Bukan Corona, Ini Alasan Mengejutkan Banyak Tempat Karaoke Tutup di Korea

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 25 Jan 2021 19:00 WIB
Myeong-dong fashion street, Seoul central district. 서울 명동 Foto: Getty Images/iStockphoto/july7th
Jakarta -

Karaoke menjadi salah satu tempat nongkrong populer di Korea. Sudah menjadi sebuah budaya, tempat yang disebut sebagai 'noraebang' tersebut bahkan bisa dengan mudah ditemui di jalanan. Namun laporan terbaru menyebutkan jika jumlah tempat karaoke di Korea mengalami penurunan. Bukan disebabkan oleh virus Corona, alasannya adalah karena perubahan budaya kerja.

Kamu yang sering nonton drama Korea atau pernah mengunjungi Korea mungkin sudah familiar dengan budaya karaoke di sana. Karaoke sering dijadikan aktivitas untuk melepas penat. Tempat itu pun bukan hanya sering dikunjungi keluarga atau grup pertemanan tapi juga rekan-rekan kerja.

Meski sering dikunjungi berbagai kalangan, banyak tempat karaoke tutup belakangan. Pada 2011, tempat karaoke mencapai 35 ribuan tapi baru-baru ini jumlahnya turun 2000an. Apa alasannya?

Myeong-dong fashion street, Seoul central district. 서울 명동 Foto: Getty Images/iStockphoto/july7th

Salah satu hal yang membuat tempat karaoke sangat populer pada awalnya adalah karena sering dijadikan spot berkumpul pekerja kantoran. Selain untuk melepas stres, berkaraoke umumnya juga menjadi sarana untuk saling menguatkan hubungan antar kolega. Biasanya hal itu dilakukan setelah pulang kantor atau setelah makan malam bersama. Dan tutup banyak karaoke juga dipengaruhi budaya ini yang perlahan berkurang.

Dilansir Koreaboo, budaya kerja di Korea mulai berubah. Jika dulu banyak orang mengutamakan kerja dan uang, kini keseimbangan hidup lebih diperhatikan. Tak lagi ingin menuruti kebiasaan untuk makan bersama hingga larut malam, kini kehidupan pribadi menjadi prioritas. Karena itu, banyak yang memilih untuk pulang untuk menghabiskan waktu bersama orang tersayang atau mungkin diri sendiri.

Dikatakan jika budaya kumpul setelah pulang kerja atau 'hwesik' semakin menurun atau paling tidak durasinya berkurang. Banyak orang kini lebih ingin fokus pada diri sendiri daripada menghabiskan waktu bersama rekan-rekan. Karena itu lah, tempat karaoke juga perlahan jadi kurang peminat.

(ami/ami)