Salut! Kepala Daerah Wanita Ini Batalkan 850 Pernikahan Anak Demi Pendidikan
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 11 Jan 2019 08:08 WIB
Jakarta
-
Pernikahan anak di bawah umur masih sering terjadi hingga kini. Seorang kepala daerah di Malawi pun berusaha untuk memutus kebiasaan tersebut dengan cara yang berani dan menginspirasi. Senior Chief bernama Theresa Kachindamoto tersebut dikatakan telah membubarkan ratusan pernikahan anak dan mengembalikan para gadis ke sekolah.
Theresa Kachindamoto adalah senior chief untuk distrik Malawi Pusat, Afrika Timur. Sebagai pejabat, Theresa berusaha untuk menjadikan daerahnya lebih baik dengan menurunkan angka pernikahan anak yang masih marak di sana. Tak tanggung-tanggung, ia telah memutus 850 pernikahan anak dan mengirim ratusan wanita muda untuk melanjutkan pendidikan dari pada jadi ibu rumah tangga.
"Aku bilang pada mereka, 'entah kamu menyukainya atau tidak, aku ingin pernikahan ini dihapuskan'" ungkapnya dilansir Huffington Post. "Awalnya itu sulit tapi sekarang orang-orang mengerti," tambahnya.
Aksi Theresa dalam menyelamatkan perempuan muda dari pernikahan dini pun dilakukannya dengan maksimal. Wanita tersebut juga telah membuat langkah untuk menghapus ritual yang mengharuskan anak-anak perempuan muda menghadiri kemah inisiasi seksual. Di Malawi, lebih dari setengah gadis memang menikah sebelum usia 18 tahun.
Theresa Kachindamoto sendiri adalah wanita kelahiran distrik Dedza yang sebelumnya bekerja sebagai sekertaris di daerah lain selama 27 tahun. Beberapa tahun lalu, ia dipanggil untuk menjadi kepala daerah di kampung halamannya. Ketika kembali ke Dedza, Theresa melihat gadis 12 tahun dengan bayi dan suami lalu memutuskan untuk mengambil langkah.
"Aku tidak ingin pernikahan muda. Mereka harus pergi ke sekolah. Tidak ada anak yang seharusnya di rumah atau melakukan pekerjaan rumah tangga ketika waktu sekolah. Aku berbicara dengan para orang tua. Aku mengatakan pada mereka 'jika kalian mengedukasi gadis kalian, kalian akan memiliki segalanya di masa depan'" kata Theresa kepada PBB.
Ia lalu menaikkan batas minimal usia menikah menjadi 18 tahun. Theresa pun memerintahkan bawahannya untuk menandatangani perjanjian demi mengakhiri pernikahan anak. Saat ada sebagian pria yang tidak setuju, Theresa tak segan-segan untuk memberlakukan suspend.
Demi masa depan para gadis muda yang menjadi korban pernikahan anak, Theresa juga mengirim mereka kembali ke sekolah. Untuk mereka yang tidak punya biaya, ia tak segan-segan untuk membayarkan dengan uangnya sendiri.
Meski berhasil membatalkan pernikahan anak dan mengembalikan para gadis ke sekolah, usaha Theresa bukan tanpa halangan. Aksinya ini telah menerima oposisi dari orangtua dan komunitas, bahkan ia pernah menerima ancaman pembunuhan. Namun hal tersebut tidak menghentikan kegigihannya untuk menghapus pernikahan anak demi masa depan para wanita. (ami/asf)
Theresa Kachindamoto adalah senior chief untuk distrik Malawi Pusat, Afrika Timur. Sebagai pejabat, Theresa berusaha untuk menjadikan daerahnya lebih baik dengan menurunkan angka pernikahan anak yang masih marak di sana. Tak tanggung-tanggung, ia telah memutus 850 pernikahan anak dan mengirim ratusan wanita muda untuk melanjutkan pendidikan dari pada jadi ibu rumah tangga.
"Aku bilang pada mereka, 'entah kamu menyukainya atau tidak, aku ingin pernikahan ini dihapuskan'" ungkapnya dilansir Huffington Post. "Awalnya itu sulit tapi sekarang orang-orang mengerti," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: UN |
Theresa Kachindamoto sendiri adalah wanita kelahiran distrik Dedza yang sebelumnya bekerja sebagai sekertaris di daerah lain selama 27 tahun. Beberapa tahun lalu, ia dipanggil untuk menjadi kepala daerah di kampung halamannya. Ketika kembali ke Dedza, Theresa melihat gadis 12 tahun dengan bayi dan suami lalu memutuskan untuk mengambil langkah.
"Aku tidak ingin pernikahan muda. Mereka harus pergi ke sekolah. Tidak ada anak yang seharusnya di rumah atau melakukan pekerjaan rumah tangga ketika waktu sekolah. Aku berbicara dengan para orang tua. Aku mengatakan pada mereka 'jika kalian mengedukasi gadis kalian, kalian akan memiliki segalanya di masa depan'" kata Theresa kepada PBB.
Ia lalu menaikkan batas minimal usia menikah menjadi 18 tahun. Theresa pun memerintahkan bawahannya untuk menandatangani perjanjian demi mengakhiri pernikahan anak. Saat ada sebagian pria yang tidak setuju, Theresa tak segan-segan untuk memberlakukan suspend.
Demi masa depan para gadis muda yang menjadi korban pernikahan anak, Theresa juga mengirim mereka kembali ke sekolah. Untuk mereka yang tidak punya biaya, ia tak segan-segan untuk membayarkan dengan uangnya sendiri.
Meski berhasil membatalkan pernikahan anak dan mengembalikan para gadis ke sekolah, usaha Theresa bukan tanpa halangan. Aksinya ini telah menerima oposisi dari orangtua dan komunitas, bahkan ia pernah menerima ancaman pembunuhan. Namun hal tersebut tidak menghentikan kegigihannya untuk menghapus pernikahan anak demi masa depan para wanita. (ami/asf)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil
Kisah Pria 1 Tangan Jadi Ojol untuk Biaya Pernikahan Bikin Salut Netizen
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
Most Popular
1
Ramalan Shio 2026
Hoki! 5 Shio Ini Diprediksi Sukses di Tahun Kuda Api 2026, Cek Peruntunganmu
2
7 Potret Aurelie Moeremans Tetap Cantik Pamer Baby Bump yang Makin Besar
3
7 Fakta Menarik Drama China Speed and Love, Chemistry Pemainnya Disorot
4
Viral Influencer Singgung Ukuran Kelamin Mantan Suami, Berujung Digugat
5
Sinopsis SAS: Red Notice di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED












































Foto: UN