Pesan Inspiratif Istri Mensos di Hari Perempuan Internasional

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 08 Mar 2019 09:05 WIB
Foto: Dove Foto: Dove

Jakarta -

Hari ini, Jumat (8/9/2019) wanita di seluruh dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Para wanita merayakan emansipasi mereka sekaligus mengingat bahwa masih banyak sesama yang belum sepenuhnya merdeka. Pesan inspiratif pun disampaikan oleh istri Menteri Sosial Loemongga Haoemasan. Ibu tiga anak yang juga pengusaha itu mengingatkan para wanita untuk saling membantu.

Menurut Loemongga Haoemasan, wanita zaman sekarang sudah setara dengan pria bahkan banyak yang melebihi lawan jenisnya dalam hal karier. Hari Perempuan Internasional pun dimaknai Presiden Direktur PT Asiana Lintas Cipta tersebut sebagai pengingat bahwa sudah tidak ada lagi limitasi bagi wanita untuk melakukan apapun.
"Sekarang sudah tidak ada bidang yang tidak bisa ditekenui wanita. Hari Perempuan Internasional bisa dimaknai bahwa wanita wanita sudah semakin setara dengan pria," kata Loemongga ketika ditemui Wolipop di acara Dove Zona Bebas beberapa waktu lalu.

[Gambas:Instagram]

Meski sudah banyak yang lebih sukses dari pria, istri Mensos Agus Gumiwang tersebut masih mendapati banyak wanita yang belum setara. Ketika menemani suami bertugas, ia pun menemukan sejumlah wanita yang diperlakukan tidak adil, terutama dalam rumah tangga. Karena itu, founder KEP Media Production House tersebut mengingatkan kepada para wanita untuk proaktif membantu sesamanya.

"(Ada) bullying dari orang-orang terdekat, seperti suami atau pacar. Empowerment harus sangat berjalan, kita harus lebih peka melihat teman-teman atau saudara bahkan mbak di rumah kalau kita rasa dia di-bully atau ada tindak KDRT. Kita harus proaktif. Jadi sesama perempuan harus saling menolong," ujarnya.

Saat mendampingi suami bekerja, Loemongga sering merasa miris melihat banyaknya korban kekerasan. Ia mengaku jika para korban pun biasanya alam diajarkan keterampilan oleh Kementerian Sosial sebagai bekal hidup ke depannya.

[Gambas:Instagram]

Sebagai wanita, mantan presenter dan model itu mengungkap perlakuan seperti apa yang diharapkannya dari pria kepada dirinya dan sesama wanita. "Menghormati perempuan sebagai individu tanpa melihat gender jadi dianggapnya equal," tambah Loemongga.

Selain kekerasan, Loemongga juga menemukan jika kadang wanita masih mendapat perlakukan diskriminatif di tempat kerja. Ia sendiri pernah mengalami saat bekerja di bank. Meski tidak selalu berat, hal tersebut bisa jadi penghambat bagi karier jika wanita tidak mengambil langkah.

"Dulu saya kerja di bank asing awalnya kesulitan. Apalagi dulu saya sempet jadi presenter jadi dipandang sebelah mata, itu ada banget. Misalnya waktu ada proyek saya dikasihnya yang gampang-gampang. Site visit ke luar kota nggak pernah dikasih ke saya. Saya yangg dekat-dekat saja. Tapi ya itu hanya bisa dihadapi dengan kita membuktikan saja. Terus saja minta pekerjaan dan menyelesaikan tepat waktu, hanya bisa dengan itu," ujar wanita lulusan Boston College Amerika Serikat tersebut.
(ami/ami)