Rahasia Sukses Wanita yang Punya Rp 26 Miliar dan Pensiun Dini di Usia 28

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 03 Mei 2017 07:32 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Di zaman sekarang menabung dalam jumlah yang banyak dan konsisten tidak mudah dilakukan. Apalagi untuk anak-anak muda yang suka mengikuti gaya hidup urban. Meski sulit, hal tersebut bukan berarti tidak dapat dilakukan. Tengok saja kisah seorang wanita asal New York AS yang punya banyak tabungan dan bisa pensiun di usia 28. Bagaiamana bisa?

Seperti kebanyakan anak muda, wanita bernama JP Livingston tersebut suka menghabiskan waktu luang dengan nonton Netflix dan menjelajah sudut kota New York. Tapi tak seperti kebanyakan anak muda lain, JP kini sudah pensiun dari pekerjaannya. Pensiun sangat dini dilakukannya setelah tujuh tahun bekerja di industri finansial. Ia pun tak takut kekurangan uang karena sudah punya tabungan lebih dari $2 juta atau Rp 26,6 miliaran.

JP bercerita jika ia memang langsung bekerja setelah lulus kuliah. Ia pun langsung mendapat posisi yang bagus di sebuah firma. JP tampaknya juga cukup potensial karena bisa meraih posisi tinggi dalam waktu cukup singkat.

Tapi selain karena memang jabatan dan penghasilannya cukup menjanjikan, ia juga cukup ketat dalam menabung dan investasi. Dana $2 juta yang dimilikinya datang dari 40% investasi dan 60% tabungan murni. Setiap bulannya, JP pun menabungkan 70% penghasilan yang diterima sehingga bisa punya uang begitu banyak.

Setelah pensiun, ia bukannya tidak akan berkarier lagi tapi ingin bekerja di mana penghasilan bukan jadi masalah. "Jika kamu ingin bekerja pada karier tradisional, kamu bisa, tapi kamu tidak harus. Pensiun dini adalah kata yang aku pilih untuk meraih masa depanku (yang aku pikirkan) pada saat SMP dan SMA," ungkap JP kepada Business Insider.

Ingin simpan banyak uang di usia muda seperti JP? Simak beberapa tips kuncinya berikut ini:

1. Ketahui Pengeluaran Terbesar Anda dan Kurangi
Biasanya pengeluaran terbesar jatuh pada sewa atau cicil rumah, transportasi, dan makanan. Anda pun perlu melakukan analisa pada apa yang selama ini mengambil banyak penghasilan. Jika bisa kurangi pengeluaran itu sehingga Anda bisa hemat dan menabung.

2. Beli Furnitur Bekas
Berhemat bukan berarti tidak boleh membeli. Tengok saja JP yang masih sering membeli barang namun mencari yang harganya murah. Ketika dia ingin membeli mebel, dipilihlah yang bekas tapi masih berkualitas. Selain membeli bekas, jual juga barang-barang Anda yang sudah tidak terpakai untuk menambah tabungan.

3. Pikirkan Setiap Pengeluaran Berdasarkan Jam Kerja
Setiap Anda ingin keluarkan uang, coba pikirkan berapa banyak keringat dan pikiran yang tercurah untuk menghasilkan uang itu. Misalnya setiap jam Anda terhitung menghasilkan Rp 50 ribu, saat ingin makan di restoran yang totalnya bisa Rp 200 ribu, berarti Anda telah membuang empat jam bekerja dengan sia-sia. Degan begitu, diharapkan Anda akan hemat. (ami/eny)