Kisah Sedih Pria Rindu Anak, Tewas Setelah Pulang Jalan Kaki Akibat Lockdown

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 15 Mei 2020 11:33 WIB
In this photo taken Sunday, April 5, 2020, residents walk near a sealed off neighborhood in Wuhan, central Chinas Hubei province. Authorities in Wuhan, the Chinese city where the coronavirus pandemic first broke out, have reportedly launched a plan to test everyone in the city of 11 million people in the next 10 days. (AP Photo/Ng Han Guan) Pria Malaysia tewas setelah pulang ke rumah berjalan kaki akibat adanya aturan lockdown.Foto: Facebook Info Kemalangan Jalan Raya
Jakarta -

Pandemi Corona telah menimbulkan dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Banyak orang yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya dan mengalami krisis ekonomi akibat pandemi tersebut. Hal itu yang juga dirasakan oleh seorang pria yang tinggal di Malaysia.

Seperti dikutip dari World of Buzz, pria yang tadinya bekerja sebagai satpam di Tawau, Johor, itu terpaksa kehilangan pekerjaannya. Setelah dipecat, pria tersebut memutuskan untuk kembali ke rumahnya di Kuala Trengganu yang berjarak 372 km dengan berjalan kaki.

Malangnya, pria tersebut tidak pernah sampai ke rumahnya. Tubuhnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan Muadzam Shah, Pahang oleh salah seorang petugas keamanan setempat. Petugas tersebut mengatakan bahwa dia melihat sang pria yang tidak disebutkan namanya itu saat sudah dalam keadaan lemah dan pucat.

"Almarhum diberi makanan dan dinasihati agar tidak melanjutkan perjalanannya, tetapi dia tetap bersikeras untuk berjalan pulang," kata Ketua Eksekutif Skuad Pengurusan Jenazah, Rafie Zainal.

Setelah ditemukan tewas, tubuh dari pria malang itu lalu diautopsi untuk mencari tahu penyebab kematiannya. Hasil tes itu menunjukkan bahwa sang pria positif terjangkit COVID-19.

Pria berusia 30 tahun itu dikabarkan ingin kembali ke rumahnya karena merasa sangat rindu dengan sang anak. Isolasi di Malaysia telah membuat dia harus terpisah dengan anaknya. Pria tersebut lantas memutuskan untuk berjalan kaki karena perjalanan lintas negara dengan bus masih di larang selama masa pandemi ini.

Lebih menyedihkannya lagi, ternyata pihak keluarga dari pria itu juga tidak mampu membayar biaya pemakamannya sebesar Rp 5,1 juta. Untungnya, Skuad Pengurusan Jenazah memberikan bantuan sehingga pria tersebut bisa segera dimakamkan dengan layak sesuai dengan aturan pemakaman terhadap pasien COVID-19.

Dalam konferensi persnya, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa pria tersebut adalah pasien ke-110 yang meninggal karena COVID-19 di Malaysia. Hingga saat ini, sumber infeksi dari pria tersebut masih dalam penyelidikan.



Simak Video "Wow! Ada Sarung Tangan Mirip Kulit Manusia untuk Cegah Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)