Warga Korea Selatan Diimbau Lebih Sering Bercinta karena Alasan Ini

Hestianingsih - wolipop Minggu, 11 Jun 2017 12:06 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Melahirkan anak bisa dapan insentif? Hal itu bisa terjadi jika Anda tinggal di Korea Selatan.

Seperti dikutip dari Independent, tingkat kelahiran anak di Korea Selatan terbilang rendah hingga mengharuskan pemerintah mengambil langkah untuk meningkatkannya. Salah satu caranya dengan memberikan insentif bagi warganegara yang bersedia menambah anak.

Berdasarkan data statistik yang dilansi Business Insider, tingkat kelahiran di Korea Selatan hanya 1,25 anak per wanita. Rendahnya angka lahir ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah regenerasi di negeri kelahiran para bintang K-pop dan K-drama itu.

Koreaboo melaporkan, faktor paling penting yang menentukan kesuksesan sebuah negara adalah kesejahteraan warganya. Salah satu faktor penentunya adalah tingkat 'replacement fertility' yang baik.

Istilah 'replacement fertility' digunakan untuk mendeskripsikan angka kelahiran yang diperlukan untuk menjaga populasi sebuah negara tetap konstan. Tidak kekurangan maupun kelebihan populasi. Idealnya untuk menjaga populasi dan regenerasi tetap stabil seorang wanita diharapkan memiliki minimal 2,1 orang anak.

Tapi akibat faktor budaya dan ekonomi, hanya setengah dari seluruh negara-negara di dunia yang mencapai target angka 'replacement fertility'. Sementara negara-negara yang belum mencapai target tersebut didorong untuk menjalankan berbagai strategi agar lebih sering berhubungan seks untuk mendapatkan keturunan.

Untuk itu pemerintah Korea Selatan mengeluarkan kebijakan untuk memberikan insentif bagi wanita yang memiliki lebih dari satu anak. Uniknya lagi untuk lebih mendukung program tersebut, hari Rabu di minggu ketiga tiap bulan, ditetapkan sebagai 'Hari Keluarga'. Di hari tersebut, kantor-kantor di Korea Selatan akan mematikan lampu tepat pukul 7 malam. Artinya karyawan harus sudah pulang kerja pada jam tersebut agar punya cukup waktu untuk berhubungan seks dengan pasangan.

Selain Korea Selatan, sembilan negara lain yang juga mengharapkan warganya untuk lebih sering berhubungan seks --untuk menambah anak-- adalah Singapura, India, Italia, Hong Kong, Spanyol, Romania, Jepang, Rusia dan Denmark. (hst/hst)