Kisah Anak Tukang Ledeng yang Dulu Kerja Serabutan, Kini Hartanya Rp 69 T

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 09 Okt 2020 06:00 WIB
Ken Langone Foto: CNBC
Jakarta -

Kenneth Gerard Langone Sr. atau yang dikenal sebagai Ken Langone adalah salah satu dari empat pendiri Home Depot. Sukses membangun perusahaan toko retail yang menyediakan berbagai keperluan rumah hingga buka 2,200 cabang, Ken ternyata belajar bisnis dari kerasnya kehidupan. Dikatakan jika ia datang dari keluarga sederhana yang dulu setiap bulannya hidup pas-pasan. Sudah bekerja sejak kecil, Kenneth pun mempelajari perspektif untuk jadi pebisnis andal.

Pria asal New York, AS ini diprediksi memiliki kekayaan bersihnya diprediksi senilai $4,7 miliar atau sekitar Rp 69 triliun. Ia pun menjadi salah satu pendonor utama untuk Partai Republik. Tak disangka jika Ken pernah hidup pas-pasan dan mulai bekerja serabutan sejak usia 11 tahun. Namun karena kondisi perekonomian keluarga itu lah, Ken belajar melakukan banyak hal yang memotivasinya untuk jadi sukses.

Di usia 11 tahun, Ken mengaku sering menjual hiasan Natal hingga mengumpulkan kardus setelah sadar hal itu mendatangkan uang. Ketika umur 14, ia mulai mengantar koran, bekerja di toko daging, memotong rumput, hingga menjadi caddie. "Dan aku mulai bekerja konstruksi di usia 16 dan 17," ungkapnya dilansir CNBC.

Yang memotivasi untuk banyak bekerja saat itu sebenarnya sederhana yakni ingin punya uang. "Aku ingin menghasilkan uang. Ayahku adalah seorang tukang leder, ibuku bekerja di kantin sekolah. Uang tidak banyak. Orangtuaku hidup dari gaji ke gaji," kata miliuner tersebut.

"Kami punya banyak makanan yang enak tapi aku berpikiran aku ingin punya uang dan mau bekerja dan aku benar-benar bekerja keras. Aku membangun etos kerja yang aku pikir membantuku berdiri selama bertahun-tahun," tambahnya.

Sejak muda, ternyata Ken memang sudah punya perhitungan yang baik mengenai uang. Selain selalu termotivasi mengumpulkan uang agar bisa mandiri, ia juga hanya menghabiskannya sesekali untuk nonton atau beli busana. "Aku tidak bodoh dengan uangku tapi di sisi lain aku juga menikmatinya," ujar pria 82 tahun itu.

Salah satu hal yang dianggap Ken menjadi kunci kesuksesannya adalah tahu cara membaca orang. Dan kemampuan itu didapatkan dari bekerja di banyak bidang. Ken mengaku banyak belajar ketika ia jadi caddie atau pramugolf.

"Ketika kamu membawa barang dan kamu bawa tas seorang pria, menarik bahwa banyak orang yang tidak menyalahkan caddie ketika mereka memukul dengan buruk dan ada beberapa orang yang menyalahkan caddie bahkan jika caddie tidak ada hubungannya,"

"Dan aku belajar sejak dini untuk menilai orang, melihat mereka dari perilakunya, mendengarkan cara mereka bicara, dan itu sangat-sangat membantuku di tahun-tahun selanjutnya ketika apa yang aku lakukan bergantung pada bagaimana penilaianku kepada orang lain," kata Ken.

Home Depot sendiri mulai buka toko pada 1979. Walau awalnya toko tersebut sepi, Ken dan para pendiri lain punya cara untuk membuat ilusi bahwa toko mereka laku dan mengundang lebih banyak pelanggan. Dan meski mengaku bekerja keras, Ken juga merasa jika kesuksesannya juga buah dari keberuntungan.

"Kamu tahu aku sering bilang jika aku punya kesempatan memilih cerdas dan beruntung, aku akan selalu pilih beruntung. Tidak bilang bahwa cerdas tidak membantu, itu membantu, tapi ada banyak waktu dalam hidup di mana kamu menemui kejadian-kejadian kebetulan dan itu mengubah hidupmu," tutur Ken.

(ami/ami)