Liputan Khusus Pindah Warga Negara

Cerita dan Alasan 4 WNI yang Pindah Kewarganegaraan, Bukan Cuma Wacana!

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 21 Nov 2020 14:46 WIB
Kristania Virginia Besouw yang kini menjadi tentara wanita dan perawat di Amerika Serikat Miss Indonesia 2006 Kristania Virginia pindah warganegara jadi warga AS. Foto: Dok. pribadi Kristania Virginia Besouw
Jakarta -

Beberapa waktu lalu wacana pindah kewarganegaraan sempat mencuat gara-gara adanya UU Cipta Kerja. Sebelum ada wacana tersebut, empat mantan WNI ini sudah lebih dulu pindah kewarganegaraan. Ini cerita mereka.

Empat orang kelahiran Indonesia berbagi kisah kepada Wolipop soal keputusan mereka tak lagi jadi WNI. Mereka memutuskan untuk pindah kewarganegaraan dengan alasan yang berbeda-beda.

Kristania Virginia Besouw atau akrab disapa Kristy adalah Miss Indonesia 2006 yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara, kini sudah menjadi warga negara Amerika Serikat. Alasannya pindah kewarganegaraan karena saat itu ingin memulai hidup baru dengan menjadi tentara AS.

"Tujuannya memang untuk mulai hidup baru. Aku suka berpetualang, look for new opportunities and learn about life in general. Waktu itu mama sudah duluan tinggal di USA, jadi aku nggak susah ambil keputusannya," tuturnya kepada Wolipop, Jumat (20/11/2020).

Saat tinggal di Los Angeles, Kristy mengubah visa turisnya menjadi visa pelajar. Dia meninggalkan studinya di jurusan ekonomi Universitas Sam Ratulangi untuk kuliah jurusan keperawatan. Setelah dua tahun di Los Angeles, wanita kelahiran 7 Mei 1985 itu memutuskan pindah menetap di Kansas, Amerika Serikat karena biaya sekolah di kota tersebut lebih murah.

Kristy pun berhasil menyelesaikan studinya di jurusan keperawatan. Namun setelah meraih gelar Associate Degree in Nursing, dia tidak lulus untuk mendapatkan sertifikasi sebagai perawat.

Saat mencoba meraih sertifikasi sebagai perawat ini, Kristy tertarik mendaftar sebagai bagian dari tentara Amerika Serikat. Wanita 35 tahun itu mendaftar progam Military Accessions Vital to the National Interest (MAVNI) pada 2014. Dia mendaftar dengan visa pelajar yang saat itu dimilikinya.

"Prosesnya panjang, awal background checknya aja aku tunggu delapan bulan. Terus ke Basic Trainingnya 10 minggu (Start Oktober 2014). Susah banget karena waktu itu aku masuk umur 28 tahun, sementara majority calon prajurit yang lain berusia 19-24 tahun, tapi ada juga beberapa yang lebih tua (batas masuk Army umur 34 tahun). Tapi lulus juga, Alhamdulillah," kenang Kristania Virginia Besouw.

Setelah lolos di tahapan pendaftaran, Kristy harus melalui tahapan berikutnya. Tahapan tersebut adalah Kristy harus pindah menjadi warga negara Amerika Serikat untuk menjadi tentara di negeri tersebut. Dia pun berpindah kewarganegaraan dari WNI menjadi warga AS pada 2014. Setelahnya, Kristy mulai menjalani pelatihan menjadi tentara AS.

Kisah selanjutnya ada Christya Makela atau akrab disapa Chrissy. Wanita yang berusia 31 tahun itu memutuskan untuk pindah kewarganegaraan ke Finlandia pada 2014. Alasannya pindah warga negara karena hobi travellingnya. Dia ingin keliling dunia tanpa terkendala visa.

Christya Makela suami Christya MakelaChristya Makela WNI yang kini jadi warga negara Finlandia. Foto: dok. pribadi Christya Makela

"Alasan pertama karena lebih memudahkan aku untuk mengurus hal-hal penting di Finlandia, seperti jual atau beli properti. Dan alasan kedua karena travel reason. Paspor Finlandia adalah salah satu paspor terkuat di dunia, jadi sangat memudahkan aku untuk keluar masuk negara-negara lain tanpa visa," ungkapnya dengan ramah saat diwawancara Wolipop.

Alasan untuk pindah kewarganegaraan lainnya datang dari Dewi Wulanjar-van Dongen yang menikah dengan pria asal Belanda. Ia sudah memikirkan dari jauh hari untuk menjadi warga negara Belanda.

"Sejak mama meninggal tahun 2012 sudah kepikiran untuk pindah warga negara. Dan lebih kuat lagi keyakinan untuk pindah sejak punya anak tahun 2015," tuturnya kepada Wolipop.

Ibu dari dua orang anak ini menjelaskan alasan terbesarnya pindah menjadi warga negara Belanda adalah agar paspor ia dan anaknya tidak berbeda.

"Karena anak paspor Belanda, aku nggak mau beda paspor sama mereka. Sebetulnya mereka bisa dua paspor sampai umur 18 tahun, tapi tidak aku bikinin paspor Indonesia karena aku takut kalau mereka nanti pilih paspor Indonesia. Aalasan kedua, karena masa depan lebih menjanjikan, ke mana-mana gampang kalau pakai paspor Belanda," ucapnya.

Refa Kashiki dan Hiromi KashikiRefa Kashiki dan Hiromi Kashiki Foto: Instagram @refakashiki

Pindah kewarganegaraan dengan alasan demi keluarga juga disampaikan pria bernama Refa. Pria yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah ini pindah kewarganegaraan menjadi warga Jepang.

Dia berpindah kewarganegaraan saat bekerja di Jepang sebagai supir forklift Fukuyama Transport. YouTuber yang memiliki 161 ribu Subscribers itu juga sudah meminang wanita asal Jepang dan memutuskan untuk menetap di Negeri Sakura

"Masalahnya rumit, kalau semua orang di Jepang haknya susah sekali. Kalau bukan orang Jepang itu hak-haknya tidak ada. Alasanku pindah negara Jepang, untuk melindungi keluarga. Misalnya orang luar negeri yang berantem dengan orang Jepang, pasti langsung dideportasi. Bukan masalah nasionalis. Aku kepengen bertanggung jawab dengan keluargaku," jelasnya.



Simak Video "Pesona Jihane Almira yang Masuk Nominasi Wanita Tercantik di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)