Banyak Millennial di Korea Selatan Pilih Jadi Jomblo, Ini Alasannya

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 21 Jun 2019 14:07 WIB
Foto: TvN Foto: TvN

Korea Selatan - Ternyata millennial di Korea Selatan banyak yang memilih untuk jadi jomblo. Dari survei yang dilakukan oleh Korea Institute for Health and Social Affairs menunjukkan bahawa pria dan wanita usia 20 sampai 44 tahun hanya kurang dari 40% yang aktif berkencan. Sisanya tetap jadi jomblo.

Lebih mengejutkannya lagi, muda-mudi di Korea Selatan ini tidak tertarik dengan pernikahan. Penelitian di 2015, 90% pria dan 77% wanita dari usia 25 sampai 29 tahun tidak menikah. Angka tersebut menurut semakin bertambahnya usia, 33% usia 40 sampai 45 yang tidak menikah.


Apa alasannya yang membuat millennial di Korea Selatan memilih menjomblo?

1. Faktor Ekonomi
Alasan terbesar adalah faktor ekonomi. Dalam beberapa tahun ke belakang ini, tingkat pengangguran melonjak tinggi. Pacaran, menikah dan memiliki anak dianggap tidak penting lagi bagi kaum muda di Korea Selatan. Seperti dikutip dari South China Morning Post, pada survei di 2013 menunjukkan bahwa pasangan di Korea Selatan menghabiskan setidaknya US$ 90 ribu atau 1,2 miliar untuk menikah, termasuk gedung, hadiah pernikahan untuk mertua dan hal-hal lainnya.

2. Biaya Kencan Mahal
Seperti dikutip CNN, biaya kencan juga mahal di Korea Selatan. Perusahaan perjodohan Duo mengestimasi biaya sekali kencan sekitar US$ 55 atau Rp 700 ribuan. Sementara upah minimum di Korea Selatan sekitar US$ 7 atau Rp 90 ribuan per jamnya. Sehingga mereka perlu bekerja sekitar 8 jam untuk membiayai sekali kencan.


3. Jam Kerja Tinggi
Budaya kerja di Korea Selatan yang juga membuat millennial banyak yang menjomblo. Mereka tidak memiliki waktu untuk pacaran karena jam kerja yang tinggi. Dalam sebuah data menunjukkan bahwa orang Korea jam kerjanya lebih tinggi 250 jam dibanding orang Amerika. Sehingga mereka lebih fokus dengan pekerjaan dan karier.

4. Menikah = Berakhirnya Karier Bagi Wanita
Budaya Korea Selatan masih sangat konservatif dan patriarkal, wanita setelah menikah biasanya harus melepas karier. Hal tersebut yang membuat wanita merasa itu tidak adil. Alasan ini yang kadang membuat wanita di Korea Selatan memilih untuk single dan tidak punya anak.

(kik/kik)