Kisah Sukses Anak Tukang Kebun yang Kini Bisa Beli Mobil Mercy untuk Ibu

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 12 Okt 2020 12:10 WIB
alha alfa Foto: Instagram @alhaalfa
Jakarta -

Abdul Datuk Abdul Al Halim Mohd Al Fadzil atau yang dikenal sebagai Alha Alfa punya kisah sukses yang inspiratif. Pria Malaysia yang dikenal sebagai pengusaha kosmetik dan makeup artist tersebut ternyata datang dari keluarga sederhana. Karena keadaan keluarganya, Alha bahkan dulu sering dituduh mencuri saat datang ke rumah orang. Kini ia sudah bisa memberikan ibunya hadiah mobil mercy.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, pemilik brand kosmetik Alha Alfa tersebut sempat mengungkap cerita yang tak banyak diketahui publik. Pria itu awalnya menulis rasa terima kasihnya kepada sang ibu yang telah membesarkannya. Ia lalu mengaku memberikan hadiah mobil mewah dalam foto yang merupakan kendaraan impian ibunya.

[Gambas:Instagram]



Alha Alfa pun lanjut menceritakan bahwa momen kesuksesan tersebut mengingatkannya pada peristiwa masa lalu. Dikatakan jika ia dulu tidak punya uang untuk membeli keperluan ketika masuk universitas. Saat itu, ibunya terpaksa menggadaikan gelang perkawinan kesayangannya untuk menambah biaya yang diantar sendiri oleh Alha ke tokonya.

Pria yang sebelumnya jadi pemberitaan karena bercerai setelah enam bulan tersebut pun mengaku merasa sedih kala itu. Terlebih gelang tersebut merupakan satu-satunya pemberian sang ayah. "Sehingga sekarang saya rasa terkilan kerana ia satu-satunya pemberian ayah pada ibu masa mereka berkahwin tetapi itu juga harta terakhirnya untuk anaknya ini sambung belajar," tulisnya.

[Gambas:Instagram]



Karena itu, Alha ingin membalas pengorbanan orangtunya. Apalagi bapak Alha seperti tidak pernah menunjukkan kesulitan atau rasa sedih ketika bekerja sebagai tukang kebun. Alha pun menghargai kerja keras ayahnya yang ketika itu hanya berpendapatan RM500 atau sektiar Rp 1,7 jutaan untuk membiayai empat orang anak. Sebelumnya ia pernah mengaku bahwa keluarga mereka sering dipandang rendah bahkan dituduh mencuri saat pergi ke rumah orang.

"Bayangkan ayah saya hanya bekerja sebagai tukang kebun dengan pendapatan RM500 dan perlu menampung kami empat beradik... saya sendiri tidak dapat bayangkan bagaimana ayah mampu melakukannya. Dipandang hina itu sudah biasa malah kalau bertandang ke rumah orang dan ada barang yang hilang kamilah sekeluarga menjadi mangsa dituduh mencuri," ungkapnya kepada M Star.

Untuk itu ke depannya, ia pun berharap bisa memberi lebih banyak lagi kepada ayah dan ibunya. "nak bagi ibu ayah senang, lepas tu baru diri sendiri insha allah," tulisnya.

(ami/ami)