Fenomena Hikikomori, Para Pemuda Ansos yang Mengurung Diri di Kamar

Hestianingsih - wolipop Selasa, 25 Agu 2020 14:22 WIB
Fenomena hikikomori Fenomena hikikomori di Jepang. Foto: Dok. Maika Elan via BBC
Jakarta -

Manusia adalah makhluk sosial. Maka sudah selayaknya mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain baik di lingkungan rumah, pekerjaan hingga tempat umum.

Namun sebuah fenomena di Jepang memperlihatkan keadaan sebaliknya. Hikikomori, adalah fenomena di mana para pria muda memilih menutup diri dari kehidupan sosial, alias menjadi ansos (antisosial).

Para hikikomori ini menghabiskan waktunya setiap hari di dalam kamar. Sendirian, bahkan ada yang tidak keluar dalam waktu lama. Pemerintah Jepang sendiri mendefinisikan hikikomori sebagai seseorang yang tidak mau berpartisipasi dalam lingkungan (baik sekolah atau bekerja) dan tidak punya keinginan untuk itu.

Fenomena hikikomoriFenomena hikikomori. Foto: Dok. Maika Elan via BBC

Hikikomori juga bisa disebut sebagai seseorang yang tidak memiliki hubungan dekat dan rasa kekeluargaan dengan orang lain. Sehingga mereka memilih mengurung diri di kamar.

Seperti dilansir BBC, hikikomori biasanya terjadi pada pria muda yang masih berstatus mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi. Secara inteligensia sebenarnya mereka di atas rata-rata namun karena satu dan lain hal memilih tidak berinteraksi dengan orang lain, bahkan keluarga, dan menemukan kenyamanan di dalam kamar saja.

Sejumlah pakar hikikomori menyebut bahwa kemungkinan penyebab utama dari perilaku ansos ini adalah lingkungan. Kasus hikikomori pun paling banyak terjadi pada pria muda dari kelas menengah yang rata-rata berstatus sarjana.

Fenomena hikikomoriFenomena hikikomori. Foto: Dok. Maika Elan via BBC

Hal ini dipicu dengan adanya tekanan dari keluarga yang mengharuskan mereka masuk universitas terbaik atau bekerja di perusahaan besar. Tak tahan dengan tekanan tersebut maka mereka memilih lebih baik tidaka melakukan apa-apa dan menjadi hikikomori.

Gejala ini disebut biasanya berlangsung selama enam bulan. Tapi pada beberapa kasus langka bisa terjadi hingga puluhan tahun. Kementerian Kesehatan dan Ketenagakerjaan melaporkan kemungkinan ada lebih dari satu juta hikikomori, atau sekitar satu persen dari keseluruhan populasi di Jepang.

Lantas apa saja yang dilakukan para hikikomori saat mengurung diri di kamar?

Punya masalah sosial berat, hikikomori lebih nyaman menenggelamkan diri di dunia maya daripada menghadapi kenyataan. Saat mengunci diri di kamar biasanya mereka hanya berselancar di internet atau main game.

Ada pula yang lebih suka baca komik atau novel. Rata-rata hikikomori adalah pemuda di usia 25 tahun ke atas. Kebanyakan kasus ini terjadi pada keluarga menengah dan menengah atas, yang anak lelakinya, biasanya yang tertua, menolak keluar dari rumah. Mereka tinggal dan dibiayai penuh oleh orangtua.

Pemerintah Jepang menyebut masalah ini bagaikan gunung es yang terlihat kecil di permukaan namun sebenarnya menyimpan persoalan lebih berat di bawahnya. Sebab hikikomori tak hanya menjadi beban bagi keluarga tapi juga perekonomian negara secara umum. Fenomena ini bukan tidak mungkin akan melahirkan generasi pengangguran yang tidak produktif.

(hst/hst)