Donald Trump Dimakzulkan, Ini 4 Wanita Kontroversial di Pemerintahannya

Hestianingsih - wolipop Kamis, 19 Des 2019 12:15 WIB
Hope Hicks, mantan staf Donald Trump yang pernah menjabat direktur komunikasi Gedung Putih. Foto: REUTERS/Carlos Barria/File photo Hope Hicks, mantan staf Donald Trump yang pernah menjabat direktur komunikasi Gedung Putih. Foto: REUTERS/Carlos Barria/File photo

Washington, DC - Donald Trump dimakzulkan DPR Amerika Serikat (AS) menyusul hasil voting yang digelar pada Rabu (18/12/2019). Presiden AS ke-45 itu dimakzulkan atas dakwaan tindak kejahatan dan pelanggaran hukum tingkat tinggi dengan menyalahgunakan kekuasaan.

Selama hampir tiga tahun kepemimpinannya Donald Trump memang kerap menjadi kontroversi. Dari memilih keluarganya sendiri untuk menempati jajaran kabinet, kebijakan yang menuai pro kontra hingga cuitan di Twitter.

Era pemerintahan Donald Trump juga dikelilingi wanita yang tak jauh dari kontroversi. Ini sosok mereka.


1. Mina Chang
Mina Chang, mantan staf senior Donald Trump. Foto: Instagram @minatrinitychang

Mantan staf senior Donald Trump, Mina Chang, dituding berbohong mengenai dirinya yang kuliah di Harvard, tampil di sampul majalah Time hingga menjabat sebuah posisi di PBB. Karena kasus ini, wanita yang sebelumnya menjabat sekretaris asisten State Department's Bureau of Conflict and Stability Operations itu memilih untuk resign.

Beberapa hal yang dituduhkan pada Mina Chang adalah pemalsuan bahwa ia adalah alumni Harvard Business School dan lulusan program Army War College. Dikatakan bahwa dia membesar-besarkan karena ternyata hanya mengikuti kursus tujuh hari pada 2016. Sedangkan pada Army War College, ia hanya menjalani empat hari seminar.

Tuduhan-tuduhan itu merupakan hasil investigasi NBC News. Seminggu setelahnya, Mina Chang memutuskan resign dari jabatan. Ia sendiri telah mengelak tudingan-tudingan tersebut dan menyampaikan bahwa pengunduran dirinya lebih kepada sebuah protes daripada menyerah.

2. Hope Hicks
Hope Hicks, mantan direktur komunikasi Gedung Putih. Foto: Getty Images

Model berusia 30 tahun ini ditunjuk menjadi Direktur Komunikasi Gedung Putih oleh Donald Trump pada September 2017. Ia sebelumnya pernah menjadi salah satu staf Donald Trump saat berkampanye pada 2016.

Namun kurang dari setahun menempati jabatan tersebut, Hope Hicks mengundurkan diri dari pemerintahan Donald Trump. Pengunduran diri diumumkan satu hari setelah ia ditanyai oleh Komisi Intelijen House of Representatives AS selama 9 jam tekait penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pemenangan Donald Trump di pilpres 2016.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menyebut keputusan Hope Hicks mundur tidak terkait dengan penampilannya di hadapan parlemen AS. Sebelumnya saat berhadapan dengan para anggota parlemen AS, dia dilaporkan menolak menjawab satiep pertanyaan soal pemerintahan Donald Trump.


3. Ivanka Trump
Ivanka Trump, putri Donald Trump yang jadi pengacara federal dan asisten presiden. Foto: Mark Wilson/Getty Images

Pada Maret 2017, Gedung Putih mengumumkan bahwa Ivanka Trump, yang tidak lain adalah putri dari Donald Trump ditunjuk sebagai penasehat Presiden di bagian West Wing. Penunjukan ini ternyata menimbulkan kritikan. Dua Senator dari Partai Demokrat bahkan menulis surat untuk Kantor Etika Gedung Putih karena Ivanka diberikan jabatan yang tidak spesifik.

Akhirnya karena dihujani kritik, Ivanka tidak jadi menerima posisi tersebut namun tetap aktif di pemerintahan Donald Trump sebagai pengacara federal kala itu. Dia pun mendapatkan jabatan baru lagi sebagai asisten presiden.

4. Sarah Sanders
Sarah Sanders, mantan juru bicara Donald Trump. Foto: Photo by SAUL LOEB/AFP

Sarah Sanders menjadi juru bicara Donald Trump selama 2,5 tahun, sebelum ia mengundurkan diri pada Juni 2019 lalu. Wanita berambut brunette ini disebut Donald Trump sebagai 'pejuang' dan 'prajurit' paling loyal mulai dari masa kampanye pilpres hingga pemerintahannya.

Selama menjabat sebagai juru bicara, Sarah Sanders kerap kali menuai kontroversi, terutama soal hubungannya dengan pers. Ia diketahui sering terlibat hubungan pahit dengan korps pers Gedung Putih dan dipandang bertanggung jawab atas 'matinya' briefing resmi harian di Gedung Putih. Dia sering kali lebih memilih berkomunikasi melalui wawancara dengan jaringan televisi kegemaran Trump, Fox News.

Sarah Sanders juga pernah dituduh berulang kali melontarkan kebohongan pada wartawan. Namun tuduhan itu dibantahnya.



Simak Video "Seniman Ini Jadikan Donald Trump Sebagai Barbie"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)