Google Dituntut Karyawatinya Karena Beri Gaji yang Lebih Rendah dari Pria
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 11 Agu 2017 19:00 WIB
Jakarta
-
Ketidaksetaraan penghasilan antara pria dan wanita menjadi salah satu masalah di industri kerja. Di Amerika Serikat, problema tersebut bukan hanya menjadi isu di industri Hollywood namun juga perusahaan Google.
Perusahaan mesin pencari yang menjadi kantor impian banyak orang itu dikabarkan membayar pegawai wanita dengan kurang adil. Alhasil lebih dari 60 pegawai wanita yang masih dan sudah tidak bekerja di sana menuntut Google karena masalah gaji yang tidak setara alias dibayar lebih rendah dari pria.
Berita ini mencuat setelah Google memecat seorang pegawai bernama James Damore. James dikeluarkan secara kurang terhormat karena meninggalkan sebuah memo yang mengritik kebijakan pro-keberagaman perusahaan tersebut. James berpendapat jika ketidakseimbangan jumlah pegawai pria dan wanita disebabkan perbedaan biologis di antara mereka. James melihat jika Google kurang adil kepada wanita.
Setelah itu, ditunjuklah seorang pengacara hak sipil bernama James Finberg untuk mengerjakan masalah yang berpotensial jadi kasus ini. James pun telah mewawancara sejumlah pegawai Google. Hasilnya terungkap bahwa memang banyak pegawai Google yang khawatir dengan nasib para karyawati di sana.
Dikatakan jika pekerja wanita diarahkan ke sejumlah posisi yang dibayar lebih rendah dari pria dengan pendidikan dan pengalaman sama. Beberapa wanita yang berbicara kepadanya juga mengatakan jika mereka dibayar $40,000 atau setara Rp 534 jutaan lebih kecil dari pada rekan pria.
Pegawai lain menyebutkan jika Google punya budaya yang 'memusuhi' wanita. Menurut mereka, budaya tersebut mencegah wanita mengembangkan karier seperti rekan-rekan pria.
Masalah ini pun telah sampai pada Departemen Ketenegakerjaan Amerika Serikat. Dilansir Grazia, departemen itu punya bukti adanya ketidakseimbangan kompensasi sistemik antara wanita dan pria yang bekerja di Google dan hal tersebut melanggar undang-undang ketenagakerjaan federal.
"Ini demoralisasi. Ada sesuatu yang secara tidak sadar terjadi ketika kamu mulai menanyakan nilai yang kamu berikan kepada perusahaan. Setelah beberapa lama, itu mulai menjadi melelahkan," keluh seorang pegawai wanita mengenai masalah ketidaksetaraan gaji di Google.
"Aku melihat progres rekan pria yang lebih cepat dariku. Itu sangat mengganggu," kata mantan pegawai Google.
Kini, ada lebih dari 60 pegawai dan mantan pegawai wanita yang menuntut Google atas masalah ketidaksetaraan gaji ini. Google pun menolak untuk berkomentar lebih jauh karena 60 adalah angka yang kecil. "Selalu ada perbedaan dalam penghasilan berdasarkan lokasi, peran, dan performa tapi prosesnya tidak melihat jender," ungkap perwakilan Google. (ami/ami)
Perusahaan mesin pencari yang menjadi kantor impian banyak orang itu dikabarkan membayar pegawai wanita dengan kurang adil. Alhasil lebih dari 60 pegawai wanita yang masih dan sudah tidak bekerja di sana menuntut Google karena masalah gaji yang tidak setara alias dibayar lebih rendah dari pria.
Berita ini mencuat setelah Google memecat seorang pegawai bernama James Damore. James dikeluarkan secara kurang terhormat karena meninggalkan sebuah memo yang mengritik kebijakan pro-keberagaman perusahaan tersebut. James berpendapat jika ketidakseimbangan jumlah pegawai pria dan wanita disebabkan perbedaan biologis di antara mereka. James melihat jika Google kurang adil kepada wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan jika pekerja wanita diarahkan ke sejumlah posisi yang dibayar lebih rendah dari pria dengan pendidikan dan pengalaman sama. Beberapa wanita yang berbicara kepadanya juga mengatakan jika mereka dibayar $40,000 atau setara Rp 534 jutaan lebih kecil dari pada rekan pria.
Pegawai lain menyebutkan jika Google punya budaya yang 'memusuhi' wanita. Menurut mereka, budaya tersebut mencegah wanita mengembangkan karier seperti rekan-rekan pria.
Masalah ini pun telah sampai pada Departemen Ketenegakerjaan Amerika Serikat. Dilansir Grazia, departemen itu punya bukti adanya ketidakseimbangan kompensasi sistemik antara wanita dan pria yang bekerja di Google dan hal tersebut melanggar undang-undang ketenagakerjaan federal.
"Ini demoralisasi. Ada sesuatu yang secara tidak sadar terjadi ketika kamu mulai menanyakan nilai yang kamu berikan kepada perusahaan. Setelah beberapa lama, itu mulai menjadi melelahkan," keluh seorang pegawai wanita mengenai masalah ketidaksetaraan gaji di Google.
"Aku melihat progres rekan pria yang lebih cepat dariku. Itu sangat mengganggu," kata mantan pegawai Google.
Kini, ada lebih dari 60 pegawai dan mantan pegawai wanita yang menuntut Google atas masalah ketidaksetaraan gaji ini. Google pun menolak untuk berkomentar lebih jauh karena 60 adalah angka yang kecil. "Selalu ada perbedaan dalam penghasilan berdasarkan lokasi, peran, dan performa tapi prosesnya tidak melihat jender," ungkap perwakilan Google. (ami/ami)
Home & Living
Biar Nggak Biasa, Ini Kotak Tisu Estetik yang Bikin Meja Terlihat Lebih Premium!
Makanan & Minuman
Ini Camilan Khas yang Cocok Temani Momen Kumpul Keluarga
Makanan & Minuman
Diet Tapi Tetap Enak! Ini Rahasia Dada Ayam Marinasi Rendah Kalori yang Bikin Ketagihan
Makanan & Minuman
Cemilan Enak Tanpa Rasa Bersalah! Snack Sayur Krispi Ini Bikin Diet Jadi Lebih Gampang
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Perjuangan Wanita Mudik, Bawa Burung dalam Sangkar dan Dua Kucing
2
Sophia Latjuba Ikut Tren Viral Unggah Foto Tahun 90an, Wajahnya Bikin Salfok
3
30 Ucapan Lebaran 2026 yang Santun dan Bikin Hati Hangat
4
50 Pantun Idul Fitri Singkat Terbaru, Bikin Ucapan Lebaran Makin Berkesan
5
Ramalan Zodiak 21 Maret: Libra Harus Mengalah, Sagitarius Kontrol Ucapan
MOST COMMENTED











































