Kisah Mahasiswi yang Viral karena Sidang Tugas Akhir Saat Jadi Pasien Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 16 Jun 2020 11:23 WIB
Siti Nurhalizah Foto Siti Nurhalizah saat sidang tugas akhir di rumah sakit. Foto: instagram @chaa.sn.
Berau -

Baru-baru ini beredar kisah viral mahasiswi yang berjuang melawan COVID-19, sambil menyelesaikan sidang tugas akhirnya secata online. Mahasiswi yang viral itu bernama Siti Nurhalizah dan baru saja menyelesaikan pendidikan D3 jurusan kebidanan di Universitas 'Aisyiyah, Yogyakarta.

Siti Nurhaliza yang akrab disapa Icha berbagi kisahnya secara lengkap kepada Wolipop mulai dari dirinya dinyatakan positif COVID-19 hingga harus menjalani sidang tugas akhir di rumah sakit. Icha mengungkapkan saat pandemi Corona mulai merajalela di Indonesia, dia memutuskan pulang ke rumahnya di Berau, Kalimantan Timur.

"Sebelum pulang aku isolasi mandiri di kost di Yogyakarta, periksa kesehatan dan aku pulang dalam keadaan sehat. Aku pulang 29 Maret 2020 dan pada hari itu juga sampai ke rumahku. Pada saat itu aku isolasi mandiri lagi di rumah. Tapi selang empat hari di rumah tepatnya 2 April 2020 malam, aku merasa gejala sakit perut, batuk dan muntah. Akhirnya aku dibawa ke rumah sakit," kata Icha saat dihubungi oleh Wolipop, Minggu (14/6/2020).

Siti NurhalizahSiti Nurhalizah yang merayakan sidang tugas akhirnya di rumah sakit. Foto: Dok. pribadi Siti Nurhalizah


Saat dibawa ke RSUD dr. Abdul Rivai kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada 2 April 2020 malam, Icha langsung dirawat dan ditetapkan sebagai Pasien dalam Pengawasan (PDP). Pada saat itu, dia masih mendapatkan ruangan yang digabung dengan PDP lainnya.

"Aku menjalani terapi obat, cek rontgen dan darah aku negatif. Aku tes swab pada 4 dan 5 April 2020. Sembari menunggu hasinya, aku tetap berada di ruang isolasi sambil minum obat. Tepatnya 16 April, aku ditelpon, aku dikabari bahwa negatif dan aku boleh pulang." ujarnya.

Lalu ia pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan tidak diberikan obat dan serta tak merasa ada keluhan. Namun pada saat 19 April 2020, Icha dipanggil oleh Dinas Kesehatan setempat bahwa hasil swab keduanya menyatakan bahwa dirinya positif terinfeksi Corona. Alhasil ia pun kembali menjalani masa perawatan di rumah sakit. Dan statusnya berganti menjadi pasien positif COVID-19. Ia pun merasa shock.

Siti NurhalizahSiti Nurhalizah bersama para petugas medis lainnya. Foto: instagram @chaa.sn.


"Saat dinyatakan sudah pasti shock, kaget, merasa nggak percaya sama sekali, karena aku merasa sehat dan tak ada keluhan apapun. Tapi aku tetap menjalankan terapi dan minum obat. Aku sempat depresi dan stres di rumah sakit. Lalu ditangani oleh psikiater. Akhirnya aku minum obat dari psikiater dan setelah membaik aku mengabarkan pihak kampus dan pembimbing akademikku. Respon dosen sangat kaget tapi mendukungku agar tetap semangat," katanya dengan nada lirih.

Semangat Icha untuk sembuh datang saat Ramadhan tiba. Ada seseorang yang memberikannya Al Quran pada saat itu. Hal tersebut membuatnya merasa bersyukur, karena masih diberikan kesehatan fisik dan umur yang masih muda. Icha pun memutuskan menyelesaikan laporan tugas akhirnya saat di rumah sakit.

"Akhirnya aku melanjutkan laporan tugas akhirku di D3. Dan jadwal sidang sudah keluar," ucapnya.

Siti NurhalizahSiti Nurhalizah Foto: instagram @chaa.sn.



Anak kedua dari empat orang bersaudara ini menuturkan saat mengerjakan tugas akhir di ruang isolasi rumah sakit, sejumlah kendala dialaminya. Misalnya saja keterbatasan sinyal ponsel dan sulitnya dia mengakses berkas yang diperlukannya untuk menulis tugas akhir. bahwa ia mengalami berbagai kendala saat hendak menyelesaikan laporan tugas akhirnya.

"Karena ada jam-jam tertentu berkas masuk ke rumah sakit. Perawat dan dokter juga terbatas masuk ke rumah sakit," ujar Icha.

Dengan berbagai kendala, Icha bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhirnya selama menjadi pasien Corona. Dia pun kemudian menjalani sidang tugas akhir secara online dengan pakaian yang seadanya. Saat itu busana formal yang dipakainya untuk sidang adalah seragamnya saat SMA.

Siti NurhalizahSiti Nurhalizah yang mengerjakan tugas akhirnya menggunakan laptop. Foto: Dok. pribadi Siti Nurhalizah



"Dan akhirnya semuanya berjalan dengan lancar, aku lulus sidang akhirku di rumah sakit pada pukul 11.00 WITA, aku langsung upload di Instagram dan TikTok. Nah disitu sempat viral dan pada memberikan support dan mendukungku," kisahnya.

Icha menambahkan dukungan pun diberikan oleh pihak RSUD dr. Abdul Rivai kabupaten Berau, Kalimantan Timur. "Sampai perawatnya nulis di baju APDnya, ngefans Siti Nurhalizah nomor 1. Mereka memberikan aku dukungan untuk menyelesaikan tugas akhir. Setiap hari aku buka laptop, tidur jadi terganggu. Trombositku pun sempat turun, langsung diberikan vitamin yang baik dari rumah sakit, imunku bisa membaik lagi. Kemudian saat selesai sidang, perawat di RSUD langsung ikut merayakan. Walaupun sederhana, rasanya berbeda, aku bahagia karena mereka memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah aku capai," katanya lega.

Setelah menjalani sidang secara online dan dinyatakan lulus, wanita yang berusia 21 tahun ini merasa tak mempunyai beban pikiran lagi selama di rumah sakit. Dan lebih membahagiakannya lagi, pada 17 Mei 2020, Icha dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Setelah dinyatakan sembuh, Icha pun masih menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Selama itu ia juga masih mengerjakan tanggun jawabnya sebagai mahasiswi menjelang masa wisuda pada November mendatang.

"Respon orangtuaku, tetangga dan sahabat pun juga baik. Nggak ada yang menjauhi aku, mengucilkan dan ibaratnya takut. Mereka pada menerima aku," jelasnya. Ia pun tak menyangka bahwa kisahnya akan menjadi viral di media sosial.

Siti NurhalizahSiti Nurhalizah saat sidang tugas akhir online. Foto: Dok. pribadi Siti Nurhalizah



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)