Jadi Tukang Poles Mobil, Pria Putus Sekolah Dapat Puluhan Juta Seminggu

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 17 Feb 2020 14:24 WIB
LIAM Maguire Foto: Instagram @urbanvalets
Jakarta -

Pendidikan memang penting tapi tak selalu menjamin datangnya banyak uang. Mereka yang harus putus sekolah pun bisa meraih kesuksesan meski tanpa ijazah. Seorang pria yang meninggalkan bangku SMA untuk jadi tukang cuci mobil ini pun membuktikannya. Walau bukan lulusan universitas, ia bisa mengantongi puluhan juta per minggu.

Seorang pria asal Inggris bernama Liam Maguire mengungkap kisah suksesnya. Kini punya bisnis sukses, awalnya Liam sempat mengalami kesulitan ekonomi. Liam pun berhenti sekolah di bangku SMA dan memutuskan untuk bekerja sebagai tukang cuci mobil. Sekarang ia merupakan pemilik dari bisnis Urban Valets yakni jasa pencucian kendaraan mewah.

Jasa yang ditawarkan Liam bukan hanya sekadar mencuci mobil atau motor. Urban Valets juga bisa memperbaiki baret atau kerusakan kecil andal dalam menyulap mobil-mobil mahal yang kurang sedap dipandang pemiliknya menjadi mulus. Bisnis ini pun merupakan hasil kerja keras Liam serta mentoring dengan bos sebelumnya.

[Gambas:Instagram]

"Aku memulainya ketika berusia 16 tahun sebagai tukang lap dan akhirnya aku menjadi manajer valeting bay di usia 19, membawahi orang-orang yang dua kali usiaku dan dua kali tahun pengalamannya denganku," ungkapnya.

Dari tukang cuci mobil biasa, kini Liam hanya menangani kendaraan-kendaraan mewah. Tak hanya dari Inggris, tak jarang klien-kliennya adalah miliuner dari luar negeri. Baru-baru ini, pebisnis Dubai memintanya memoles mobil McLarren Sena-nya selama seminggu. Jasa tersebut pun tidaklah murah.

[Gambas:Instagram]

"Harga jasaku mulai dari £40 (Rp 713 ribuan) hingga ratusan (jutaan rupiah). Bayaranku termahal adalah £2,800 (Rp 49 jutaan) dan itu membutuhkan waktu seminggu. Itu adalah untuk McLaren 720s di Manchester untuk klien yang berurusan dengan Bitcoin dan banking.

"Sedangkan untuk klien-klien kelas atasku, aku tidak pernah menargetkan misalnya kepada pemain bola karena tujuan bisnisku adalah untuk mengimpresi orang-orang yang tahu mobil. Maksudku itu adalah seorang penghormatan yang membuktikan aku andal dalam pekerjaanku," ujarnya.



Simak Video "Mengapa Bersepeda Jadi Tren di Era New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)