Pengusaha Ini Tak Mau Kerjasama dengan Orang Gemuk, Alasannya Menohok

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 10 Jul 2020 16:45 WIB
Samantha Yardley Foto: dok. Samantha Yardley
Jakarta -

Seorang pengusaha wanita mengklaim bahwa dirinya tidak akan pernah bekerjasama dengan orang-orang gemuk. Menurutnya, kegemukan atau kelebihan berat badan itu menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki pemikiran yang bermasalah dan kurang bisa mengontrol dirinya sendiri.

Seperti dikutip dari Daily Mail, pengusaha wanita bernama Samantha Yardley yang berasal dari Coventry, Inggris, mengatakan bahwa bentuk tubuh apapun harus tetap dihormati, namun masyarakat tidak seharusnya membenarkan seseorang yang memiliki kelebihan berat badan dengan mengatakan 'besar itu cantik'. Dirinya menambahkan bahwa bagaimana cara seseorang berpenampilan itu menunjukkan apa yang mereka percayai.

"Buatku itu (kegemukkan) menunjukkan pemikiran yang bermasalah, kurangnya kontrol diri, dan terburuknya menunjukkan individu yang kekurangan energi dan memiliki masalah kesehatan," ujarnya.

Samantha yang bekerja sebagai penulis kebugaran paruh waktu dan sub-editor majalah Muscle & Health bersikeras mengatakan kepada FEMAIL bahwa kata-katanya mengenai orang gemuk tersebut bukanlah 'fat-shaming' melainkan motivasi untuk menginspirasi agar orang-orang bisa berubah ke arah yang lebih positif. Dia juga mengatakan bahwa kita memang tidak seharusnya menilai seseorang berdasarkan penampilan fisiknya, tetapi menurutnya orang-orang gemuk adalah tanda bahwa mereka tidak dapat menyembunyikan kerakusannya.

Samantha YardleySamantha Yardley Foto: dok. Samantha Yardley

"Sebagai pengusaha dan mantan majikan; Apakah saya akan bekerja dengan orang yang (sangat) gemuk? Tidak, tidak akan. Kasar tapi benar (maaf)," kata Samantha.

Samantha juga mengakui bahwa memang benar sebagian besar dari kita pasti memiliki kecenderungan untuk mendapatkan peningkatan berat badan. Namun hal itu tidak bisa dipertahankan selama bertahun-tahun karena tidak sehat. Menurutnya, jika seseorang tidak dapat menyelesaikan aktivitas hariannya, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga tanpa kehabisan napas, maka orang tersebut memiliki masalah besar.

"Ya, tipe tubuh yang berbeda harus dihormati dan besar itu indah - sampai batas tertentu - tetapi jika terlalu ekstrim, kekurangan atau kelebihan berat badan, harus diperlakukan sebagai kondisi yang memerlukan bantuan, tidak dipuji atau dimaafkan," katanya.

Menurut Samantha saat ini masyarakat menganggap bahwa orang dengan kelebihan berat badan itu normal dan menerima orang-orang tersebut. Anggapan itulah yang coba diubah oleh Samantha.

Walau Samantha sebelumnya mengatakan bahwa dirinya tidak akan bekerjasama dengan orang gemuk, namun bukan berarti dia akan mencari orang yang memiliki tubuh six pack untuk diajak bekerja sama. Dirinya hanya akan mencari orang yang memiliki antusiasme dan energi.

"Melawan kegemukan itu tidak mudah; jika kamu termasuk dalam kategori obesitas yang tidak sehat, segera cari bantuan dari profesional medis," jelas Samantha.

Samantha juga mengatakan bahwa obesitas saat ini telah melampaui kebiasaan merokok sebagai faktor terbesar penyebab kanker. Itulah alasan mengapa dirinya berusaha keras ingin mengajak masyarakat untuk menghentikan pola hidup tidak sehat yang membawa pada obesitas.



Simak Video "Ternyata Gemuk Bisa Menular Lho!"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)