Kisah Miliuner Termuda di Usia 25, Sudah Punya Hak Paten Sejak Umur 13

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 23 Des 2020 19:00 WIB
Austin Russel Foto: Dok. Luminar
Jakarta -

Austin Russel disebut sebagai miliuner termuda di dunia. Founder dan CEO dari startup Luminar Technologies tersebut menyandang status orang terkaya dengan usaha sendiri di usia 25 tahun. Austin memang telah bisa menghasilkan uang sejak kecil. Dikatakan jika ia sudah memiliki hak paten saat umur 13. Kini Austin tengah fokus menciptakan teknologi untuk mobil tanpa supir.

Austin menjadi miliuner termuda berkat perusahaannya yang kini mengembangkan mobil autonomi atau bisa mengemudikan sendiri. Kesuksesannya pun telah diprediksi Forbes yang pernah memasukkannya dalam daftar 30 Under 30 2018 lalu. Disebut sebagai orang kaya termuda, pria asal Amerika Serikat mengaku jika perjalanannya bersama Luminar cukup intens dan melelahkan.

"Aku masih relatif muda tapi ada banyak darah, keringat, dan air mata dalam ini. Dan aku beruntung bisa memberikan hasil yang cukup bagus," ungkapnya pada Forbes.

Sebelum mengembangkan mobil tanpa supir yang dikembangkan lewat teknologi Lidar, Austin Russel sudah punya banyak prestasi mengagumkan. Pria tersebut tampaknya memang terlahir jenius. Dilansir Forbes, Austin sudah bisa menghapal tabel periodik kimia di usia dua tahun.

Austin Russell pendiri dan CEO Luminar TechAustin Russell pendiri dan CEO Luminar Tech Foto: Twitter@LuminarTech

Jika anak kelas 6 SD suka bermain game, Austin bahkan bisa menghubungkan Nintendo DS untuk bisa dimainkan di handphone setelah suatu kali dilarang orangtuanya. Lalu setahun kemudian, Alex mulai memiliki hak paten pertamanya. Di usia 13, ia membuat sistem daur ulang air tanah yang bisa mengumpulkan air dari alat penyiram sehingga bisa menghemat air.

Punya otak yang jenius, ia pun melewatkan SMA dan langsung belajar di Irvine Beckman Laser Institute, Universitas California. Tak lama di sana, ia kemudian pindah ke Universitas Stanford untuk belajar fisika. Tapi Austin tidak sempat lulus kuliah karena drop out setelah memenangkan Thiel Scholarship yang membawanya pada startup Luminar di usia 17 tahun.

Mengenai bisnisnya sendiri, Austin mengaku yakin jika Lidar yang sudah dipakai oleh pabrikan mobil dunia seperti Volvo, Mobileye (Intel), dan Daimler itu nantinya bisa menyelamatkan nyawa orang. Teknologi Lidar yang menggunakan laser ini pun sudah terpikirkan olehnya sejak remaja. Kini Austin ingin membuat teknologi tersebut lebih terjangkau agar bisa dipakai untuk banyak kegunaan.

"Ini seperti tidak nyata dan tidak masuk akal dan sangat sulit dijelaskan dikotominya tapi ini selalu menjadi tujuanku. Kami membangun perusahaan untuk menjadi bisnis jangka panjang dan memberdayai masa depan dari autonomi untuk semua automakers. Kami ada di sini untuk jangka waktu lama," kata Austin.

Fakta menarik lain mengenai pria kaya termuda ini adalah dia tidak memiliki akun Twitter dan Instagram. Bukan kutu buku, ia mengaku mempelajari banyak hal hanya dari Wikipedia dan YouTube.

(ami/ami)