Buka Jasa Kerjakan PR, Anak 13 Tahun Raup Rp 21 Jutaan

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 06 Mar 2019 13:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Punya minat dan bakat berbisnis, banyak anak sudah mulai jualan sejak kecil. Seorang anak 13 tahun pun punya cara kreatif untuk membuka usaha. Memanfaatkan kepintarannya, anak SMP itu menyediakan jasa kerjakan PR yang dipromosikan di situs belanja. Meski bisnis ini tak seharusnya dilakukan dan ditiru, jasa tersebut cukup menguntungkan karena menghasilkan Rp 21 jutaan.

Seorang anak 13 tahun dari Chongqing, China belakangan viral karena bisnisnya. Berbeda dari remaja kebanyakan, ia menjual sesuatu yang sulit dibeli dengan uang yakni jasa pengerjaan PR. Yang juga unik, remaja perempuan tersebut menggunakan akun situs belanja sang ibu untuk memasarkan jasanya itu. Bisnis tersebut dilakukannya selama liburan pergantian Tahun Baru China lalu.



Dilansir SeeHua, gadis tersebut memasarkan bisnisnya dengan baik. Selayaknya penjual profesional, remaja itu bahkan menampilkan contoh PR yang bisa dikerjakan. Sepertinya banyak pelajar menyukai tulisan anak itu kemudian memesan jasa agar dia dapat menuliskan PR untuk mereka.

Karena bisnisnya ini, anak tersebut menghasilkan uang yang bahkan lebih banyak dari sebagian orang dewasa. Dikatakan jika ia menerima sekitar 10 ribu yuan atau Rp 21 jutaan selama libur Imlek. Sayangnya, kesuksesan bocah itu tidaklah berlangsung lama. Karena setelah musim liburan berakhir, seorang guru menemukan beberapa murid punya tulisan yang sama.

Terungkaplah, bahwa beberapa murid dibuatkan PR oleh seorang anak. Mereka pun diminta untuk menghubungi gadis itu lalu meminta uang kembali. Tentu anak yang membuka jasa kerjakan PR tidak mau menyanggupinya. Ia mengaku menggunakan waktu seharian untuk menyelesaikan PR dari para pelanggan.

Akhirnya, akun situs belanja gadis tersebut dilaporkan dan diblokir. Sang ibu kemudian baru mengetahui apa yang terjadi setelah anaknya mengakui bahwa ia punya bisnis samping. Ibu bocah itu pun dikabarkan menghukumnya dengan menyita semua penghasilannya.

Namun anak pintar itu dilaporkan tidak pasrah dengan hukuman ibunya dan tidak mengakui jika ia telah melakukan sesuatu yang salah. Gadis tersebut juga melawan dengan mengatakan ia menghasilkan uang yang lebih baik dari sang ibu.
(ami/ami)