Viral Kisah Remaja Belajar 17 Jam Sehari Demi Keluar dari Kemiskinan

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 05 Apr 2019 05:26 WIB
Ilustrasi anak remaja belajar. Foto: Istimewa/Kementerian PPPA Ilustrasi anak remaja belajar. Foto: Istimewa/Kementerian PPPA

Jakarta - Pendidikan tentu menjadi cara paling efektif untuk mengentas kemiskinan. Mengetahui hal tersebut, seorang remaja mendedikasikan masa mudanya untuk tekun belajar. Ia pun menjadi inspirasi bangsa setelah viral karena belajar hingga 17 jam dalam sehari.

Remaja bernama Zhu Zheng menjadi inspirasi banyak orang karena ketekunannya belajar. Anak 17 tahun asal China tersebut jadi viral terkenal setelah menampilkan jadwal belajar 17 jamnya. Jadwal tersebut bukan termasuk waktu sekolah sehari-hari namun untuk liburan musim dingin. Murid kelas 11 SMP Wuhan 11 di Provinsi Hubei itu memang datang dari latar belakang kurang mampu dan bercita-cita ingin mengeluarkan keluarga dari kemiskinan.

Ketika tiba waktunya semester baru, seorang guru melihat jadwal belajar yang dibuat Zhu Zheng. Dari jadwal itu terlihat jika Zhu Zheng tidak punya waktu untuk liburan dan menghabiskan lebih dari setengah hari untuk belajar. Guru tersebut kemudian membagikannya di WeChat yang kemudian jadi viral.



Berdasarkan jadwal, Zhu memulai harinya mulai 6:40 dan mengakhirinya pada 23:50. Di sela-sela hari liburnya tersebut, ia mengambil ekstrakulikuler kelas matematika dan menghabiskan sisa waktu untuk mengulas mata pelajaran. Remaja itu pun hanya istirahat selama 30 menit untuk tidur setelah makan siang dan beberapa menit untuk makan makanan kecil.

"Hidup tidak mengenal liburan musim dingin atau panas. Bukannya sukses datang terlambat tapi kamu tidak cukup tangguh untuk dirimu sendiri," katanya kepada South China Morning Post,

Zhu Zheng sendiri memang dikenal sebagai murid yang pintar. Ia pernah memenangkan juara pertama kompetisi matematika. Karena itu, ia pun direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan intensif di kampus prestis Universitas Tsinghua, Beijing, China.

Ketika mengikuti training, Zhu Zheng dikatakan menjadi satu-satunya siswa yang memakai seragam karena sudah berjanji tidak akan memberi baju baru selama setahun untuk menghemat uang. Sedangkan untuk memotivasi diri sendiri ia membuat catatan kecil yang berbunyi 'disiplin diri, perkembangan diri', 'belajar dari catatan jangan menyalin catatan', dan 'jangan menyentuh ponsel'.
(ami/eny)