Pejuang Toleransi, Ini Sosok Inspiratif Stafsus Presiden Ayu Kartika Dewi
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 22 Nov 2019 16:34 WIB
Ayu dikatakan sebagai pegiat toleransi karena usahanya menguatkan rasa Bhinneka Tunggal Ika pada anak-anak muda. Ia pun mendirikan gerakan SabangMarauke yang bertujuan untuk menanamkan rasa keberagaman yang kadang tidak didapatkan di bangku sekolah dengan program pertukaran pelajar. Dengan tinggal di daerah lain dengan keluarga berlatar belakang berbeda, diharapkan anak Indonesia bisa merasakan dan memaknai perbedaan.
Foto: Instagram @ayukartikadewi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu wanita 36 tahun ini tergabung dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Di sana, ia pun menemukan anak yang masih trauma dengan kerusuhan di Ambon pada 1999 meski keadaan di sana sudah aman dan jaraknya jauh dari desa.
Dari situ, wanita yang mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di Duke University itu tergerak untuk membuat sesuatu untuk meningkat rasa toleransi dan keberagaman sekaligus ilmu pengetahuan antar pelajar. Gerakan itu pun mengirim anak-anak ke berbagai daerah untuk merasakan pengalaman hidup dengan orang-orang yang berbeda dengan mereka.
Selain SabangMarauke, Ayu Kartika Dewi juga berusaha untuk meluncurkan Milenial Islam yang bertujuan untuk mempromosikan Islam moderat melalui media sosial. Gerakan ini juga sering turun lapangan untuk mendatangi kampus-kampus dan mempromosikan Islam yang keindonesiaan.
Foto: Rengga Sancaya |
Sebelum bekerja untuk Jokowi sebagai staf khusus, Ayu juga berpengalaman sebagai staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015 dan menjadi staf di Unit Kerja Presiden (UKP4).












































