Inspirasi dari 7 Millennial yang Terpilih Jadi Staf Khusus Jokowi
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 21 Nov 2019 19:42 WIB
1. Adamas Belva Syah Devara (29) - Founder dan CEO Ruang Guru
Foto: Andhika Prasetya/detikcom |
Ruang Guru pun kini menawarkan layanan guru privat yang dapat dipilih dan dipanggil ke rumah. Bersama dengan rekannya, Muhamad Iman Usman memulai bisnis ini dengan model ratusan juta. Berkat Ruang Guru, Adamas dan Iman pernah masuk dalam kategori '30 Under 30' Consumer Technology pada 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Rengga Sancaya |
Di tahun 2014 El Paradiso berubah menjadi Creativepreneur Event Creator. Meski awalnya sering ditolak dan diremehkan karena usia, Putri sukses sukses membesarkan Creativepreneur hingga bisa diangkat menjadi salah satu stafsus Jokowi seperti sekarang.
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - Founder dan CEO Amartha
Amartha Microfinance adalah lembaga keuangan mikro yang didirikan Andi Taufan di Bogor pada 2009. Ketika awal mendirikannya, lulusan Manajemen Bisnis ITB itu mengaku ingin membantu golongan menengah ke bawah di daerah Ciseeng agar terbebas dari rentenir selain tentunya berbisnis. Dengan modal tabungannya ia pun memulai dengan meminjamkan dana lunak kepada lima orang peminjam.
Ayu Kartika Dewi yang mendirikan Gerakan SabangMerauke juga merupakan sosok yang menginspirasi. Gerakan itu sendiri bertujuan untuk mengajarkan anak-anak mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika dengan pertukaran pelajar. Melalui program tersebut, wanita berhijab tersebut ingin menciptakan rasa toleransi yang kadang tak didapat dari pelajaran sekolah. Dengan tinggal di daerah lain dengan keluarga berlatar belakang berbeda, diharapkan anak Indonesia bisa merasakan dan memaknai perbedaan.
5. Gracia Billy Mambrasar (31) - Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
Kisah inspiratif juga datang dari Billy. Billy merupakan lulusan Oxford, Australian National University, dan Harvard yang sering mendapat beasiswa. Semangat dan kepintaran anak penjual kue dari Papua ini membawanya tak hanya bisa kuliah hingga ke luar negeri tapi juga mendirikan Yayasan Kitong Bisa dan menjadi Duta Pembangungan Berkelanjutan Indonesia.
Perjuangan Billy untuk seperti sekarang dan menjadi stafsus Jokowi pun tidak mudah. Billy yang memiliki ayah seorang guru dan ibu penjual kue di pasar dulu tidak memiliki listrik di rumah. Ia pun sering belajar dengan lilin dan lampu minyak. Billy yang ketika kecil sering membantu ibunya berjualan ini lalu berusaha untuk bisa berprestasi untuk mendapat beasiswa karena keterbatasannya. Pada 2017, ia ditunjuk sebagai utusan Indonesia untuk berbicara tentang isu pendidikan di Kantor PBB.
6. Angkie Yudistia (32) - Pendiri Thisable Enterprise
Angkie adalah penyandang disabilitas yang menderikan usaha sosial untuk memberdayakan para difabel. Ia sendiri telah kehilangan pendengaran sejak usia 10 tahun yang diduga karena obat-obatan ketika mengidap penyakit malaria. Sempat tidak menerima kekurangannya, Angkie mulai berusaha untuk berubah dan mulai lebih menunjukkan dirinya hingga sukses menjadi finalis Abang None Jakarta dan The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008.
Thisable Enterprise pun didirikan pada 2011 berdasarkan pengalamannya sendiri yang sempat sulit mendapatkan pekerjaan. Ia merasa banyak perusahaan yang kurang percaya dengan tidak penyandang keterbatasan sehingga sulit untuk mandiri secara ekonomi. Angkie pun mengupayakan penyandang disabilitas dapat bekerja sesuai porsi kemampuan mereka masing-masing secara tepat.
7. Aminuddin Maruf (33) - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)
Aminuddin Maruf sempat ditunjuk sebagai Sekjen Solidaritas Ulama Muda Jokowi. Sebelumnya, ia terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi 30 Mei sampai 10 Juni 2014 dan merupakan kader PMII Jakarta Timur. Aminudin pun pernah menjabat sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi sehingga punya cukup banyak bekal untuk menjadi stafsus Jokowi.
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) - Founder dan CEO Amartha
Amartha Microfinance adalah lembaga keuangan mikro yang didirikan Andi Taufan di Bogor pada 2009. Ketika awal mendirikannya, lulusan Manajemen Bisnis ITB itu mengaku ingin membantu golongan menengah ke bawah di daerah Ciseeng agar terbebas dari rentenir selain tentunya berbisnis. Dengan modal tabungannya ia pun memulai dengan meminjamkan dana lunak kepada lima orang peminjam.
Andi yang awalnya pekerja kantoran sempat dianggap turun derajat karena itu. Namun niat dan kerja keras Andi akhirnya berbuah manis. Bermodal awal Rp 10 juta dan hanya memiliki 5 nasabah, sekarang nasabahnya mencapai ribuan kali lipat. Selain bisnis yang sukses, ia pun telah menerima berbagai pengharagan.
4. Ayu Kartika Dewi (36) - Pendiri Gerakan SabangMerauke Foto: Andhika Prasetya/detikcom |
5. Gracia Billy Mambrasar (31) - Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
Foto: Rengga Sancaya |
Perjuangan Billy untuk seperti sekarang dan menjadi stafsus Jokowi pun tidak mudah. Billy yang memiliki ayah seorang guru dan ibu penjual kue di pasar dulu tidak memiliki listrik di rumah. Ia pun sering belajar dengan lilin dan lampu minyak. Billy yang ketika kecil sering membantu ibunya berjualan ini lalu berusaha untuk bisa berprestasi untuk mendapat beasiswa karena keterbatasannya. Pada 2017, ia ditunjuk sebagai utusan Indonesia untuk berbicara tentang isu pendidikan di Kantor PBB.
6. Angkie Yudistia (32) - Pendiri Thisable Enterprise
Foto: Rengga Sancaya |
Thisable Enterprise pun didirikan pada 2011 berdasarkan pengalamannya sendiri yang sempat sulit mendapatkan pekerjaan. Ia merasa banyak perusahaan yang kurang percaya dengan tidak penyandang keterbatasan sehingga sulit untuk mandiri secara ekonomi. Angkie pun mengupayakan penyandang disabilitas dapat bekerja sesuai porsi kemampuan mereka masing-masing secara tepat.
7. Aminuddin Maruf (33) - Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII)
Aminuddin Maruf sempat ditunjuk sebagai Sekjen Solidaritas Ulama Muda Jokowi. Sebelumnya, ia terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi 30 Mei sampai 10 Juni 2014 dan merupakan kader PMII Jakarta Timur. Aminudin pun pernah menjabat sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi sehingga punya cukup banyak bekal untuk menjadi stafsus Jokowi.
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
2
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
3
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
4
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
5
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
MOST COMMENTED
















































