Cerita Sukses Pendiri Rollover Reaction Bangun Bisnis Kosmetik Lokal
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 25 Apr 2019 15:42 WIB
Jakarta
-
Brand kosmetik Rollover Reaction didirikan 2014 silam oleh empat orang sahabat SMA. Mereka adalah Dinar, Naya, Sarah, dan Novi yang sama-sama punya ketertarikan dengan bisnis dan kosmetik. Pasca keempatnya lulus kuliah, terpikirlah untuk membuat produk kecantikan yang berkualitas.
"Kita empat cewek ngerasa susah dapat kosmetik yang bagus. Waktu itu zamannya jastip dan harganya lebih mahal. Belum lagi harus nunggu pre-order. Kita mikir, mau dapetin kosmetik bagus aja sulit. Akhirnya kita do research di Indonesia ternyata kita punya kapabilitas untuk bikin kosmetik. Akhirnya kita kerjasama dengan manufaktur yang punya iso dan standar lainnya untuk bikin produk dan akhirnya kita buat brand sendiri," cerita Naya Tinanda Nabila, managing director Rollover Reaction saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Plaza Indonesia.
Disambung oleh Dinar yang mengungkapkan bahwa dari 2014 itu mereka menuangkan segala pemikiran dan tenaga untuk keberhasilan produk pertama mereka yakni liquid lipstick yang baru rilis dua tahun setelahnya. Menurutnya, saat itu manufaktur menolak untuk membuat liquid lipstick karena tidak mengerti konsep produk tersebut.
"Produk pertama kami liquid lipstik. Nah itu sebuah konsep kan, di mana lipstik tapi liquid dengan hasil matte. Di lokal belum ada, bahkan kita tanya-tanya manufaktur yang men-develop-nya aja belum ada. Kita sempat di-reject lah istilahnya, tapi di situ justru kita semakin tertantang. Berarti kita men-develop produk something new nih. Our first product yang juga first product di lokal kosmetik," kata Dinar Amanda selaku marketing dan creative director dari Rollover Reaction.
Setelah dua tahun 'meramu' produk pertama mereka yakni Lip Cream 'Sueded', Dinar dan Naya pun cukup lega sekaligus terkejut. Lega karena akhirnya produk yang dibuat selama dua tahun ini siap rilis dan terkejut karena tak menyangka bahwa antusiasme konsumen terhadap lip cream tersebut. Padahal saat itu Rollover Reaction memproduksi 10 ribu produk liquid lipstik.
"Jadi waktu itu ekspektasinya tiga tahun habis. Tapi ternyata sutu sampai dua bulan habis. Kita kaget banget dan kita belum bikin delivery package saat itu. Satu hari bener-benar ribuan yang pesan. Kita dulu mikirnya satu hari paling dua orang lah yang beli, tapi ternyata ribuan," kata Naya.
Dari 2016 hingga kini, Rollover Reaction terus aktif memproduksi produk-produk baru. Produk terbaru yang mereka rilis adalah cushion. Mengulang kesuksesan sebelumnya, produk cushion tersebut pun laku keras.
Tips untuk sukses di industri bisnis ala Naya dan Dinar adalah pemikiran yang matang, punya standar dan berpegang teguh dengan nilai yang sudah diciptakan sejak awal. Dan yang pasti tak terlepas dari media sosial yang membantu kesuksesan produk-produk rilisan Rollover Reaction.
"Digital advertising lagi gencar banget dan kita juga lagi mempelajari itu. Digital native ini it's very dynamic. Apa yang kita lakukan balik lagi ke customer, what they need? Approach-nya mereka apa? Misal seperti cushion ini, kita tahu ini sangat personal, makanya kita cara campaign-nya, kita nggak mau fotonya terlalu diedit. Nanti orang mikir, ah modelnya sudah cantik," ujar Dinar.
