Derita Pegawai yang Gajinya Dipotong Karena Kurang Bergerak

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 06 Des 2018 09:58 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Kurang bergerak menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan bagi para pekerja kantoran. Mengetahui hal itu, banyak perusahaan memotivasi pegawainya untuk lebih banyak berolahraga, misalnya dengan menyediakan fasilitas gym. Sebuah perusahaan pun punya pendekatan ekstrem untuk membuat pekerjanya lebih aktif. Yakni dengan memberi denda.

Sebuah perusahaan di China jadi sorotan karena kebijakannya mendenda pegawainya yang kurang bergerak. Dilansir Oddity Central, setiap pekerja diwajibkan berjalan minimal 180 ribu per bulan. Jika kurang, mereka harus membayar 0,01 yuan untuk setiap langkah yang tidak dilakukan. Hal ini banyak menuai kritik karena dianggap berlebihan.



Belakangan, berjalan seolah jadi tren di China. Asuransi kesehatan bahkan menggunakan aplikasi untuk menghitung berapa langkah pelanggannya berjalan. Jika mencapai target, mereka bisa dapat berbagai tawaran diskon. Cara ini pun diadaptasi sebuah perusahaan swasta.

Denda untuk pegawai yang kurang berjalan diberikan oleh sebuah firma real estate di Guangzhou. Tak seperti asuransi, sayangnya tidak ada hadiah untuk mereka yang memenuhi atau melampaui target. Bukan hanya itu, 180 ribu langkah per bulan juga dirasa terlalu berlebihan hingga membuat pekerja sakit.

"Sangat sakit. Tugas per bulan kami adalah 180 ribu langkah. Menurut penghitungan 30 hari per bulan, rata-rata per bulan adalah 6 ribu per hari. Itu sepertinya tidak banyak, tapi itu jadi masalah besar untukku," kata seorang pekerja bernama Xiao C yang gajinya dikurangi 100 yuan karena kurang bergerak dilansir Oddity Central.

Ternyata hal ini tidak bisa diterapkan kepada semua orang. Xiao mengaku jika ia kurang gerak bukan karena malas namun keadaan. Perusahaan tersebut dikatakan dekat dari stasiun sehingga ia tidak banyak kesempatan berjalan. Apalagi pekerjaan Xiao juga lebih banyak dilakukan di meja.

Baca Juga: 5 Aktivitas Sederhana Setara Olahraga yang Bisa Dilakukan di Kantor

"Aku bisa mengerti perusahaan berharap pegawai bisa lebih banyak berolahraga dan menjadi lebih sehat tapi kami tidak bisa berjalan ketika jam kerja dan kami harus bekerja lembur. Setelah pulang kerja dan makan malam, waktu sudah lebih dari pukul sembilan. Harus berjalan untuk mencapai kuota menjadi beban bagiku, itu mempengaruhi jadwal tidurku," kata Xiao.

Karena hal ini, banyak pekerja yang berusaha membohongi aplikasi penghitung langkah. Tapi Xiao tidak bisa melakukannya karena pasti bos akan mengetahuinya. Cerita ini pun jadi viral di media sosial dan mendapat berbagai respon negatif dari para netizen. "Perusahaan ini hanya cari alasan untuk mengurangi gaji pegawai," tulis seorang netizen di Weibo.



(ami/kik)