnanya hitam. Customer pertama saya waktu itu orang Jerman jadi sepertinya ini lebih dilirik masyarakat luar. Padahal sayang karena vanilla adalah rempah termahal kedua setelah saffron. Lalu saya berpikir ini edukasinya harus effort dan saya mulai informasikan bahwa vanilla itu seperti ini, awalnya belum banyak yang care tapi i kept going," katanya saat dihubungi Wolipop pada Selasa, (26/1/2021).

Setelah mulai mendapat pelanggan, Lidya dihadapkan dengan masalah bahan utama yang sulit ditemukan di pasaran. Ketika itu, ia sampai mendatangi Dinas Pertanian dan terkejut ketika mengetahui tidak ada petani yang mau menanam vanili lagi. Pebisnis ini bahkan sampai naik turun gunung untuk mencari ladang yang juga tidak membuahkan hasil. Saat itu, ia memutuskan untuk mencari petani yang pernah menanam vanili dan meyakinkannya untuk kembali memproduksi.

"Akhirnya saya cari petani yang pernah tanam vanilla, saya tanya kenapa nggak tanam lagi jawabannya simpel karena nggak laku. Awalnya mereka underestimate saya karena biasanya yang datang itu tengkulak atau orang luar negeri. Akhirnya saya bisa meyakinkan mereka karena kita create bonding jadi pendekatannya lebih ke kekeluargaan. Farmers adalah our roots jadi kami benerin infrastruktur di desa dan akhirnya mereka lebih loyal. Dan sekarang saya senang karena jadi banyak banget yang nanam vanilla," kata Lidya.

Arlin ChondroArlin Chondro Foto: Dok. Diplomat Success Challenge

Melalui brand-nya, Lidya mengaku ingin menambahkan nilai pada vanili Indonesia yang sering diekspor dan dijual mahal saat sampai di sini sebagai produk jadi. La Dame in Vanilla pun menjual berbagai hasil tanaman vanili, mulai dari biji, ekstrak, pasta, garam, gula, hingga poundcake mix. Bukan essence dan dibuat dari vanili asli, ia pun mengklaim jika produk-produknya lebih sehat dan bermanfaat. Vanili sendiri dikatakan punya fungsi anti aging, anti inflamasi, hingga membantu program diet.

Banyak pedagang yang merugi saat pandemi. Namun Lidya bersyukur jika bisnisnya cukup baik setahun ini. "Produk terbaru kami ada pound cake mix karena selama pandemi banyak orang yang jadi chef dadakan padahal sebelumnya nggak pernah baking dan health conscious jadi tinggi. Alhamdulillah kami juga bisa membuka jalan bagi bisnis baru, misalnya bisnis brownies, cupcake karena produk kami jadi kuncian pencari rezeki bagi customer yang WFH bahkan dipecat," tuturnya lagi.

Lidya RinaldiLidya Rinaldi Foto: Dok. Lidya Rinaldi

Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Atmajaya Yogyakarta ini pun membagi tipsnya pada para calon wirausaha. Selain passion, menurutnya penting untuk punya keyakinan pada diri sendiri dan harus siap rugi. "Berdasarkan pengalaman, saya dealing dengan petani juga tidak mudah karena saat itu kita juga pernah tertipu lumayan banyak karena sangking percaya jadi bisnis juga pasti ada up and down. Make it as a challenge and find the solution,"

"Harus yakin terhadap apa yang kita ingin kerjakan. Yang paling penting juga pastikan bahwa usaha kita sebuah solusi bagi sesuatu. Kadang kita suka tapi orang lain belum tentu butuh. Kalau (kemampuan kamu) amazing sekali mungkin bisa create bukan hanya needs tapi wants. Dan bisnis itu memang susah jadi harus siap pasang surutnya. Planning harus mateng dan harus siap rugi. Ya, intinya mulai aja dulu," tutup Lidya.

(ami/ami)