Liputan Khusus Beasiswa Luar Negeri

Lika-liku Kisah Indah Raih Beasiswa Luar Negeri ke Jepang Hingga Harvard

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 17 Agu 2020 12:00 WIB
beasiswa indah Indah, wanita asal Lampung yang mendapat beasiswa luar negeri ke Universitas Harvard. Foto: Instagram @indahshafira
Jakarta -

Belajar di luar negeri dengan beasiswa menjadi idaman para pelajar. Selain bisa menambah pengalaman baru, kamu juga merasakan pendidikan yang lebih mumpuni dan masa depan gemilang.

Seperti kisah Indah Shafira Zata Dini, wanita asal Bandar Lampung yang berhasil kuliah di International Education Policy, Harvard University dengan beasiswa luar negeri LPDP. Ia pun menceritakan awal mula ia bisa kuliah di luar negeri.

Indah mengungkapkan ketertarikannya belajar di luar negeri bermula setelah mengikuti study tour yang diadakan sekolahnya ke Singapura dan Malaysia. Saat itu dia bertemu dengan beberapa siswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa sekolah di Singapura.

"Aku sempat ketemu beberapa siswa-siswa dari Indonesia yang berkesempatan dapat beasiswa SMA ke Singapura. Dan aku sadar info-info seperti itu tidak bisa aku dapatkan akses jika aku berada di Lampung aja," kata Indah saat dihubungi Wolipop, Rabu (11/8/2020).

Wanita yang kini berusia 24 tahun itu pun bertekad masuk SMA favorit setelah lulus SMP. Dia mencoba beberapa sekolah favorit tapi tidak berhasil lolos, hingga akhirnya memutuskan untuk masuk SMAI Nurul Fikri, sebuah boarding school yang berada di Serang, Banten.

beasiswa indahIndah Shafira Zata Dini. Foto: Instagram @indahshafira

"Akhirnya aku sekolah di sana dan benar saja banyak kesempatan yang aku tahu mengenai informasi beasiswa. Sekarang aku kalau nggak keluar Lampung, aku nggak pernah dapat info yang seperti ini. Makanya misi aku ketika aku diundang ke webinar-webinar, aku bilang ke panitianya 50% atau lebih dari 50% pesertanya di luar pulau Jawa. Karena itu yang aku rasakan minimnya akses informasi dan aku mau anak-anak di luar pulau Jawa semuanya mendapatkan informasi yang sama dan merata," ucap Indah yang kerap berbagi kisah inspiratifnya kuliah di Jepang dengan Harvard itu.

Saat sudah masuk SMAI Nurul Fikri, Indah mendaftar untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Dari 60 siswa dari sekolahnya dan total ada 10.000 dari seluruh Indonesia yang mendaftar pertukaran pelajara itu, hanya ada tiga orang yang lolos seleksi American Field Service (AFS). Seleksinya sendiri berlangsung selama dua tahun dan salah satu siswa yang lolos itu adalah dirinya.

"Bayangin seleksinya selama dua tahun. Dari seleksi awal kelas 10 dan berangkatnya kelas 3 semester awal. Dan banyak bangeet tesnya. Aku nggak ngerti lagi ada berapa nggak kehitung," kenangnya.

Perjalanan Indah mendapatkan beasiswa ke luar negeri terus berlanjut setelah dia lulus SMA. Indah berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah S-1 di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Beppu, Prefektur Oita, pada 2015. Namun beasiswa yang didapatkannya tidak penuh, dia harus menanggung sendiri biaya hidupnya.

Bertahan hidup di Jepang, ia menjalani berbagai macam perkerjaan paruh waktu. Mulai dari kerja kasar hingga menjadi guru.

"Tahun pertama dan kedua bahasa Jepangku belum lancar, jadi aku hanya bisa kerja sebagai pelayan restoran, staf dapur, pernah housekeeping di hotel juga (24-28 jam per minggu). Kalau lagi libur semester aku bisa kerja sampe 30 jam seminggu pernah di pertanian gitu panen sayuran, pernah juga lagi libur musim semi dua bulan aku kerja di pabrik," tutur Indah menjelaskan lika-likunya menjalani berbagai pekerjaan di Jepang.

beasiswa indahIndah Shafira Zata Dini. Foto: Instagram @indahshafira

Mendapat Beasiswa Luar Negeri Masuk Universitas Harvard

Menjalani kuliah S-1 sambil bekerja paruh waktu di Jepang, Indah kembali bertekad melanjutkan studinya di luar negeri. Dia pun mendaftar untuk S-2 ke Universitas Harvard, Amerika Serikat. Dia mendaftar untuk S-2 kebijakan publik di bidang pendidikan.

Dan berkat kerja kerasnya, Indah diterima masuk Universitas Harvard pada Maret 2019. Namun dia sempat mengurungkan niatnya masuk Universitas Harvard karena tak ditanggung beasiswa. Keberuntungan menyertai Indah, pada saat itu pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang dikenal sebagai pemberi beasiswa luar negeri membuat pengumuman mengenai perubahan kebijakan mereka.

"Pada tahun 2019, LPDP mengubah policy. Di mana kalau kamu sudah mendapatkan Letter of Exceptance (LOE) dari 12 universitas TOP dari LPDP tinggal semua skip tes dan langsung wawancara LPDP. Jadi kayak gilak banget aku merasanya," ujarnya haru.

Menjalani masa pendidikan S-2 di Universitas Harvard dengan beasiswa luar negeri dari LPDP, Indah mengungkapkan suka-duka yang dijalaninya. Ketika berada di Harvard, Indah mengaku sempat merasa tak percaya diri.

"Stresnya di kelas kali ya. Karena orang-orang jenius semua. Awalnya itu merasa kayaknya aku salah pilih. Minder dan lain-lain," ucapnya sambil tertawa.

Ternyata setelah dijalani dan bertemu dengan mahasiswa lainnya Indah mengatakan banyak yang senasib dengannya. "Ternyata orang-orang itu merasakan hal yang sama dan saling minder. Semester dua sudah pada stres. Ada yang DO dan cuti karena saking stresnya karena banyaknya tugas. Tugas kuliahnya itu 10 kali tugas di Jepang. Karena aku merasa di Jepang bisa part time 24-28 jam/minggu per minggu dan bisa main," jelasnya.

beasiswa indahIndah Shafira Zata Dini. Foto: Instagram @indahshafira

Perjalanan Indah mendapatkan beasiswa ke luar negeri di Jepang hingga Universitas Harvard ini dibagikan wanita yang pernah menjalani pertukaran mahasiswa ke Meksiko ini ke channel YouTube miliknya Indah Shafira. Indah membuat YouTube untuk menuangkan pengalamannya mempelajari poduksi video saat mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat.

Di akhir wawancara, ketika ditanya soal akun Youtube. Indah menambahkan jika ia sengaja membuat konten tentang perjalanannya selama di Harvard. Karena banyak pengikutnya di Instagram yang ingin mengetahui pengalamannya.

"2013-2014 sudah sering upload video tapi untuk tugas SMA. Bukan tentang diri aku. Terus aku baru berani bikin cerita tentang aku baru banget sekitar beberapa bulan yang lalu. Karena overwhelming banget di Instagram dan bertanya hal yang sama dan aku mengulang terus," pungkasnya.

Saat ini Indah aktif bekerja sebagai Educational Consultant di World Bank, Jakarta. Dia juga sedang mengembangkan side project pendidikan sekolah dasar @KotakBelajar.

beasiswa indahFoto Indah saat wisuda dan keluarganya. Foto: Instagram @indahshafira.
(gaf/hst)