Elon Musk Jadi Orang Terkaya, Ini 8 Fakta Masa Kecilnya yang Tak Terduga

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 08 Jan 2021 13:30 WIB
Elon Musk Elon Musk, orang terkaya di dunia. Foto: Instagram
Jakarta -

Elon Musk baru saja dinyatakan sebagai orang terkaya di dunia. Latar belakang dan kehidupan bos Tesla yang diperkirakan punya harta Rp 2.700 triliun itu pun ikut jadi perbincangan. Berbagai laporan mengungkap fakta-fakta mengenai masa kecilnya yang tidak biasa. Dikatakan jika Elon Musk pernah jualan permen hingga di-bully di sekolah.

1. Pernah Jualan Permen ke Orang-orang Kaya


Sebelum jadi orang kaya, Elon Musk pernah merasakan berjualan dari rumah ke rumah. Ketika tinggal di Pretoria, Afrika Selatan, Elon bersama saudaranya Kimbal dan sepupu-sepupu mereka menjajakan cokelat Easter egg di perumahan orang-orang kaya. Ketika itu, Elon kecil bahkan sudah bisa menghasilkan keuntungan 20 kali lipat modal.

"Kenapa kamu menagih $10 (Rp 140 ribuan) untuk Easter egg dan aku bilang karena kamu sedang mendukung kapitalis muda. Dan realitanya jika kamu tidak beli dari aku, kamu tidak akan bisa mendapatkannya, dan aku tahu kamu bisa beli dengan $10," ujar Kimbal kepada CNBC.

2. Elon Musk Pernah Di-bully


Elon Musk cukup terbuka mengenai masa kecilnya yang pernah mengalami bullying. Ketika duduk di Sekolah Dasar, ia adalah orang termuda dan terkecil di kelas dan lebih 'nerdy' daripada anak kebanyakan. Karena itu, pendiri perusahaan SpaceX ini sering diganggu. Elon mengaku pernah dipukuli dan didorong dari tangga sampai masuk rumah sakit. Hal tersebut berlanjut sampai ia berusia 15 dan di usia 16, ayah tujuh anak itu belajar karate, judo, dan gulat untuk bela diri.

Elon Musk Ngopi MarsElon Musk Foto: Twitter/Istimewa

3. Dikira Tuli


Elon kecil juga sempat dikira tuli oleh dokter dan orangtuanya karena sering tidak responsif. Akhirnya sang ibu Maye Musk mengetahui bahwa anaknya sedang memikir temuan-temuannya hingga tidak bisa diganggu. "Dia masuk ke otaknya maka kamu bisa melihat dia ada di dunia lain. Dia masih melakukan itu. Sekarang aku tinggalkan saja karena aku tahu dia sedang mendesain roket atau sesuatu," kata ibunya.

4. Bikin Roket Saat Tak Ada Ortu


Seperti kebanyakan anak lain, Elon sering bermain ketika orangtua tidak di rumah hingga merusak barang. Namun mainan Elon adalah membuat ledakan, membaca buku, dan membangun roket, dan hal-hal lain yang bisa membuatnya 'terbunuh'. Dikatakan sebenarnya ibu Elon meminta ART untuk menjaganya tapi sepertinya dia terlalu diperhatikan.

5. Elon Musk Suka Baca Sejak Kecil


Salah satu kunci kepintaran adalah membaca. Elon Musk pun sudah sangat suka membaca sejak kecil dan hobi tersebut menjadi salah satu hal penting dalam membakar ambisinya. Pemilik akun Twitter @elonmusk tersebut dilaporkan sudah membaca ensiklopedia Britannica di usia sembilan. Ia pun bisa membaca komik, novel fiksi sains dan nonfiksi hingga 10 jam sehari. "Aku dibesarkan oleh buku-buku. Buku-buku lalu orangtuaku," kata mantan suami Justine Musk itu.

FILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his company's factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012.   REUTERS/Noah Berger/File PhotoFILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his company's factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012. REUTERS/Noah Berger/File Photo Foto: Reuters

6. Bikin Video Game Sendiri


Fakta menarik lain mengenai Elon Musk adalah di usia 12 tahun, ia sudah membangun space game sendiri yang terinspirasi dari fiksi sains bernama Blastar. Ketika itu, ia menjualnya dengan harga $500 (Rp 7 jutaan).

7. Pernah Coba Bikin Tempat Game


Sejak remaja, jiwa mencipta dan berbisnis Elon pun sudah menggeliat. Di usia 16, ia dan saudara-saudaranya sempat punya ide untuk bikin tempat game. Sudah teken kontrak, tapi rencana mereka gagal karena pemerintah kota menilai anak-anak itu terlalu muda. Saat rencana bisnis tersebut diketahui para orangtua, mereka dikatakan marah besar.

8. Elon Musk Pindah ke Amerika Saat Remaja


Tak banyak yang tahu bahwa Elon Musk berasal dari Afrika Selatan. Dilansir Wikipedia, ayahnya yang seorang elektromekanika, pilot, dan pelaut berasal dari Afrika Selatan sedangkan ibunya yang seorang model adalah orang Kanada. Ia bermigrasi ke Amerika ketika kuliah di usia 17. Saat baru pindah, ia mengaku bisa bertahan dengan hanya $1 (Rp 14 ribuan) untuk sehari.

(ami/ami)