Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Alissa, Model Khusus Pemotretan Payudara Ungkap Rahasia Profesinya

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 09 Agu 2017 14:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Instagram/alissabourne
Jakarta - Nama Alissa Bourne mungkin belum terlalu dikenal di ranah modeling secara umum. Tapi ia cukup populer sebagai model khusus.

Alissa Bourne, bukanlah model pada umumnya yang mengandalkan tubuh super ramping dan wajah unik atau cantik. Aset terbesarnya adalah payudara, karena yang diperlukan pada pengiklan dari tubuh Alissa adalah bagian tersebut.

Ia pernah melakukan pemotretan di sejumlah majalah ternama seperti Maxim, Playboy, Good Housekeeping, Men's Health dan Vanity Fair. Sebagian besar pemotretan terfokus pada payudaranya karena memang artikel membicarakan tentang bagian tubuh wanita tersebut.
Foto: Instagram/alissabourne

"Namaku Alissa Bourne, aku seorang model payudara," kata Alissa menyebutkan profesinya, dalam feature video yang dilansir allure.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berprofesi sebagai model khusus payudara, stigma kerap mampir pada dirinya. Tak jarang Alissa dianggap sebagai wanita yang hanya mementingkan seksualitas.

"Menurutku ketika orang-orang bilang aku model payudara mereka hanya berasumsi kalau aku dieksploitasi secara seksual. Tapi jelas ada ketidakcocokan antara persepsi mereka tentang aku, dan diriku yang sebenarnya," jelas wanita yang pernah berkuliah di jurusan keuangan dan akuntansi ini.

Ukuran payudara Alissa terbilang di atas rata-rata, yakni 32 H. Merawat payudara yang ukurannya terbilang tidak umum, Alissa mengaku tidak ada perlakuan atau perawatan khusus.

"Hanya memastikan kalau aku memakai bra yang sesuai jadi nantinya tidak kendur," katanya.
Foto: Instagram/alissabourne

Alissa akan mencari bra dengan kualitas kawat yang baik agar bisa menopang payudaranya dengan optimal. Dia juga tidak menyukai push-up bra atau bra yang memiliki bantalan.

"Tali bra tidak harus menopang seluruh beban payudara. Pakai bra harus nyaman tapi tidak menghambat sirkulasi darah (di sekitar area)," tutur Alissa.

Ia juga bercerita tentang pengalamannya menjadi model khusus payudara. Pose-pose yang terlihat bagus di kamera bisa jadi hasil kerja kerasnya berdiri atau bergaya dalam posisi yang kurang menyenangkan atau canggung.

"Seperti pee pee pose misalnya, kamu harus menyilangkan kakimu agar garis kakimu terlihat indah. Tapi di saat yang sama kamu terlihat seperti mau ke kamar mandi," jelas Alissa.

Ada kalanya Alissa harus menggunakan kedua tangannya untuk sedikit 'menyembulkan' payudaranya ke depan. Ia juga harus melengkungkan punggung.

"Karena mereka menginginkan bentuk tubuh yang terlihat sangat dramatis," pungkasnya. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads