Jatuh Bangun Ria Miranda, Dulu Ditentang Ortu Kini Jadi Desainer Sukses

Anggi Mayasari - wolipop Rabu, 20 Sep 2017 13:55 WIB
Foto: Instagram Ria Miranda
Jakarta - Sukses meniti karier menjadi perancang busana muslim bagi Ria Miranda tak didapatinya dengan cara yang mudah. Pada mulanya sang orangtua sempat menentang pilihan Ria yang berprofesi sebagai desainer.

Wanita berusia 32 tahun ini mengaku demi mengikuti keinginan orangtua ia mengambil pendidikan dengan jurusan ekonomi pemasaran di Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat. Meskipun hatinya merasa tak suka, Ria pun menggeluti Ilmu Ekonomi hingga lulus kuliah.

"Karena kebanyakan orangtua itu punya impian anaknya bisa kerja di kantoran atau di bank gitu jadi mereka ingin aku sekolah ekonomi terus kerja di perusahaan-perusahaan bonafit," ujar Ria pada acara konferensi pers kampanya Ibu Bersinar Sunlight di Suasana Restaurant, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Namun kecintaan Ria pada dunia fashion membuat ia tak menyerah. Istri pengusaha Pandu Rosadi ini terus mengejar passionnya dan melanjutkan pendidikannya di sekolah ESMOD Jakarta. Dan usahanya itu kini berbuah manis.

Ibu dua anak inipun terus berkomitmen pada hobinya itu dan memutuskan untuk terjun sebagai desainer busana muslim pada 2008. Hingga akhirnya Ria berhasil menjadi desainer sukses, dan karya-karyanya sudah banyak dinikmati oleh para pecinta mode baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam koleksi yang dilabeli dengan nama Ria Miranda.

"Awalnya itu ya passion yang jadi hobi, ternyata passionnya di fashion akhirnya aku sekolah lagi dan di situ akhirnya minatnya kebentuk. Di sekolah itu aku kayak mau datang terus lagi dan lagi. Ilmu apa lagi yang harus kita gali jadi lebih semangat karena itu memang sesuai dengan hobi," jelas Ria.

Menurut wanita yang rancangannya banyak mengeksploitasi garis-garis dengan sentuhan pastel dan feminim ini setiap wanita meskipun telah berumah tangga juga masih bisa mengejar kariernya. Salah satunya bisa dilakukan dengan mengubah hal disukainya itu menjadi sebuah kegiatan yang lebih bermanfaat.

"Dengan ikut kegiatan yang bermanfaat dan harus digali terus passionnya. Kita harus terjun langsung dan coba dulu. Misalnya senang fashion ikutlah short course tentang fashion design ataukah senang memasak ya cobalah ikut tentang memasak gitu mungkin dari situ oh ya oke aku akan terjun disini," tambah Ria. (agm/agm)