Dari kesuksesan berjualan online, Rollover Reaction kini telah memiliki toko offline yang terletak di Plaza Indonesia. Bagi Naya dan Dinar, toko yang memang sudah direncanakan sejak awal ini juga menjadi bukti pencapaian pioner start up kosmetik lokal itu.
(kik/kik)
"Kita empat cewek ngerasa susah dapat kosmetik yang bagus. Waktu itu zamannya jastip dan harganya lebih mahal. Belum lagi harus nunggu pre-order. Kita mikir, mau dapetin kosmetik bagus aja sulit. Akhirnya kita do research di Indonesia ternyata kita punya kapabilitas untuk bikin kosmetik. Akhirnya kita kerjasama dengan manufaktur yang punya iso dan standar lainnya untuk bikin produk dan akhirnya kita buat brand sendiri," cerita Naya Tinanda Nabila, managing director Rollover Reaction saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Plaza Indonesia.
Bos Rollover Reaction Dinar Amanda & Naya Tinanda Nabila Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk pertama kami liquid lipstik. Nah itu sebuah konsep kan, di mana lipstik tapi liquid dengan hasil matte. Di lokal belum ada, bahkan kita tanya-tanya manufaktur yang men-develop-nya aja belum ada. Kita sempat di-reject lah istilahnya, tapi di situ justru kita semakin tertantang. Berarti kita men-develop produk something new nih. Our first product yang juga first product di lokal kosmetik," kata Dinar Amanda selaku marketing dan creative director dari Rollover Reaction.
Setelah dua tahun 'meramu' produk pertama mereka yakni Lip Cream 'Sueded', Dinar dan Naya pun cukup lega sekaligus terkejut. Lega karena akhirnya produk yang dibuat selama dua tahun ini siap rilis dan terkejut karena tak menyangka bahwa antusiasme konsumen terhadap lip cream tersebut. Padahal saat itu Rollover Reaction memproduksi 10 ribu produk liquid lipstik.
"Jadi waktu itu ekspektasinya tiga tahun habis. Tapi ternyata sutu sampai dua bulan habis. Kita kaget banget dan kita belum bikin delivery package saat itu. Satu hari bener-benar ribuan yang pesan. Kita dulu mikirnya satu hari paling dua orang lah yang beli, tapi ternyata ribuan," kata Naya.
Cushion Rollover Reaction Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Dari 2016 hingga kini, Rollover Reaction terus aktif memproduksi produk-produk baru. Produk terbaru yang mereka rilis adalah cushion. Mengulang kesuksesan sebelumnya, produk cushion tersebut pun laku keras.
Tips untuk sukses di industri bisnis ala Naya dan Dinar adalah pemikiran yang matang, punya standar dan berpegang teguh dengan nilai yang sudah diciptakan sejak awal. Dan yang pasti tak terlepas dari media sosial yang membantu kesuksesan produk-produk rilisan Rollover Reaction.
"Digital advertising lagi gencar banget dan kita juga lagi mempelajari itu. Digital native ini it's very dynamic. Apa yang kita lakukan balik lagi ke customer, what they need? Approach-nya mereka apa? Misal seperti cushion ini, kita tahu ini sangat personal, makanya kita cara campaign-nya, kita nggak mau fotonya terlalu diedit. Nanti orang mikir, ah modelnya sudah cantik," ujar Dinar.
Dari kesuksesan berjualan online, Rollover Reaction kini telah memiliki toko offline yang terletak di Plaza Indonesia. Bagi Naya dan Dinar, toko yang memang sudah direncanakan sejak awal ini juga menjadi bukti pencapaian pioner start up kosmetik lokal itu.
(kik/kik)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil
Kisah Pria 1 Tangan Jadi Ojol untuk Biaya Pernikahan Bikin Salut Netizen
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED












































Bos Rollover Reaction Dinar Amanda & Naya Tinanda Nabila Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Cushion Rollover Reaction Foto: Mohammad Abduh/Wolipop