Tips Negosiasi Gaji untuk Fresh Graduate Dapat Gaji Tinggi dari Pakar HRD

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 27 Jul 2019 16:15 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - IPK tinggi dan lulus dari universitas kenamaan saja kadang tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan. Para pelamar terlebih fresh graduate juga harus tahu cara memikat hati perusahaan untuk bisa diterima bahkan dapat gaji besar. Kesempatan wawancara kerja pun jadi momen yang tepat untuk menarik perhatian calon atasan. Seperti apa strategi wawancara dan negosiasi gaji agar fresh graduate bisa langsung dapat berpenghasilan tinggi?

Belakangan sedang viral mengenai fresh graduate Universitas Indonesia yang mengeluh dapat tawaran gaji Rp 8 juta. Menurut pakar HRD Pambudi Sunarsihanto, meminta gaji tinggi bahkan di awal karier bukan sesuatu yang salah asal memang punya ilmu, karakter, dan pengalaman sepadan. Chairman ASEAN Human Development Organization itu pun memberi tips bagaimana memikat hati calon atasan untuk para fresh graduate.



"Buat perusahaan jatuh cinta sama kalian. Yakinkan bahwa Anda orang yang tepat dan tidak ada yang bisa mengerjakan itu selain Anda setelah itu baru negosiasi. Jangan belum apa-apa langsung negosiasi gaji," ungkap pria yang berprofesi sebagai HR Director di sebuah perusahaan multi internasional tersebut kepada Wolipop.

Salah satu caranya adalah dengan mengenal perusahaan itu sendiri. "Perusahaan hanya akan jatuh cinta kalau kalian tahu permasalahan mereka dan bagaimana menyelesaikannya. Maka dari itu, banyaklah belajar mengenai perusahaan dan masalah mereka. Jangan asal wawancara, coba tanya dulu dengan teman atau membaca di internet," lanjut Pambudi.



Fresh graduate meminta gaji tinggi bukan hal yang haram menurut Pambudi. Namun perlu dipastikan jika pemula kerja itu memang pantas dan percaya diri. "Kalau seperti itu bagus banget, Anda minta belasan juta juga boleh tapi tahu diri asal pernah punya pengalaman dan kondisi-kondisi yang disebutkan tadi. Jangan IP dan dari universitas pas-pas-an (tapi minta gaji tinggi)," tutur Pambudi.

"Menawar gaji kan seperti menawar sepatu kalau boleh ya bagus kalau nggak ya nggak apa-apa. Millennial sekarang punya gaya komunikasi yang lebih berani. Justru orang yang confident dan punya competence kalau nggak nawar (gaji tinggi) itu bodoh. Tapi ya sebaliknya kalau tidak punya confidence dan competence tapi menuntut gaji tinggi itu namanya gila," tambah lulusan Master of Computer Sciences, Universite de Nantes, Prancis dan Master of Business Administrations, Helski School of Economics, Finlandia tersebut.

Simak Video "Ini Tips Biar Nggak Kalap Saat Belanja!"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/agm)