Kisah Wanita yang Dipecat karena Tak Balas Pesan dari Bos

Anggi Mayasari - wolipop Rabu, 26 Sep 2018 19:37 WIB
Ilustrasi wanita dipecat. Foto: Thinkstock
Ningbo - Dipecat dari pekerjaan mungkin menjadi mimpi paling buruk bagi sebagian besar karyawan. Tapi, bagaimana jika alasan pemecetan ini karena hal yang dianggap tak wajar dan sepele? Hal tersebut dialami oleh wanita asal China ini yang dipecat karena tak membalas pesan dari bosnya saat malam.

Wanita bermarga Wang adalah seorang manajer toko minuman dari Ningbo, Zhejiang yang dipecat karena tak membalas pesan teks bosnya. Menurut TVBS, Wang telah selesai bekerja dan sedang berada di rumah saat teleponnya berdering ketika bosnya mengirim pesan dalam obrolan grup kerja sekitar pukul 10:23 malam waktu setempat.

Baca Juga : Gadis Ini Izin Telat Kerja Karena Ban Bocor Tapi Malah Dipecat, Ada Apa?

Dalam pesan tersebut, bos Wang memintanya untuk laporan pendapatan bulan ini. Bosnya juga mengatakan jika ia tak membalas dalam 10 menit, Wang akan dipecat.

Pada saat itu, Wang sudah tertidur sehingga ia tak membaca pesan dari bosnya. Keesokan harinya, saat membaca pesan di obrolan grup, Wang pun terkejut. Bosnya mengatakan Wang dipecat karena tak menjawab dalam waktu yang ditentukan.

Ilustrasi pemecatanIlustrasi pemecatan Foto: Thinkstock


Berpikir bahwa bosnya tidak bersungguh-sungguh, Wang bekerja seperti biasa. Tetapi, ia terkejut ketika mengetahui jika dirinya benar-benar dipecat dari pekerjaannya karena alasan sepele seperti itu. Selain itu, perusahaannya menolak membayar gaji Wang untuk bulan sebelumnya.

Baca Juga : Kisah Pramugari yang Dipecat karena Dilamar Pacar di Pesawat

Wang yang sangat marah kemudian memutuskan untuk meminta bantuan dari pengacara, karena dia merasa dipecat secara salah. Setelah mempelajari kasusnya, pengacara mengatakan bahwa perusahaan telah melanggar beberapa peraturan sesuai dengan undang-undang tenaga kerja di China.

Pengacara mengungkapkan jika Wang telah selesai bekerja, sehingga ia tak perlu menanggapi pesan apapun. Jika perusahaan memberikan tugas kepada Wang setelah ia selesai bekerja, dan mengharuskannya untuk menyelesaikannya sebelum dimulai hari kerja berikutnya, ini akan dianggap sebagai lembur, dan Wang harus dibayar. Pengacara juga menuntut perusahaan agar memberi Wang kompensasi sebesar 18.000 RMB atau Rp 40 juta. (agm/agm)