Sukses Bisnis dari Rumah

Bisnis #dirumahaja, Ibu 3 Anak Ini Raih Omset Puluhan Juta dari Jual Jamu

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 18 Apr 2020 10:30 WIB
jamu Sukses bisnis di rumah aja dengan jual jamu online. Foto: Instagram @houseofk.freshbeverages
Jakarta -

Jamu tradisional dipercaya sejak zaman dahulu untuk menjaga kesehatan tubuh. Pada saat masa pandemi virus Corona seperti ini, jamu pun menjadi pilihan minuman yang dikonsumsi setiap hari agar dapat meningkatkan imun pada tubuh.

Menjawab kebutuhan tersebut, wanita bernama Virdiana Anantri ini berbisnis #dirumahaja dengan menjual jamu secara online merek House of K. Sungguh tak disangka dia panen rezeki dari bisnisnya tersebut.

Ibu dari tiga orang anak ini menceritakan awal mula ia mendirikan usaha jamu. Kata wanita yang akrab disapa Ayiek itu, sejak kecil ia sudah mengonsumsi jamu tradisional.

"Saya mulai jual jamu sejak Oktober 2019. Dulunya karena memang suka konsumsi jamu karena saya dari kecil kan sudah disuruh minum jamu karena saya orang Jawa. Jadi kalau kita misalnya ada jamu gendong itu beli, sampai akhirnya, saya bikin dari semua jamu-jamu itu mana yang cocok, terus bikin," ujar Ayiek saat dihubungi via telpon oleh Wolipop, Jumat (17/4/2020).

Bisnis jamu secara online.Bisnis jamu secara online House of K. Foto: Instagram @houseofk.freshbeverages



Ayiek mengaku membuat racikan yang berbeda dari jamu tradisional yang beredar di masyarakat. Dia ingin menghadirkan jamu dengan bahan premium yang bisa dikonsumsi siapa saja.

"Rata-rata jamu itu langu atau begitu-begitu saja. Kalau saya ditambah himalayan salt-nya untuk pencernaan bisa lebih bagus," kata Ayiek.

Jamu-jamu dari brand House of K ini ada tiga varian yaitu kunyit asam, beras kencur dan temulawak. Dan dalam waktu dekat dirilis juga jamu jahe sereh kapulaga. Ayiek mengatakan awalnya mulai berjualan jamu sesuai permintaan teman-temannya. Dia hanya melakukan promosi dari mulut ke mulut untuk bisnisnya ini. Tak disangka cara promosi itu efektif hingga permintaan semakin bertambah.

"Dari mulut ke mulut jadi ke mana-mana, akhirnya buka PO seminggu sekali. Dan tadinya di botol doang akhirnya bikin packaging dan brand," ujarnya.

Ayiek yang merupakan lulusan S-2 dari jurusan bisnis marketing dan sempat bekerja di suatu bank itu akhirnya membuat brand sendiri yaitu House of K. Dia mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dan memasarkan produknya melalui media sosial Instagram @houseofk.freshbeverages dan ecommerce. Seiring berjalannya waktu, artis dan selebgram pun penasaran ingin mencoba jamu racikannya.

Ayiek merasakan penjualan jamunya meningkat ketika virus Corona sampai ke Indonesia. Dan semakin banyak orang memesan jamunya ketika ada artis yang mencobanya.



"Pertama itu penyanyi Nindy, dari Desember udah konsumsi rutin. Terus stylistnya, itu cowok nyobain juga. Selanjutnya sampai ke Nikita Willy. Dia DM saya dan dia membeli jamunya, padahal saya nggak minta diiklanin eh ternyata dia iklanin lewat storynya dia. Terus saya kirimin dulu. Bagaimana kalau dia udah publish pasti dapat efeknya besar," jelasnya panjang lebar.

Ayiek mengatakan setelah virus Corona semakin merebak, produksi jamunya meningkat dari yang awalnya 20 liter kini sekitar 50 liter untuk semua varian. "Jadi ya itu kayak bola salju gitu, pertama gara-gara ada Corona, orang jadi pada sadar untuk mengonsumsi empon-empon atau jamu-jamuan. Kemudian ada exposure juga dari beberapa artis yang pernah coba jamunya. Jadi sekarang kita open PO sekarang," tutur wanita yang juga berjualan mukena dan sarung anak itu.

Ayiek sukses bisnis di rumah aja dengan jual jamu online.Ayiek sukses bisnis di rumah aja dengan jual jamu online. Foto: Dok. Pribadi



Agar lebih ramah lingkungan dan tetap fresh, Ayiek memproduksi jamua racikannnya dengan menggunakan botol kaca. Namun dia juga menyediakan botol kecil dari plastik yang ramah lingkungan untuk konsumen yang memesan dan dibagikan ke tenaga medis.

Dari bisnis jamunya ini, Ayiek mengaku telah mendapatkan omset sekitar Rp 19 juta per minggunya. Artinya dalam sebulan, omsetnya bisa lebih dari Rp 75 juta. Jamu-jamu produksinya sudah dikirimkan ke berbagai kawasan di Jabodetabek. Ada juga yang ke daerah lainnya seperti Banyuwangi, namun tidak bisa semua varian karena akan mengubah rasanya.

Dan untuk saat ini meski permintaan semakin bertambah,dia belum bisa memproduksi dalam jumlah banyak karena keterbatasan jumlah pegawai. "Karena masih home industry sekarang belum bisa menambah pegawai karena sedang situasi seperti ini. Maksimum 50 liter/hari aku batasi," katanya.

Ayiek bersyukur jamu-jamu produksinya mendapatkan reaksi yang positif dari para pelanggannya. "Mereka rata-rata repurchase ya. Ada yang bilang segar dan jarang yang menemukan seperti ini, sehat ke badan dan yang awalnya suka sakit pas haid, setelah minum ini jadi nggak. Mereka cocok banget sama rasanya. Dari awal aku nggak mau buat yang biasa. Memang aku jualinnya yang premium dan bahan bakunya agak sedikit lebih mahal. Added value juga dengan pemakaian himalayan salt. Dan ternyata mereka coba tastenya mereka sadar jadi komennya setelah minum itu kerasa banget bahan-bahannya yang bagus, kentalnya, rasanya cocok di lidah dan fresh," tuturnya.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)