Kontroversial, Wanita Transgender Ini Ngotot Jadi Caleg di Pakistan
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 27 Jul 2018 17:35 WIB
Jakarta
-
Tak hanya di Indonesia, para calon legistatif (caleg) Pakistan juga telah gencar mempromosikan diri. Salah satu caleg unik di sana adalah seorang wanita transgender. Meski seorang minoritas yang tak jarang menerima diskriminasi, wanita bernama Maria Khan tersebut berniat untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat.
"Aku ingin berbicara untuk orang-orang Pakistan, aku ingin mewakili mereka dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan," ungkapnya kepada Al Jazeera.
Maria Khan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dalam Khyber Pakhtunkhwa dengan jalur independen. Tahun ini adalah tahun pertama transgender bisa menjadi kandidat caleg. Maria pun menjadi salah satu dari 11 transgender yang berharap dapat kursi parlemen tingkat daerah dan nasional. "Aku bisa melihat diriku duduk di pemerintahan dalam beberapa minggu ke depan, aku tidak akan berhenti sekarang," kata Maria Khan.
Menjadi seorang transgender yang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tentu tidak mudah. Maria pun harus berkampanye dari pintu ke pintu untuk memperkenalkan dirinya. Wanita asal kota Mansehra itu juga kerap ditertawakan dan menerima perlakuan tidak menyenangkan karena keinginannya menjadi caleg.
Walau banyak tantangan, Maria tetap gigih untuk menang agar bisa melayani masyarakat. Perjalanan Maria dalam mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pun diibaratkannya seperti kambing. "Kita mengorbankan kambing agar kita bisa makan, aku ingin mengorbankan apapun yang aku sayangi untuk orang-orangku," kata Maria.
Melihat kegigihannya, cukup banyak orang mendukung Maria. Salah satunya adalah Profesor Saadia Shah. "Orang-orang ini harus diberi kesempatan untuk menjalankan pemerintahan karena mereka sudah menghadapi kesulitan dan kesusahan jadi mereka akan mengerti masalah kita. Tapi jika dia menang aku khawatir dia tidak akan dianggap serius atau diserang," katanya.
Maria memang telah menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup. Sebelumnya ia pernah diusir dari rumah orangtua karena seorang transgender. Ia pun harus mengemis di jalan untuk bertahan hidup. Sebelum menemukan sebuah komunitas transgender, Maria menggelandang dan mengalami pelecehan seksual hampir setiap hari.
(ami/eny)
"Aku ingin berbicara untuk orang-orang Pakistan, aku ingin mewakili mereka dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan," ungkapnya kepada Al Jazeera.
Maria Khan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat dalam Khyber Pakhtunkhwa dengan jalur independen. Tahun ini adalah tahun pertama transgender bisa menjadi kandidat caleg. Maria pun menjadi salah satu dari 11 transgender yang berharap dapat kursi parlemen tingkat daerah dan nasional. "Aku bisa melihat diriku duduk di pemerintahan dalam beberapa minggu ke depan, aku tidak akan berhenti sekarang," kata Maria Khan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria Khan, Wanita Transgender di Pakistan yang Ingin Jadi Caleg. Foto: Al Jazeera |
Menjadi seorang transgender yang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tentu tidak mudah. Maria pun harus berkampanye dari pintu ke pintu untuk memperkenalkan dirinya. Wanita asal kota Mansehra itu juga kerap ditertawakan dan menerima perlakuan tidak menyenangkan karena keinginannya menjadi caleg.
Walau banyak tantangan, Maria tetap gigih untuk menang agar bisa melayani masyarakat. Perjalanan Maria dalam mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pun diibaratkannya seperti kambing. "Kita mengorbankan kambing agar kita bisa makan, aku ingin mengorbankan apapun yang aku sayangi untuk orang-orangku," kata Maria.
Maria Khan, Wanita Transgender di Pakistan yang Ingin Jadi Caleg. Foto: Al Jazeera |
Melihat kegigihannya, cukup banyak orang mendukung Maria. Salah satunya adalah Profesor Saadia Shah. "Orang-orang ini harus diberi kesempatan untuk menjalankan pemerintahan karena mereka sudah menghadapi kesulitan dan kesusahan jadi mereka akan mengerti masalah kita. Tapi jika dia menang aku khawatir dia tidak akan dianggap serius atau diserang," katanya.
Maria memang telah menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup. Sebelumnya ia pernah diusir dari rumah orangtua karena seorang transgender. Ia pun harus mengemis di jalan untuk bertahan hidup. Sebelum menemukan sebuah komunitas transgender, Maria menggelandang dan mengalami pelecehan seksual hampir setiap hari.
(ami/eny)
Hobbies & Activities
Nggak Cuma untuk Anak! Ini Rekomendasi Mainan Anti Stres untuk Dewasa, Bikin Pikiran Lebih Rileks
Hobbies & Activities
Berkendara Lebih Aman dan Tenang dengan Dashcam Retouch Riding System Sprite S2
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Gantengnya Park Bo Gum Pakai Hanbok, Cetak Rekor Dilihat 22 Juta Kali
2
7 Rekomendasi Drama Korea tentang Musuh Jadi Cinta yang Bikin Baper
3
Sinopsis Greenland, Film di Bioskop Trans TV Hari Ini
4
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
5
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
MOST COMMENTED












































Maria Khan, Wanita Transgender di Pakistan yang Ingin Jadi Caleg. Foto: Al Jazeera
Maria Khan, Wanita Transgender di Pakistan yang Ingin Jadi Caleg. Foto: Al Jazeera