Liputan Khusus Drama Kuliah Online

Kuliah Online Penuh Drama, Para Mahasiswa Ini Tetap Dapat Nilai Memuaskan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 27 Jun 2020 17:23 WIB
Smiling millennial Indian girl in wireless headset sit at desk in living room study online on laptop, happy young ethnic female in headphones watch webinar or course on Internet on computer Ilustrasi kuliah online (Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes)
Jakarta -

Drama kuliah online dirasakan para mahasiswa di masa pandemi Corona ini. Bahkan ada mahasiswa yang viral setelah curhat di Twitter mengalami penurunan IPK gara-gara kuliah online. Tweetnya itu pun disambut banyak mahasiswa lainnya yang mengalami nasib serupa. Namun, ada juga mahasiswa yang mengaku tetap bisa meraih nilai memuaskan meski mereka juga mengalami berbagai drama selama kuliah online.

Salah satu mahasiswa yang nilainya tidak menurun selama kuliah online ialah Rahma Nur Faizah. Rahma yang kuliah di salah satu sekolah tinggi bahasa di Bekasi mengambil jurusan Sastra Inggris. Menurutnya agar nilai IPK tidak turun saat menjalani kuliah online yaitu dengan selalu mengikuti perintah atau anjuran dari dosen.

"Caranya itu kita ikutin rulesnya dari dosen. Misalkan dosennya nggak suka kita nggak aktif pas kuliah online ya kita harus aktif. Tugas sekian-sekian harus kita kerjain. Dosen sebenernya lebih pengertian pas kuliah online. Nilai turun atau nggaknya tergantung dari kita. Nilai aku alhamdulillah stabil dan dosen juga memberi keringanan terhadap nilai. Keringanannya maksudnya itu biasanya dosen ngasih tugas, cukup absensi kuliah online jangan sampai bolosnya banyak, biasanya nilainya tetep bakal stabil begitu," ujarnya saat dihubungi oleh Wolipop, Jumat (26/6/2020).

Studio shot of an attractive young woman looking thoughtful while using a laptop against a blue background( Foto: Getty Images/PeopleImages)


Mahasiswa selanjutnya yang nilainya stabil saat kuliah online adalah Amir Hafizh Islami atau biasa disapa Hafiz. Mahasiswa yang kuliah di Universitas Gunadarma jurusan psikologi mengaku dosennya bisa bersikap lebih ringan karena menerapkan open book ke mahasiswa saat mengerjakan tugas atau ujian. Meski demikian, Hafiz merasa selama kuliah online, ilmu yang didapatnya berkurang.

"Alhamdulillah bagus karena open book terus tapi ilmu kurang. Nilai juga makin bagus, soalnya setiap ada tugas kan bisa open book, bisa nanya temen, bisa kerja sama juga," katanya.



Intan Khairani Afifah, mahasiswi asal Yogyakarta juga merasakan hal serupa Rahma dan Hafiz. Intan yang kuliah di jurusan pendidikan bahasa Jerman, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengatakan yang dilakukannya sehingga nilainya selama kuliah online ini tetap memuaskan adalah dengan aktif dan rajin saat dosen sedang memberikan materi via online.

"Sebenernya nggak jauh beda kayak kuliah offline. Rajin-rajin datang kelas sama ngumpulin tugas sesuai deadline. Karena kan memang itu aja yang dinilai sekarang. Terus juga rajin-rajin aja nanggepin dosen gitu biar nggak keliatan pasif. Sama rajin-rajin belajar mandirinya. Soalnya di masa sekarang ilmunya nggak dapet dari siapa-siapa kecuali dari usaha sendiri yang nyari tau," tuturnya.








Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)