Terungkap Efek Mengerikan dari Stres Akibat Terlalu Lama Kerja
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 24 Mei 2018 08:46 WIB
Jakarta
-
Anda pasti sudah mengerti jika terlalu banyak kerja akan mengganggu kesehatan mental dan fisik. Namun mungkin Anda belum tahu jika hal tersebut bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa.
Seorang wanita mengungkap efek mengerikan yang diduga akibat stres setelah terlalu banyak bekerja. Bukan hanya sakit biasa, wanita itu bahkan mengalami kelumpuhan.
Baca Juga: 7 Tanda Karyawan Stres karena Beban Pekerjaan
Paula, nama wanita tersebut, mengungkap kisah tak menyenangkan yang terjadi padanya karena terlalu intens bekerja. Wanita berusia 30 tahunan itu bekerja untuk sebuah konsultan strategi di London, Inggris. Paula pun mengakui jika pekerjaannya memang panjang dan berat. Selama enam bulan, wanita itu bahkan bisa bekerja hingga 80 jam per minggu tanpa libur akhir pekan.
Pada November 2016, ia mulai mendapati gejala aneh. Paula mengaku merasa pusing dan setengah wajahnya terasa kaku di satu sisi. Ia pun berencana untuk lanjut kerja seolah tidak terjadi apa-apa saja. kondisinya cukup parah hingga teman-teman Paula terkejut melihat keadaan wajahnya. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.
"Aku keluar ruangan meeting dan beberapa kolega mendekatimu, wajah mereka benar-benar terkejut dan ketakutan," kata Paula kepada Cosmopolitan.
Baca Juga: Daftar Profesi di Indonesia dengan Tingkat Stres Paling Tinggi
"Walaupun episode itu sedikit menakutkan, aku tidak terlalu mempedulikan jadi keesokan paginya aku kembali bekerja. Saat itu adalah waktu tersibuk di kantor dan aku tidak ingin mengecewakan siapapun," tambahnya.
Ketika itu Paula tidak terlalu mengkhawatirkan gejala mirip stroke tersebut. Sebelumnya dokter memang memulangkan Paula dari rumah sakit karena tidak dianggap berbahaya. Tapi sebulan kemudian, ia tak lagi bisa tidak mempedulikan masalah kesehatanny akarena mulai dibarengi dengan migrain berat. Paula juga mendapati tangan dan kakinya terasa lumpuh.
Karena stres berat yang dibiarkan terlalu lama, Paula pun mulai kehilangan orientasi. "Aku mulai lupa tempat. Aku berjalan di jalanan sekitar rumahku dan aku tersesat. Itu karena stres terlalu lama. Aku bahkan mulai lupa nama beberapa teman baikku," tutur Paula.
Sejak saat itu, Paula mulai menerima perawatan, mengubah pola makan, olahraga, dan tidur cukup. Ia juga mengganti rutinitasnya menjadi tidak terlalu ekstrem. Paula pun menyesali gaya hidupnya dulu yang terlalu memikirkan pekerjaan. Ketika itu, selama tiga bulan ia memang selalu bekerja dan tidak menjaga kesehatan.
"Alasan aku tidak protes karena aku pikir aku akan terlihat lemah, bahwa aku menunjukkan kepada keluarga, teman, dan yang paling penting, bosku jika aku tidak bisa mengatasi tanggung jawab dan aku bukan pekerja top," ungkap Paula.
Kini kondisi Paula telah membaik walau ia harus membawa alat untuk menjaga agar kondisi otaknya stabil. Ia pun menyarankan agar para pekerja menyadari kebutuhan tubuh untuk istirahat. "Kita harus merasa nyaman dan aman dengan diri sendiri untuk mengangkat tangan kita dan berkata 'Aku butuh bantuan'" katanya lagi.
(dtg/dtg)
Seorang wanita mengungkap efek mengerikan yang diduga akibat stres setelah terlalu banyak bekerja. Bukan hanya sakit biasa, wanita itu bahkan mengalami kelumpuhan.
Baca Juga: 7 Tanda Karyawan Stres karena Beban Pekerjaan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi karyawan stres karena pekerajaan. (Foto: Thinkstock) |
Pada November 2016, ia mulai mendapati gejala aneh. Paula mengaku merasa pusing dan setengah wajahnya terasa kaku di satu sisi. Ia pun berencana untuk lanjut kerja seolah tidak terjadi apa-apa saja. kondisinya cukup parah hingga teman-teman Paula terkejut melihat keadaan wajahnya. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.
"Aku keluar ruangan meeting dan beberapa kolega mendekatimu, wajah mereka benar-benar terkejut dan ketakutan," kata Paula kepada Cosmopolitan.
Baca Juga: Daftar Profesi di Indonesia dengan Tingkat Stres Paling Tinggi
Foto: Ilustrasi/thinkstock |
"Walaupun episode itu sedikit menakutkan, aku tidak terlalu mempedulikan jadi keesokan paginya aku kembali bekerja. Saat itu adalah waktu tersibuk di kantor dan aku tidak ingin mengecewakan siapapun," tambahnya.
Ketika itu Paula tidak terlalu mengkhawatirkan gejala mirip stroke tersebut. Sebelumnya dokter memang memulangkan Paula dari rumah sakit karena tidak dianggap berbahaya. Tapi sebulan kemudian, ia tak lagi bisa tidak mempedulikan masalah kesehatanny akarena mulai dibarengi dengan migrain berat. Paula juga mendapati tangan dan kakinya terasa lumpuh.
Karena stres berat yang dibiarkan terlalu lama, Paula pun mulai kehilangan orientasi. "Aku mulai lupa tempat. Aku berjalan di jalanan sekitar rumahku dan aku tersesat. Itu karena stres terlalu lama. Aku bahkan mulai lupa nama beberapa teman baikku," tutur Paula.
Sejak saat itu, Paula mulai menerima perawatan, mengubah pola makan, olahraga, dan tidur cukup. Ia juga mengganti rutinitasnya menjadi tidak terlalu ekstrem. Paula pun menyesali gaya hidupnya dulu yang terlalu memikirkan pekerjaan. Ketika itu, selama tiga bulan ia memang selalu bekerja dan tidak menjaga kesehatan.
"Alasan aku tidak protes karena aku pikir aku akan terlihat lemah, bahwa aku menunjukkan kepada keluarga, teman, dan yang paling penting, bosku jika aku tidak bisa mengatasi tanggung jawab dan aku bukan pekerja top," ungkap Paula.
Kini kondisi Paula telah membaik walau ia harus membawa alat untuk menjaga agar kondisi otaknya stabil. Ia pun menyarankan agar para pekerja menyadari kebutuhan tubuh untuk istirahat. "Kita harus merasa nyaman dan aman dengan diri sendiri untuk mengangkat tangan kita dan berkata 'Aku butuh bantuan'" katanya lagi.
(dtg/dtg)
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Olahraga
Cukup Satu Alat! Latihan Lebih Variatif di Rumah dengan B-STRONG BS-10 yang Adjustable dan Multifungsi
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut & Berkilau dengan Perawatan Premium dari Jepang!
Perawatan dan Kecantikan
Airbot Aria HyperStyler, Satu Alat, Banyak Gaya Rambut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED












































Ilustrasi karyawan stres karena pekerajaan. (Foto: Thinkstock)
Foto: Ilustrasi/thinkstock