Viral #IAMVANESSAGUILLEN, Para Wanita Ungkap Pelecehan Seks Saat Jadi Tentara
Mayat tentara Vanessa Guillen yang menghilang sejak dua bulan lalu baru saja ditemukan. Wanita 20 tahun itu dilaporkan dibunuh setelah mengaku kepada keluarganya bahwa ia dilecehkan secara seksual dan merasa tidak aman. Kasus ini pun mengungkap maraknya penyerangan seksual yang terjadi di lingkungan militer. Di media sosial, sejumlah wanita membuka pengalaman serupa mereka yang dialami selama menjalani tugas sebagai tentara.
Sebelum Vanessa Guillen menghilang, ia mengaku mengalami pelecehan di pangkalan militer yang menjadi markasnya. Saudara Vanessa, Lupe mengatakan jika Vanessa takut melapor meski sudah mengungkapkan masalah itu kepada teman, keluarga, dan tentara-tentara lain. Wanita berpangkat US Army Specialist tersebut merasa takut dibuang sehingga berusaha mengatasi masalahnya sendirian.
Tersangka utama Aaron Robinson yang juga Army Specialist dan sudah melakukan bunuh diri pun telah mengaku kepada pacarnya bahwa ia membunuh Guillen dengan palu yang dipukulkan ke kepala. Bersama pacarnya itu, Robinson lalu membawa mayat Guillen ke sebuah lokasi terpencil untuk dibuang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak pernah melaporkan dan mengungkap kasus ini secara terbuka, para wanita pun seolah mewakili Vanessa Guillen dalam postingan di Twitter. Dengan tanda pagar #IAMVANESSAGUILLEN, banyak mantan tentara wanita yang membeberkan tidak sedikit kasus pelecehan dan pemerkosaan yang terjadi di instalasi militer.
"Hal gila mengenai #IAMVANESSAGUILLEN adalah saat kamu mengklik tanda pagar itu, kamu akan terkejut dengan bagaimana cerita-cerita itu sama persis, terjadi di banyak instalasi militer yang berbeda. Atasan kami hanya membiarkannya terjadi," tulis @simply_jaanaae.
Mantan tentara dengan akun @renee_vincent mengungkap bahwa ia pernah diberi obat dan diculik sebelum diperkosa. Tapi pelakunya bisa dengan bebas melanjutkan karier sebagai tentara sedangkan ia dikeluarkan dengan alasan terkena penyakit seksual menular. Hal serupa juga diceritakan mantan tentara wanita lain.
Pelecehan seksual dan pemerkosaan di lingkungan tentara tampaknya sudah berlangsung sejak lama. Seorang wanita pun membagikan pengalaman ibunya di tahun 90an. Ia merasa sedih karena hal ini masih terjadi sampai sekarang. Sementara itu, mantan tentara lain merasa jika militer di Amerika Serikat telah menciptakan lingkungan yang melindungi para predator seksual.
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Kisah Pria 1 Tangan Jadi Ojol untuk Biaya Pernikahan Bikin Salut Netizen
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
Potret Inka Williams Model Bali Pacar Channing Tatum, Beda Usia Jadi Sorotan











































