Ini Curahan Hati Putri Disney yang Kerja di Disneyland

Alisa Kintan - wolipop Selasa, 20 Feb 2018 11:20 WIB
Foto: (Disneyland Paris) Foto: (Disneyland Paris)

Jakarta - Seperti apa rasanya jadi Disney Princess di dunia nyata? Disneyland yang memiliki tagline "The Happiest Place On Earth" setiap harinya memiliki pertunjukan yang menampilkan pangeran dan putri dari kisah-kisah Disney.

Ini cerita dari salah satu karyawan Disney yang sehari-harinya bekerja sebagai Disney Princess untuk Disneyland Anaheim, California. Sebut saja namanya Becca.

Becca sudah bekerja untuk Disney selama beberapa tahun ini. Satu tahun sebelum mendapatkan pekerjaan tersebut, ia pergi bersama keluarga untuk berekreasi ke Disneyland, dan adik perempuan kecilnya sangat senang bisa bertemu Princess Tiana, karakter dari film animasi 'The Princess and The Frog'.

Becca teringat saat itu ia berpikir akan sangat keren apabila ia memiliki pekerjaan serupa, menjadi seorang princess di Disneyland. Akhirnya ia mencari informasi di internet apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Disney Princess. Akhirnya setelah mengetahui semua ketentuan, ia pun mengikuti audisi untuk mendapat pekerjaan itu di Orange County, daerah tempat tinggal barunya.

Seperti dikutip dari Refinery 29, Becca menceritakan saat audisi, semuanya berbaris secara horizontal kemudian memperkenalkan dirinya masing-masing. Dari situ kemudian sang acting director melihat dan menilai penampilan para peserta audisi.
Ini Curahan Hati Putri Disney yang Kerja di DisneylandFoto: Getty Images

Becca lolos ke tahap selanjutnya, di mana pihak Disney mengukur tinggi dan berat badan Becca dan menyuruhnya untuk menunggu di ruang tunggu. Selanjutnya mereka memotret wajahnya, termasuk jika dia memiliki tato ataupun tindik anting.

Pada ronde final audisi, para pelamar memberikan nama karakter dan beberapa script untuk dibacakan di depan sutradara. Sekitar 30 dari 600 orang mendapatkan perannya masing-masing dan mereka diminta untuk datang ke Disney esok harinya, dab membacakan skrip yang sama sebelum akhirnya diberi tahu perannya di Disneyland.

"Kami tidak bisa memilih karakter yang diberikan. Sebenarnya karakter favoitku adalah Ariel dan aku kira mereka akan menanyakannya, tapi tidak. Aku diberikan monolog Elsa (Frozen) saat audisi dan di situlah aku tahu kalau mereka memilihku jadi karakter itu," cerita Becca.

Setelah diterima kerja, Becca mengungkapkan kalau para pemeran Disney Princess bisa saja ditukar menjadi karakter lain. Becca sendiri mengaku bekerja paruh waktu rata-rata 20 jam seminggu. Untuk itu, ia dibayar per minggu sebesar USD 250 dan USD 350.
Ini Curahan Hati Putri Disney yang Kerja di DisneylandFoto: Getty Images

Setiap harinya Becca diberikan waktu 1,5 jam untuk berdandan dan mempersiapkan diri memakai wig serta kostum sebelum sesi foto dengan pengunjung mulai. Disney memiliki ketentuan cukup ketat yang harus diikuti setiap member. Rambut mereka harus tampil natural, tidak diwarnai yang aneh-aneh.

Kuku juga harus natural, yang berarti tidak dipotong terlalu pendek dan harus berwarna nude, pink atau french manicure. Jika ada yang melanggar, biasanya manajer akan mengganti shift sampai dia membetulkan penampilannya.

Para Disney Princess juga mempunyai ahli kosmetologi yang mengajari mereka untuk berdandan sesuai karakter yang diperankannya. Para ahli kosmetologi tersebut juga menyediakan alat makeup seperti eyeshadow, eyeliner, lipstik, glitter dan bedak. Pihak Disney pun menginginkan para pemeran putri untuk tampil konsisten.

Dengan kata lain Becca harus menjaga penampilannya agar selalu terlihat baik dan memadai sebagai seorang princess. Becca mengatakan sering kali sedih karena dirinya merasa harus terus terlihat lebih baik - karena persaingan sangat ketat - setiap orang mencoba untuk meniru orang lain. Untuk menjaga penampilannya, Becca mengikuti kelas fitnes agar selalu tampil prima.

Hal yang membuat Becca terus mau melakukan pekerjaan ini, karena melihat pengunjung yang datang bercerita bahwa mereka datang ke Disneyland untuk bertemu dengannya. Selain itu, dapat berkomunikasi dengan anak-anak kecil yang memiliki latar belakang berbeda, membuat dirinya merasa tertantang sekaligus bahagia.
(hst/hst)